Bell AH-1Z Viper, Helikopter Serang Maritim Australia

Bell AH-1Z Viper
Helikopter Bell AH-1Z Viper diusulkan sebagai Helikopter serang maritim Australia dan akan ditempatkan di kapal LHD Canbera Class terbaru RAN, demikian ucap perwakilan perusahaan Bell kepada IHS Jane di Avalon Airshow kemarin (24 Februari).

Bob Carrese, Wakil presiden regional untuk Asia-Pasifik, mengatakan sementara tidak ada persyaratan dari Australia secara formal, Helikopter Viper direkomendasikan sebagai helikopter serang maritin, sebagai harapan sebelum meng-upgrade helikopter Airbus 'Tiger' untuk konfigurasi maritim.

"The AH-1Z sudah melakukan semua misi yang dilakukan ADF [dengan Tiger], dan banyak lagi. Hal ini dapat membawa 16 rudal Hellfire [air-to-surface missiles] ditambah dua [air-to-air missiles] Sidewinder, dan memiliki cost-per-flight-hour seperti yang dicari ADF," katanya.

Angkatan Darat Australia saat ini menggunakan 22 helikopter Tiger, keputusan program upgrade helikopter ini masih digodok untuk dapat beroperasi dari dua LHDs Canberra Class Royal Australian Navy (RAN).

Menurut Carrese, kasus melawan program upgrade helikopter Tiger daripada pengadaan helikopter AH-1Z ini, karena helikopter Viper khusus dirancang untuk dioperasikan dalam lingkungan maritim.

"Ini bukan hanya tentang terbang helikopter dari kapal," katanya. "The AH-1Z telah dibangun untuk tahan terhadap korosi, mesinnya sama dengan yang dipasang pada [Lockheed Martin] helikopter maritim MH-60R [sebagaimana telah dipilih oleh RAN], dan rotor utama dengan sistem lipat dan sistem yang terlindung sehingga menjadi 'kapal-aman' ". Dengan 'kapal-aman', menurut Carrese berarti bahwa elektronik onboard kapal tidak akan mengganggu hardware dan software helikopter, seperti layaknya helikopter didarat.

Helikopter AH-1Z secara fisik cocok untuk domain maritim, kata Carrese, keuntungan yang lain dalam pelayanan operasional bersama dengan Korps Marinir AS (USMC). USMC secara teratur berada di Darwin, sehingga ADF dapat beroperasi bersama AH-1Z semakin banyak, sehingga ada keuntungan nyata dari interoperabilitas dan dukungan yang bisa didapat Australia dalam memilih helikopter ini.

Carrese mengatakan keputusan pengadaan AH-1Z masih belum jelas.

Selain berharap untuk pengadaan Australia, Carrese mengatakan kepada IHS Jane bahwa perusahaan sejauh ini telah menerima "tiga atau empat" surat pemberitahuan dari pelanggan internasional yang potensial untuk pengadaan helikopter AH-1Z, meskipun ia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut. (IHS Janes)

72 Pesawat Siluman F-35 Australia Akan Dilengkapi Dengan Rudal Canggih JSM

F-35
Pesawat Tempur Siluman F-35
Australia bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Norwegia untuk membuat rudal presisi stand-off Joint Strike Missile (JSM), seperti yang disampaikan Menteri Pertahanan Australia Kevin Andrews pada 26 Februari 2015.

Sistem senjata JSM, sedang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Norwegia Kongsberg, yang disiapkan sebagai amunisi serangan presisi untuk F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (JSF), Lockheed Martin dan dirancang digunakan lewat weapon bay dari pesawat varian F -35A dan F-35C.

IHS Jane melaporkan di Juli 2014 bahwa Australia sedang mempertimbangkan keterlibatan lebih besar dalam program ini. Pada saat itu, juru bicara Departemen Pertahanan Australia (DoD) memaparkan tentang diskusi antara Australia dan Norwegia pada perluasan kerjasama yang berfokus pada integrasi rudal ke F-35.

Andrews menjelaskan partisipasi Australia bertujuan untuk menjamin ketersediaan senjata bagi armada masa depan Royal Australian Air Force (RAAF), yakni F-35A JSF.

“Berpartisipasi sekarang dalam program pembangunan JSM dengan Norwegia akan memaksimalkan efektivitas biaya kontribusi Australia dan memastikan kemampuan senjata dikembangkan dan diintegrasikan ke F-35A di timeline yang dibutuhkan oleh Australia. JSM akan diakuisisi oleh [pemerintah Australia] di dekade ini, “kata Andrews.
f-35 joint strike missile
Australia siapkan rudal JSM untuk F-35
Menteri menambahkan bahwa, dalam kerjasama, Australia akan menyediakan keahlian spesialis dalam pembimbing rudal dan teknologi kontrol.

