Aparat Keamanan Kurang Tegas, Timah Di Keruk Secara Ilegal Dan Dijual Ke Negara Tetangga

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (okezone.com)
Jakarta – Banyaknya kegiatan penambangan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) direspon negatif Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi menganggap penambangan timah di Babel sudah mengkhawatirkan dan mengganggu aktifitas nelayan tangkap.

“Ini merusak wilayah tangkap nelayan. Semua hancur dikeruk macam-macam. Sekarang ini mereka (nelayan) terganggu,” ungkap Susi saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Menurut Susi, Indonesia tidak sama sekali diuntungkan dari kegiatan tambang timah ilegal di Babel. Justru keuntungan itu dinikmati negara lain seperti Malaysia, Singapura hingga Thailand.

“Lihat angka ekspor timah Thailand. Padahal dia tidak punya timah, ini sudah clear, jadi timah ke sana ilegal?,” tegas Susi.

Susi tinggal menunggu perintah langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membersihkan kegiatan tambang timah ilegal di Babel khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai.

“Sama seperti Pak Presiden katakan, banyak tambang timah yang ilegal juga, saya tinggal tunggu perintah Pak Presiden untuk menertibkan tambang timah ilegal dan kapal penghisap di Bangka sana. Lalu memproteksi hak hidup nelayan di sana. Kalau wilayah lautnya diambil, bagaimana,” sindir Susi.
Penambangan timah ilegal Bangka Belitung
Penambangan timah ilegal Bangka Belitung
Timah Ilegal RI Dijual ke Malaysia, ESDM: Itu Sudah Rahasia Umum

Penambangan timah ilegal yang marak di Bangka Belitung (Babel) diyakini ada cukong yang bermain. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mengakui, hal ini sudah menjadi rahasia umum ada permainan mafia di penambangan ilegal ini.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, tak heran banyak yang melakukan penambangan ilegal. Karena biaya menambang timah tidak mahal dan mudah meski berbahaya.

“Tambang timah itu wilayahnya di Bangka semua ada timah, dan nambangnya mudah itu sehingga banyak sekali. Karena itu kan nambangnya mudah, dangkal sehingga rakyat banyak terlibat, sehingga tambang-tambang itu dikeruk secara ilegal,” tutur Bambang ditemui di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Bambang juga mengatakan, masyarakat yang melakukan praktik penambangan ilegal tak bekerja sendiri. Mereka pasti menjual ke penadah atau cukong-cukong baik dari dalam negeri atau luar negeri, termasuk Thailand dan Malaysia.

“Itu sudah jadi rahasia umum. Rakyat kecil kan biasanya mereka nambang, jualnya ke tengkulak, cukong-cukong. Banyak lah. Ada cukongnya. Nggak mungkin dia bekerja sendiri. Ada juga (dari Thailand dan Malaysia),” paparnya.

Meski sudah ketahuan karena dilakukan secara terang-terangan. Bambang mengatakan, tak mudah memberantas penambang ilegal tersebut sampai habis.  “Penindakan itu kan sudah dilakukan aparat. Pasti sudah pernah ditindak, tapi kan sulit karena banyak,” tutupnya. (detik.com)

Presiden Jokowi Larang Impor Kapal, Industri Galangan Kapal Dalam Negeri Mulai Bangkit

KRI Teluk Bintuni
KRI Teluk Bintuni, Buatan galangan kapal dalam negeri
Menurut rencana, selepas kehadiran KRI Tarakan 905, masih akan tiba KRI Dumai yang sedang dibuat oleh PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) [indomiliter] ♔

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kepulauan Riau menyatakan bakal melarang impor kapal karena industri galangan kapal dalam negeri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan.

"Tidak boleh lagi pesan ke luar, buat apa pesan ke luar negeri kalau dalam negeri bisa bikin," kata Presiden Jokowi dalam silahturahim dan dialog dengan pelaku industri galangan kapal di PT Anggrek Hitam Batam, Kepri, Minggu.

Presiden mengatakan setelah meninjau industri galangan kapal di Batam, dirinya menjadi terbuka bahwa dalam negeri mampu membangun kapal sendiri.

"Saya nanti akan minta list kebutuhan kapal oleh BUMN, kementerian, dan lembaga," katanya.

Ia menyebutkan PT Anggrek Hitam sebagai perusahaan galangan kapal misalnya, mampu membangun semua jenis kapal, antara lain kapal penumpang, roro, kargo, dan tanker.

"Kita bisa membangunnya sendiri," katanya.

Menurut dia, dengan adanya target membentuk poros maritim melalui tol laut sehingga ada konektivitas maka industri galangan kapal di Indonesia harus mendapatkan perhatian secaraq serius.

"Di Batam ada 104 perusahaan galangan kapal. Setelah pulang dari sini, saya akan kumpulkan BUMN, Kemenhan, Kemenhub, Kemen KKP, Pertamina, PN Gas, dan tidak boleh lagi pesan ke luar," katanya.

Ia menyebutkan kandungan lokal produk dalam negeri mungkin masih sekitar 40 persen, namun ia optimistis secara bertahap akan meningkat.

"Waktu ke Korea saya kagum, di sini lebih kagum, ternyata di sini juga bisa, industri ini bisa buat tanker 17.500 DWT, saya tidak ragu lagi," katanya.

Presiden instruksikan kementerian beli kapal dalam negeri

Presiden Joko Widodo menginstruksikan semua kementerian yang terkait dengan tol laut, membeli kapal produk dalam negeri, termasuk dari Batam yang memiliki banyak galangan kapal dengan kemampuan membangun bernagai jenis kapal.

