Karena platform yang sama, tak bisa dipungkiri bila kelengkapan senjata antara Sukhoi Su-30 milik Indonesia, Malaysia, dan Vietnam punya jenis yang tak berbeda. Bicara tentang rudal udara ke udara, maka di ketiga negara bisa ditemui rudal R-73 dan R-77. Sementara di segmen rudal udara ke permukaan, ketiga negara ASEAN ini juga mengadopsi Kh-29TE, Kh-31A/P dan Kh-59ME. Malah diantara ketiga negara pengguna Su-30, Indonesia adalah yang paling lambat mendapat update pengadaan rudal.
| Rudal Kh-31 |
![]() |
| Rudal Kh-31 |
| Su-30MK2 TNI AU mengudara dengan tentengan Kh-29TE (foto: ipenk) |
| Rudal Kh-31P (kanan) dan Rudal Kh-29TE (kri) milik TNI AU. |
Untuk Kh-29TE masuk dalam kategori long range dengan jangkauan tembak antara 20 - 30 km. Sementara jarak tembak minimumnya 3 km. Rudal ini tak bisa diluncurkan sembarangan, batas mimum ketinggian untuk dilepaskannya rudal adalah 200 meter dari permukaan laut, sementara batas maksimumnya ketinggian dilepaskannya rudal yakni 10.000 meter. Kh-29TE pun punya versi yang lebih maju, yaitu Kh-29D, yang disebut-sebut sebagai rudal generasi keempat, mengambil platform Kh-29TE namun dengan penggantian pemandu imaging infra red, sehingga rudal dapat dilepaskan dalam moda fire and forget.
Baik Indonesia dan Malaysia sejauh ini diketahui mengadopsi jenis Kh-31A (anti ship missile) dan Kh-31P (anti radiation missile). Dan untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, rudal yang dalam kode NATO disebut AS-17 Krypton ini dilepaskan oleh AU Malaysia (Royal Malaysia Air Force/RMAF) dengan mengambil lokasi penembakkan di kawasan Perairan Sabah yang dekat Laut Cina Selatan.
Tidak tanggung-tanggung, dalam uji coba yang berlangsung di September 2014, dua jenis rudal diuji cobakan, yakni Kh-31A dan Kh-31P. Kedua rudal dilepaskan dari satu jet tempur. Dan dibawah pantauan helikoptr Super Lynx AL Malaysia, kedua rudal dilaporkan suskses menggasak target statis di tengah laut. Uji tembak rudal Kh-31 A/P berlangsung sebagai bagian dari latihan Angsa 9/2014, yang dalam babak latihan juga ditembakkan rudal Sea Skua dan rudal anti kapal MM40 Exocet dari kapal perang.
| Momen pelepasan rudal Kh-31 dari Su-30MKM Malaysia. |
| Tembakan rudal Kh-31 mengenai sasaran. |
Saat meluncur, tahap awal rudal ini berakselerasi dengan mesin roket untuk mendapatkan kecepatan 1,8 Mach. Setelah itu mesin pendorong pertama dilepas untuk digantikan 4 mesin jet pendorong, demi mencapai kecepatan maksimum. Kecepatan tinggi rudal ini berguna untuk mengurangi resiko tertembak, karena harus menerobos sistem pertahanan musuh untuk menghancurkan radar penjejak (air search radars) dan fire control radar.
Kh-31P memiliki panjang 5,2 meter dengan berat 600 kg dan mampu menembak sasaran sejauh 110 km. Karena rudal ini ditugaskan untuk menghancurkan radar musuh, dia tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag).
Merujuk ke informasi dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), RMAF telah membeli 150 unit Kh-31A/P. Paket rudal ini sudah diterima Malaysia pada tahun 2009 untuk melengkapi 18 unit Su-30MKM. Bagaimana dengan Kh-31 di TNI AU? Mengutip sumber dari Janes.com (30/12/2015), TNI AU telah mendapat persetujuan untuk menerima Kh-31 A/P dengan nilai US$24 juta. Jika harga per unit Kh-31 ditaksir US$550 ribu, maka populasi Kh-31 A/P di Indonesia diperkirakan ada 43 unit.
Di akhir bulan ini, tepatnya 29 September 2016 akan dilangsungkan latihan Puncak Angkasa Yudha 2016. Latihan yang akan digelar di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, bakal melibatkan 48 unit pesawat tempur, di dalamya termasuk ada F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/Su-30. Sejauh ini baru terdengar rencana penembakkan rudal hanud MANPADS QW-3 oleh Paskhas, tapi bukan tak mungkin bila nanti ada kejutan penembakan rudal udara ke permukaan. (Gilang Perdana)
| Tweet |

0 Comment "Rudal Kh-31 Telah Di Uji Tembak Oleh Malaysia, Indonesia Kapan ?"
Posting Komentar