Dalam pernyataan terpisah, Kongsberg mengatakan kegiatan kerjasama akan melibatkan “beberapa mitra industri pertahanan Australia, termasuk BAE Systems Australia dan QinetiQ Australia, untuk mengembangkan [kemampuan tambahan untuk] JSM, termasuk sensor independen kedua dalam rudal untuk mengidentifikasi target radar yang bermusuhan “. Ia menambahkan bahwa kapasitas baru “akan sangat relevan bagi Australia dan negara-negara mitra lainnya yang tergabung dalam program F-35″.

Kongsberg telah bekerja sama dengan BAE Systems Australia untuk beberapa waktu pada pengembangan sensor frekuensi radio pasif untuk JSM. Ini termasuk membangun model pengembangan rekayasa.

Australia telah berkomitmen untuk pengadaan 72 pesawat tempur siluman F-35A. Dua yang pertama telah diserahkan pada tahun 2014 dan saat ini F-35 tersebut berpangkalan di pusat pelatihan pilot internasional di Luke Air Force Base Arizona untuk mendukung kebutuhan pelatihan RAAF.

Sementara Royal Norwegian Air Force mengharapkan mengoperasikan sebanyak 52 pesawat F-35A dan mulai menggunakan rudal JSM pada pertengahan dekade berikutnya. (janes.com)

Nasib Pesawat Tempur Super Tucano TNI AU

Super Tucano
Super Tucano Milik TNI AU
Jakarta (MI) : Pemerintah Indonesia memutuskan meninjau ulang rencana pembelian pesawat Super Tucano EMB 314/A-29. Tindakan ini diambil setelah Presiden Brasil Dilma Vana Rousseff menunda menerima surat kepercayaan (credential) dari Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Rianto.

Meski telah memesan 16 unit pesawat Super Tucano sejak 2012 lalu, namun tidak menutup kemungkinan dihentikan jika hubungan kedua negara terus memanas. Terutama penolakan Brasil atas eksekusi yang dilakukan Indonesia terhadap dua warganya.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan bakal pikir-pikir melanjutkan kontrak membeli 16 unit pesawat Super Tucano versi EMB-314/A-29B bikinan pabrikan Embraer asal Brasil buat memperkuat TNI Angkatan Udara. Hal itu buntut dari memanasnya hubungan Indonesia dengan negeri samba itu lantaran kebijakan hukuman mati.

Kemhan menyatakan juga bakal kembali mengkaji ulang kontrak pembelian pesawat baling-baling itu. Kebijakan itu juga bakal berdampak panjang.

"Nanti akan ditinjau kembali sesuai ketentuan kontrak. Lalu nantinya ke depan akan mengevaluasi rencana pembelian alutsista dari Brasil yang akan dibeli," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Djundan, di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut Djundan, Kemhan mendukung kebijakan politik luar negeri dalam hubungan Indonesia dengan Brasil. Bahkan dia meyakini akan menunda kontrak pembelian alat utama sistem persenjataan baru dari Brasil. Sementara buat pembelian alutsista sudah dibeli dari Brasil akan ditinjau kembali.

"Menunda proses pembicaraan pengesahan persetujuan kerja sama bidang pertahanan," ujar Djundan.

Djundan menambahkan, Indonesia tidak cuma menggantungkan membeli alutsista dari Brasil. Dia juga menegaskan tetap mendukung keputusan Presiden Joko Widodo.

"Kerja sama tidak hanya dengan Brasil saja kan. Tapi apa pun keputusan pemerintah kita dukung," tandas Djundan.

Sementara di lain kesempatan, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa 8 unit pesawat Super Tucano masih terparkir di Lanud Malang.

"Kebijakan alutsista ada di Kemenhan. Delapan yang sudah dibeli ada di Malang," ujarnya.
Seperti apa keunggulan Super Tucano buatan Brasil ini?

Dari penelusuranmerdeka.com, Super Tucano memiliki kemampuan menempuh operasi jarak jauh karena dilengkapi mesin jenis Hartzell 5-blade dan Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turboprop yang masing-masing berkuatan 1.196 kW. Dengan mesin tersebut, Super Tucano mampu melesat hingga 590 km per jam hingga jarak 1.330 km.

Dalam sebuah pertempuran, pesawat ini mampu menampung tujuh jenis senapan mesin, yakni dua unit senapan mesin FN Herstal M3P kaliber 12,7 mm jenis di bagian sayap, 1 unit kanon GIAT M20A1 kaliber 20 mm di badan pesawat, senapan mesin FN Herstal HMP kaliber 12,7 mm, dan empat minigun Dillon Aero M134 kaliber 7,62 mm.

Masing-masing sayap mampu membawa 4 unit roket berkaliber 70 mm yang bisa digunakan untuk pertempuran udara atau menembak target di darat. Tak hanya itu, Super Tucano juga bisa membawa bom dalam misi-misi tertentu.

Pesawat ini menggunakan sistem avionik MIL-STD-1553 seperti yang digunakan jet tempur AS modern lainnya, seperti F-16 Falcon, F-18 Hornet, AH-64 Apache, P-3C Orion, F-15 Eagle and F-20 Tigershark, serta sistem pengelihatan malam berupa NVG ANVIS-9.

Jangan sampai pesawat-pesawat TNI AU tak bisa mengudara seperti saat kasus embargo senjata yang dulu dilakukan oleh Amerika Serikat dulu. (merdeka.com)

PT Pindad Kembangkan Amunisi Kaliber Besar Untuk Kendaraan Perang

Amunisi produksi PT Pindad
Amunisi produksi PT Pindad
Bandung (MI) : Sebagai industri pertahanan dalam negeri, PT Pindad mengembangkan sayap bisnisnya. Kali ini, perusahaan milik negara itu mengembangkan amunisi kaliber besar.


Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menyebutkan, peluru kaliber besar itu digunakan artileri meriam atau kanon dan tank tempur Leopard. Peluru kaliber besar itu berfungsi untuk menghancurkan target sasaran.

"Saat ini, kita sudah bisa membuat MKB (Munisi Kaliber Besar) hingga kaliber 105 mm. Peluru kaliber besar itu sudah memiliki sertifikasi dan siap untuk pengadaan sistem alutsista Indonesia," kata Silmy saat kunjungan Menteri Pembangunan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago dan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Jumat (27/2/2015).

Sebagai peningkatan kompetensi peluru besar, Pindad menggandeng mitra strategis dari luar negeri yang memiliki reputasi dalam produksi amunisi caliber besar. Untuk pembuatannya, Silmy menyebutkan amunisi kaliber 20 mm, 40 mm, 76 mm, 90 mm, hingga 105 mm itu dibuat di Turen, Malang.

Mengenai target pasar, produk ini sangat diminati di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Amunisi besar buatannya bisa digunakan untuk persenjataan matra darat dan laut. Untuk itu, dia mengharapkan dalam penjualannya memerlukan dukungan dari pengguna yakni Kementerian Pertahanan.

"Dengan kemampuan ini artinya Indonesia bisa mewujudkan kemandirian dalam hal alutsista. Dan kemandirian ini pun menjadi antisipasi embargo yang kemungkinan akan terjadi," sebutnya.

Mengenai harga, MKB buatan Pindad itu lebih murah jika dibandingkan dengan buatan luar negeri. Meski tak menyebutkan angka pasti, Silmy membandingkan jika produk luar negeri hanya bisa membeli satu, maka buatan Pindad bisa dapat sepuluh kali lipat jumlahnya.

Sejauh ini, untuk amunisi kaliber kecil pihaknya bisa memenuhi kebutuhan peluru prajurit sebanyak 200 juta peluru/tahun. Idealnya, kebutuhan amunisi kaliber kecil itu terhitung sebanyak 700 juta perluru/tahun.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan produk Pindad bisa menjadi jawaban bagi kebutuhan instansi pengguna. Saleh berjanji, nantinya dia berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri sebagai instansi pengguna alutsista.

"Nanti, hasil kunjungan dari Pindad ini saya akan bawa ke rapat kabinet. Pindad selaku industri pertahanan terkemuka di Indonesia perlu kita dukung agar bisa bersaing di tingkat regional dan global melalui beberapa program penguatan dari Kementerian Perindustrian," ucapnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyebutkan pihaknya terus menggenjot dalam hal peningkatan produksi dalam negeri. Menurutnya, dengan kemampuan potensial badan usaha mulik negara (BUMN) itu mampu memenuhi kebutuhan industri strategis.

"Tahun ini, Pindad mendapatkan anggaran PMN (penyertaan modal negara) paling besar. Jumlahnya mencapai Rp700 miliar. Besarnya anggaran itu untuk mewujudkan kemandirian yang berdaulat di industri dalam negeri," ucapnya. (tempo.co)

PT Pindad Siap Produksi Mobil Komodo Dan Dipasarkan Untuk Umum

Komodo pt pindad
Rantis Komodo Produksi PT Pindad Indonesia
Bandung (MI) : Direktur PT. Pindad Silmy Karim menyatakan dirinya sering mendapat masukan untuk menjual kendaraan militer produksi pindad bernama Komodo secara umum. Kendaraan roda empat berbadan besar ini berbentuk mirip mobil SUV buatan Amerika yakni Hummer.

Sebenaranya, Komodo dibangun dengan spesifikasi khusus militer. "Jika masukkan itu diterima, kami akan mengurangi beberapa speknya supaya layak dipakai umum dan tidak terlalu mahal," kata Silmy, saat ditemui Tempo di PT. Pindad, Jalan Kiara Condong, Bandung, Jumat, 27 Februari 2015.

Jika diperhitungkan secara kasar, kata Silmy, mobil besar itu dapat dijual dengan harga di atas Rp 1 miliar. Alasannya, hingga saat ini PT. Pindad masih menggunakan mesin buatan Prancis bermerk Renault. Jika sudah mampu membuat mesin sendiri, kata Silmy, Pindad mampu menkomersilkan Komodo dengan harga terjangkau.

Namun Silmy menyatakan dirinya masih mempertimbangkan usulan tersebut. "Karena pada dasarnya, itu bukan tujuan utama Pindad," ujar dia.
Usulan terkait komersialisasi mobil Komodo itu Silmy utarakan di hadapan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam kunjungan kedua menteri ini ke PT Pindad. Di sana terparkir sejumlah Komodo yang sedang dirakit.

Mendengar penjelasan itu, kedua menteri langsung menghampiri kendaraan itu dan menengok isinya. Mereka pun masuk ke dalam Komodo, dan melihat-lihat interiornya.

Meski demikian, mereka tak mengomentari ide komersialisasi Komodo itu. "Kami melihat kemampuan bangsa dalam bidang industri, dan kami bangga," ujar Andrianof. (tempo.co)

Duta Besar Kerajaan Belanda Tinjau Kerjasama Pembangunan Kapal PKR 10514

Kapal Perang PKR 10514
Kapal Perang PKR 10514
Surabaya (MI) : Kerjasama antara Belanda dan Indonesia secara dinamis telah terjalin dalam segala bidang. Pada Industri Kemaritiman yang menjadi fokus Pemerintahan Jokowi, PT PAL INDONESIA (Persero) juga turut andil dalam pembangunan kapal perang sebagai alat utama penjaga wilayah laut Negara.  Adalah proyek pembangunan kapal baru yaitu Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR), yang bekerjasama dengan Galangan Kapal asal Belanda yaitu DSNS. Proyek prestisius bagi kedua Negara ini akan menjadi tonggak keberhasilan bagi masing-masing Negara.

Duta Besar Kerajaan Belanda, Rob Swartbol didampingi Atase pertahanan dan Konsulat kerhormatan Belanda berkunjung ke PT PAL INDONESIA (Persero). Diterima Direktur Produksi, Edy Widarto, Kapusada Baranahan Kemhan, Laksma Listyanto, Ka Project Officer Alutsista Matra Laut Laksma Suryo Djati, Dan Satgas PKR Laksma Didit S, serta staff PT PAL INDONESIA (Persero) di ruang rapat gedung utama PIP, Kamis Sore (26/02).

Dalam kunjungannya, Dubes Belanda sangat bangga terhadap PAL INDONESIA terkait kerjasama pembangunan kapal PKR yang sedang berlangsung yang dibangun bersama antara PAL INDONESIA dengan DSNS (Belanda), hal tersebut diperkuat oleh paparan Direktur penjualan dan pemasaran DSNS, Evert van Den Broek yang menuturkan bahwa proses pembangunan sejauh ini masih berjalan sesuai rencana. “Kami optimis pekerjaan ini akan sesuai rencana, dan dapat diserahterimakan pada 2017 mendatang. Untuk modul yang digarap di Vlissingen akan dikirimkan sesuai dengan rencana sesuai dengan moto bersama ONE TEAM ONE GOAL” tegasnya.

Direktur Produksi PT PAL INDONESIA (Persero) Edy Widarto, menuturkan selain dari penyelesaian proyek PKR kami juga akan memperluas bisnis untuk mendukung program pemerintah dan peningkatan bisnis. “kami juga akan mendukung program kemaritiman dengan memperluas lini bisnis dimulai dari wilayah timur Indonesia” tuturnya. Duta Besar Kerajaan Belanda, Rob Swartbol mengungkapkan kerjasama ini akan dikembangkan lebih jauh dari apa yang dihasilkan sejauh ini. “Untuk kerjasama di bidang lain dilanjutkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan yang ada.  Dengan ini hubungan antar Negara ini terus berlanjut” paparnya.

Selesai paparan, Rombongan DUBES melakukan peninjauan terkait dengan proses dan progress produksi Kapal PKR yang ada dan secara langsung juga melihat proses tempat perakitannya hingga nanti akan diserahterimakan. Selama tinjauan lapangan, rombongan juga di perlihatkan monument Badan Keamanan Rakyat (BKR) BKR Laut yang merupakan penanda sejarah para pelaut mempertahanankan wilayah laut di jawa Timur khusunya d Surabaya, serta monumen jalasveva jayamahe yang terletak tepat diseberangnya (pal.co.id)

Panser Badak Buatan PT Pindad

Panser Badak Buatan PT Pindad
Panser Badak Buatan PT Pindad Indonesia
Bandung - PT Pindad punya salah satu produk andalan yaitu kendaraan tempur berupa panser yang diberi nama Badak. Tidak hanya itu, Pindad juga memproduksi amunisi berkaliber besar. Demikian dikemukakan Direktur Utama Pindad Silmy Karim di kantornya, Bandung, Jumat (27/2/2015).

“Jadi selain produk panser Badak, kita perlihatkan juga kalau kita punya amunisi kaliber besar. Bahwa di situ, Indonesia mampu memproduksi amunisi kaliber besar ukuran 105 yang sudah disertifikasi,” kata Silmy.

Saat ini Pindad juga akan lebih mendorong proses sertifikasi kaliber ukuran 76, 90, 20, dan 40. “Kita dorong tahun ini bisa jadi bagian dari pengadaan alutsista (alat utama sistem pertahanan) dalam negeri,” ucapnya.

Selain itu, Pindad juga akan lebih giat produksi untuk semua jenis alutsista baik untuk di darat atau di laut.

“Pasarnya lokal, tapi mitra strategis kita akan mengekspor di regional maupun Timur Tengah. Kami juga perlu dukungan dari pengguna dan Menteri Pertahanan agar mensosialisasikan sehingga timbul kepercayaan diri pengguna untuk menggunakan produk dalam negeri,” jelasnya.
Panser Badak Buatan PT Pindad
Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof didampingi Dirut PT Pindad Silmy Karim, di Panser Badak, Pindad Bandung (Detik.com)
Tahun ini Pindad memperoleh ‘suntikan’ Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 700 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 300 miliar digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi, Rp 300 miliar untuk modernisasi, dan Rp 100 miliar untuk kerja sama dengan mitra strategis dari luar negeri.

Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam kunjungannya ke Pindad mengimbau kepada instansi-instansi pemerintahan dan BUMN agar memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

“Saya selaku Menteri Perindustrian mengimbau instansi yang ada di Tanah Air, termasuk BUMN, untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri terutama yang sudah dihasilkan oleh bangsa kita. Seperti panser Badak,” ujar Saleh.

Panser tersebut, lanjut Saleh, bisa saja dimanfaatkan oleh instansi terkait di dalam negeri. “Nanti kita berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, termasuk TNI dan Polri. Kalau perlu kita bawa ke sidang kabinet,” katanya.(detik.com).

Kapal Selam Nuklir China, Type 094 Jin Class

Type 094 Jin Class Submarine
Tipe 094 atau Jin Class kapal selam generasi kedua SSBN dari angkatan laut Cina
Akhir akhir ini ada berita tentang perkembangan kapal selam nuklir china yang membuat cemas AS. Berita di sindonews.com yang berjudul “Maju Pesat, Kapal Selam Nuklir China Kagetkan AS “dengan berita sbb:

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kaget dan merasa telah diungguli Angkatan Laut China. Sebab, kemampuan kapal selam nuklir China saat ini maju pesat dari perkiraan AS.

Kekagetan AS itu disampaikan Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Joseph Mulloy kepada Komite Angkatan Bersenjata Parlemen AS. ”Cukup menakjubkan,” katanya.

Menurutnya, Beijing berhasil mengeksplorasi cara-cara baru untuk memproyeksikan kekuatan militernya di laut. ”Kualitas mereka mungkin tidak sama, namun pasukan kapal selam mereka tumbuh pada tingkat yang luar biasa. Mereka sekarang memiliki lebih banyak kapal selam nuklir dari yang kita miliki,” ujar Mulloy, seperti dilansir Russia Today, Kamis (26/2/2015).
Type 094 Jin Class Submarine
Kemajuan pesat kemampuan kapal selam nuklir China membuat AS kaget. Foto Reuters.
“Mereka memproduksi beberapa kapal selam yang cukup menakjubkan dan mereka benar-benar mengerahkan segalanya,” lanjut dia. Mulloy melanjutkan, Angkatan Luat China setidaknya telah menyebar tiga (kapal selam nuklir) ke Samudera Hindia. Beijing juga mampu mengirim kapal selam dengan rudal balistik dalam sebuah misi yang berlangsung selama 95 hari.

”Kami tidak berpikir bahwa mereka memiliki senjata nuklir di kapal, tapi kami telah melihat mereka memproduksi rudal itu dan mengujinya,” ujar Mulloy.”Kami tahu mereka keluar dengan bereksperimen dan ingin tampil di dunia dengan kapal selam yang canggih.

Angkatan Laut AS dilaporkan memiliki 71 kapal selam yang bisa diandalkan. Sedangkan China, menurut perkiraan Pentagon pada tahun lalu memiliki 77 kapal selam, 55 kapal amfibi besar dan menengah, dan sekitar 85 kapal perang kecil dengan senjata rudal.

Dan berita sebelumnya dari kabar24, pada bulan desember 2014 yang berjudul “Saingi Kemampuan AS, China Siapkan Kapal Selam Nuklir”

China akan melengkapi kapal selam siluman miliknya dengan senjata nuklir yang mampu mencapai Amerika Serikat sekaligus menyembunyikan kemampuan senjatanya yang hanya diperlukan jika tiba-tiba mendapat serangan musuh.

Lima puluh tahun setelah China melakukan uji coba senjata nuklir, kini negara itu mulai mengoperasikan kapal selam jenis JIN. Kapal tersebut sulit untuk dideteksi dan dilengkapi senjata nuklir balistik JL-2 yang akan membuat negara itu siap untuk menghadapi setiap serangan sebagaimana dikutip Bloomberg, Selasa (9/12/2014).

Kapal selam nuklir itu kemungkinan akan melakukan patroli dengan menggunakan peluru kendali pada akhir tahun ini. Peluncuran itu akan membuat China memiliki kemampuan teknologi bawah laut berbasis nuklir yang tepercaya, menurut laporan tahunan kongres yang diserahkan Komisi Tinjauan Keamanan AS-China.

Pengerahan sistem senjata itu akan mengangkat prestise China pada saat pemerintahannya berupaya mengakhiri apa yang disebut sebagai “perang dingin” yang membuat AS mendominasi keamanan kawasan Asia Pasifik.
Type 094 Jin Class Submarine
Type 094 Jin Class Submarine
Type 094 Jin Class Submarine
Type 094 Jin Class Submarine
Type 094 Jin Class Submarine
Type 094 Jin Class Submarine
Bagaimana gambaran dari Kapal Selam Nuklir milik China yang membuat cemas Amerika dan  menjadi ancaman yang serius.

Jin class, Ballistic missile submarine
Tipe 094 (NATO kode:  Jin Class) kapal selam bertenaga nuklir membawa rudal balistik adalah generasi kedua SSBN dari angkatan laut Cina. Ini perkembangan yang mungkin dimulai pada awal 1980-an. Ini adalah penerus dari Type 092 atau kelas Xia . Seluruh proyek dikerjakan secara rahasia.

Spekulasi telah dibuat, bahwa pengembangan Type 094 class dibantu oleh Russian Rubin Design Bureau, namun informasi ini tidak dijelaskan lebih detail. Pembangunan kapal dimulai pada tahun 1999 dan diluncurkan pada tahun 2004. Kapal pertama ditugaskan pada tahun 2010. Saat ini setidaknya tiga kapal telah diluncurkan. Kapal kedua diluncurkan pada tahun 2007. Beberapa sumber mengklaim, bahwa total 5 kapal selam kelas ini diproyeksikan dalam waktu dekat.
Type 094 Jin Class Submarine
Spesifikasi Type 094 Jin Class Submarine
Penampakan Luar dari Jin Class ini menyerupai versi skala-up dari kelas Xia. Hal ini juga mencakup beberapa teknologi dari Type 093 ( kelas Shang ) kapal selam serang bertenaga nuklir.

Jin Class dikabarkan akan membawa dua belas JL-2 (NATO penunjukan CSS-N-5 Sabbot) SLBM. Rudal JL-2 memiliki jangkauan maksimum 8 000 km dan dapat membawa sampai 3 hulu ledak nuklir. Ini akan memungkinkan kapal selam ini untuk menyerang wilayah AS dalam jangkauan rudal, sementara ini beroperasi dari perairan pesisir Cina. Hull dari kapal selam itu diperbesar untuk mengakomodasi tabung rudal dan bagian dari reaktor nuklir. Awalnya kapal selam tersebut direncanakan untuk membawa 16 rudal. Persenjataan lainnya meliputi enam tabung 533 mm torpedo.

Beberapa sumber menyatakan bahwa kapal selam rudal balistik Cina mengalami masalah dan kelemahan dalam desain. Pada tahun 2013 KS Jin Class tidak pernah dikirim pada misi patroli .  (military-today.com)

Kabar terbaru tentang  JL-2  menurut  washingtontimes.com, February 18, 2015, “China melakukan uji coba rudal JL-2 sub”
Chinese Missile Launch JL 2
Chinese Missile Launch JL 2
China melakukan uji coba dari rudal JL-2 dengan kapal selam rudal balistik terbaru bulan lalu, hal ini menyoroti adanya penumpukan nuklir Beijing kapal selam rudal.  Uji  coba JL-2  berlangsung pada  tgl 23 Januari  2015, menurut pejabat pertahanan pentagon terkait.

Tidak ada rincian tes yang tersedia. Cina di masa lalu telah melakukan  test   JL-2 dari Laut Bohai.

Juru bicara Pentagon Lt. Col. Jeff Pool  menolak mengomentari tes tsb. Tapi  Lt. Col. Jeff Pool mengatakan uji  coba  JL-2 telah dibahas dalam laporan tahunan terbaru Pentagon thd militer China sebagai salah satu bagian dari People’s Liberation Army Navy’s    “first credible long-range sea-based nuclear deterrent.”

Di saat test JL-2 berlangsung, kebetulan, pada hari yang sama menurut pejabat Pentagon   ,    Korea Utara juga melakukan hal yg sama,   juga meluncurkan rudal balistik kapal selam yang disebut KN-11. Para pejabat pentagon mengatakan ada atau tidaknya  hubungan antara dua tes tsb.

Kongres AS-Cina bidang Keamanan Ekonomi  menyatakan dalam laporan terbaru tahunan yang JL-2 merupakan bagian dari perluasan pasukan nuklir  strategis Cina  dan tampaknya telah mencapai kemampuan operasional awal.

“JL-2 dengan jangkaun sekitar 4.598 mil memberikan China kemampuan untuk melakukan serangan nuklir terhadap Alaska jika diluncurkan dari perairan di dekat China;  Alaska dan Hawaii jika diluncurkan dari perairan selatan Jepang; Alaska, Hawaii dan bagian barat daratan Amerika Serikat jika diluncurkan dari perairan barat dari Hawaii; dan terhadap semua 50 negara bagian AS jika diluncurkan dari perairan timur dari Hawaii, “kata laporan itu.

Laporan komisi mengatakan bahwa meskipun ketidakpastian jumlah rudal nuklir Cina dan hulu ledak, “itu adalah kekuatan nuklir yang jelas Cina selama tiga sampai lima tahun ke depan akan meningkat   jauh dan menjadi lebih mematikan dan survivable dengan additional road-mobile nuclear missiles ; sebanyak lima JIN Class [kapal selam rudal], yang masing-masing dapat membawa 12 JL-2 kapal selam rudal balistik; dan rudal balistik antarbenua bersenjata dengan beberapa  multiple independently targetable reentry vehicles (MIRVs). “

China Global Times media  milik  Chinas nationalistic pada tahun 2013 menerbitkan sebuah artikel panjang yang menyatakan bahwa  serangan rudal   nuklir  JL-2  di Amerika Serikat bagian barat akan membunuh 5.000.000-12.000.000 orang melalui kombinasi ledakan dan kejatuhan radioaktif.

Artikel ini kemudian ditarik dari situs surat kabar setelah laporan tentang laporan provokatif diterbitkan di Barat.

Pemerintahan Obama dan Pentagon tetap diam pada laporan Global Times. Ketika ditanya tentang laporan di November 2013, Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana. Jonathan Greenert tampaknya mengabaikan ancaman nuklir kapal selam rudal Cina sebagai tidak kredibel.

China telah melakukan patroli kapal selam rudal pertama dengan JL-2 rudal bersenjata nuklir pada akhir tahun lalu.

Namun, Badan Intelijen Pertahanan Direktur Korps Marinir  mengatakan kepada House Armed Services Committee  3 Februari bahwa patroli kapal selam rudal pertama diluncurkan  pada   tahun ini.

Tahun lalu, China pada dua kesempatan dikerahkan kapal selam ke Samudera Hindia . apa yg dikatakan Lt. Gen. Vincent Stewart adalah bagian dari rencana untuk meningkatkan proyeksi kekuatan Cina.

“China terus produksi JIN-Class  kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir dan rudal balistik kapal selam,” kata jenderal itu. (JKGR)

Spanyol Ikuti Tender Untuk Memasok Jet Tempur Eurofighter Typhoon Ke Indonesia

Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon
Spanyol telah mengajukan tender untuk memasok jet tempur Eurofighter Typhoon kepada pemerintah Indonesia, untuk bersaing dengan penawaran produsen pesawat tempur lainnya, terkait upaya Indonesia memperkuat militernya.

Indonesia telah mengalokasikan 7 persen dari pengeluaran anggaran pertahanan selama dua tahun terakhir, dalam upaya memodernisasi persejataannya, untuk meningkatkan kekuatan regional dan mengamankan kepulauan Indonesia yang luas.

“Kompetisi yang diikuti oleh Eurofighter, untuk penggantian pesawat tempur Indonesia yang sudah tua yang digunakan Indonesia”, ujar Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Francisco Jose Viqueira Niel, Rabu (25/02/2015).

Eurofighter yang pengguna utamanya Angkatan Udara Spanyol, Jerman, Inggris dan Italia angkatan udara, menghadapi persaingan serius dengan Sukhoi Rusia dan pesawat Gripen Swedia.

SAAB sebagai produsen kedirgantaraan dan pertahanan asal Swedia telah membuka kantor perwakilan di Indonesia tahun lalu untuk mencari peluang kerjasama dengan pemerintah.

“Kami pikir sebelumnya pintu telah ditutup untuk Eurofighter. Tapi kini kami menyampaikan ke publik ingin berpartisipasi, dan sekarang masuk ke dalam perlombaan tersebut, “kata Viqueira.

Duta besar Spanyol telah bertemu dengan para pejabat senior termasuk Menteri Pertahanan Ryamirzard Ryacudu, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Panglima Militer Indonesia Jenderal Moeldoko.

Belanja militer Indonesia meningkat 3,3 persen menjadi Rp 97 triliun ($ 7,8 miliar) dalam anggaran negara 2015, dengan 40 persennya didedikasikan untuk persenjataan dan peralatan.

Viqueira mengatakan biaya Typhoon melebihi pesaingnya, namun tidak mau menjelaskannya, karena akan diungkapkan dalam pertemuan G to G, antara Indonesia dan Spanyol.

Saab mengumumkan Oktober lalu bahwa Brasil telah setuju untuk membeli 36 jet Gripen NG dengan harga total 39,3 miliar krona Swedia ($ 4,7 miliar) menempatkan biaya satuan pesawat itu sekitar $ 130 juta. (Thejakartaglobe).

Kapal Induk Thailand, HTMS Chakri Naruebet

HTMS Chakri Naruebet
Kapal Induk Thailand, HTMS Chakri Naruebet
BANGKOK:(DM) - Sejak akhir tahun 1990-an, Thailand merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk, salah satu simbol utama kekuatan militer sebuah negara.

Kapal induk Thailand ini bernama HTMS Chakri Naruebet (CVH-911), sebagai kapal induk pertama dan satu-satunya milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand yang dimaksudkan untuk menjadi simbol kebanggaan militer Thailand dan melambangkan kekuatan negara yang sedang berkembang ini.

Thailand memesan kapal induk ini dari galangan kapal Bazan Spanyol pada tahun 1992 seharga USD 336 juta. Diluncurkan empat tahun kemudian yakni pada tahun 1996 dan baru ditugaskan pada tahun 1997. Nama Chakri Naruebet berarti "Penguasa Dinasti Chakri," nama keluarga penguasa monarki Thailand.

Pada tahun 1997 dimana HTMS Chakri Naruebet pertama kali beroperasi, krisis ekonomi juga melanda negeri ini. Rencana besar Bangkok untuk terus mengoperasikan kapal ini semakin tertatih-tatih. Akibat minimnya dana untuk beroperasi, sebagain besar tugas kapal induk ini hanyalah bersandar di pelabuhan.

Kapal ini berdimensi panjang 182,65 m dan bobot benaman 11.486 ton. Kecepatan penuhnya 25,5 knot dengan jangkauan 19.000 km dengan kecepatan 12 knot. Mengangkut 675 kru dan hangarnya cukup untuk menampung 10 pesawat.

HTMS Chakri Naruebet didesain untuk mengoperasikan kelompok pesawat tempur dan helikopter V/STOL (Vertical/Short Take-off and Landing), dan dilengkapi dengan ski-jump.  Niat awalnya adalah untuk mengoperasikan kelompok udara campuran yang terdiri dari pesawat AV-8S Matador (Harrier) V/STOL dan helikopter Seahawk S-70B.

Menurut The Diplomat, pesawat Matador yang menyertai kapal induk HTMS Chakri Naruebet telah tidak lagi dioperasikan sejak tahun 2006, menjadikan kapal induk satu-satunya Bangkok ini sebagai kapal induk tak berpesawat.
HTMS Chakri Naruebet
HTMS Chakri Naruebet di Laut China Selatan, 3 april 2001. Gambar: PH3 ALEX C. WITTE, USN
HTMS Chakri Naruebet
Tampak samping HTMS Chakri Naruebet dalam perjalanan ke Laut China Selatan, 3 April 2001.Gambar: PH3 ALEX C. WITTE, USN
HTMS Chakri Naruebet
AV-8 Harrier "Jump Jet" terparkir di dek HTMS Chakri Naruebet di dekat pantai Thailand. 3 April 2001 PH3 ALEX C. WITTE, USN
HTMS Chakri Naruebet
HTMS Chakri Naruebet (atas) dan kapal induk AS USS Kitty Hawk (bawah) di Laut China Selatan, 3 April 2001. Gambar: PH3 ALEX C. WITTE, USN
HTMS Chakri Naruebet
Tampak samping HTMS Chakri Naruebet di Teluk Thailand selama latihan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2001. Gambar : PH1 KEVIN H. TIERNEY, USN.
HTMS Chakri Naruebet beberapa kali digunakan Thailand untuk operasi bantuan bencana, termasuk pasca gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004. Selain bantuan bencana, kapal induk ini beberapa kali dijadikan transportasi bagi keluarga kerajaan Thailand, yang menyebabkan klaim oleh beberapa komentator angkatan laut bahwa kapal ini hanyalah sebuah yacht besar untuk kerajaan.

Sekarang, Asia telah banyak memiliki kapal induk, seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan dengan ukuran yang berbeda-beda. Tak mau ketinggalan, Singapura saat ini juga berencana untuk memiliki kapal induk. (thailandmedia)