"Saya minta semua membeli produk kapal dalam negeri. Termasuk Pertamina dan lainnya yang membutuhkan kapal tanker. Tidak usah membeli dari mancanegara," kata dia usai berdialog dengan pengusaha kapal di Kabil, Batam, Kepri, Minggu.

Ia mengatakan, awalnya kagum saat berkunjung ke Korea Selatan dan melihat industri kapal negara tersebut yang dinilai sangat maju.

Namun, Presiden mengatakan usai mengunjungi galangan kapal di Batam meyakini bahwa industri yang ada sudah mampu membangun berbagai jenis kapal untuk keperluan dalam negeri.

"Setelah melihat industri galangan di Batam, saya menjadi terbuka. Bahwa industri galangan kapal Batam, mampu membangun sendiri kapal untuk kita," kata Presiden.

Presiden juga mengatakan, setelah pulang dari Batam akan melakukan rapat kabinet terbatas di Jakarta untuk meminta daftar kebutuhan kapal selama lima tahun ke depan baik tanker, roro, kapal kargo, kapal penumpang.

"Dengan target poros maritim yang kita bangun dengan tol laut, butuh dukungan industri galangan kapal, Kita akan mengadakan dari dalam negeri," kata dia.

Presiden Jokowi juga mengaku kaget dengan jumlah industri galangan kapal di Indonesia dan Batam yang tumbuh pesat. Saat ini di Batam ada 104 industri galangan kapal besar yang mampu memproduksi berbagai jenis kapal.

"Nanti, saya akan kumpulkan semua menteri yang terkait dengan kapal," kata presiden.

Dalam diskusi bersama pengusaha Kapal Batam, Presiden mengatakan agar siap untuk membangun kapal untuk kebutuhan seluruh kementerian yang ada.

"Karena itu, saya tidak ragu memberikan proyek ini ke bapak ibu sekalian. Baik tongkang, dan lainnya. Mengapa harus membeli dari luar negeri kalau dalam negeri mampu," kata dia. (antaranews.com)

Moderenisasi Alutsista Indonesia Menjadi Sorotan Dunia

Leopard TNI
Leopard 2A4 TNI AD
Jakarta (MI) : Setelah ekonomi pulih dari krisis yang mendera sejak 1997, Indonesia kembali gencar memperkuat pertahanan dalam negerinya. Pembelian besar-besaran segera dilakukan, tujuannya adalah untuk mengganti peralatan tempur maupun mesin perang yang sudah usang dengan yang baru.

Sayang, upaya ini sempat terhambat akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang mengembargo pembelian senjata terhadap Indonesia. Meski begitu, Indonesia tetap berupaya melakukan pembelian, salah satunya dengan Rusia demi mendatangkan Sukhoi Su-27.

Berakhirnya embargo senjata membuat Indonesia lebih gencar mencari alutsista baru dari berbagai negara. Mulai dari kapal perang, kendaraan angkut personel hingga tank masuk ke dalam daftar belanja Indonesia.

Rencana-rencana pembelian ini rupanya tak hanya jadi sorotan di Indonesia, tapi juga dunia. Banyak media maupun situs pertahanan internasional memberitakan upaya TNI untuk mengganti alutsista lama dengan yang baru.

Berikut beberapa pembelian alutsista TNI yang jadi perhatian dunia :

1. Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan memperbarui armada tempurnya dengan membeli pesawat Sukhoi Su-35 Flanker. Pembelian ini dilakukan untuk mengganti pesawat F-5 Tiger buatan Amerika Serikat yang sudah semakin uzur.

Rencana pembelian Su-35 oleh TNI AU ternyata menjadi sorotan dunia. Sejumlah situs persenjataan dunia ikut menyoroti soal pembelian jet tempur canggih ini. Terbukti pembangunan alutsista TNI cukup dipantau dunia.

Situs airforce-technology.com dan defenseworld.net, laman yang membahas khusus kekuatan tempur udara ini merilis niat Indonesia membeli peralatan canggih buatan Rusia itu.

Dengan mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Agus Supriatna, pesawat Su-35 masuk ke dalam daftar pembelian yang dilakukan mulai tahun ini. Selain Su-35, Indonesia juga mengincar F-16 Block 52+ Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon, dan Swedish JAS 39 Gripen fighters.

Menurut Agus, Su-35 masuk dalam daftar incaran karena dapat memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Udara, dan lebih mudah dioperasikan. "Semua bisa dipesan, tapi kami sebagai operator ingin empat pesawat baru," ujarnya.

Keinginan tersebut mendapat tanggapan positif dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin. Dia berharap agar pembelian pesawat ini bisa terealisasikan.

"Kerja sama militer antara kedua negara telah terbangun beberapa waktu lalu, dan kami ingin meningkatkannya lagi," kata Mikhail.

Meski begitu, Indonesia masih belum memutuskan jenis pesawat tempur untuk menggantikan F-5 E Tigers buatan Northrop Grumman. Saat ini, TNI AU masih mengoperasikan 11 F-5E/F yang bermarkas di Skadron 14 Lanud Iswahyudi.

Sukhoi Su-35 merupakan model terbaru dari Su-27M Flanker, di mana terdapat peningkatan terhadap kemampuan superioritas tempur udara, dan didesain agar bisa menembak berbagai target dengan menggunakan peluru kendali maupun non-kendali.

2. Helikopter anti-kapal selam
AS-565 MBe Panther TNI
AS-565 MBe Panther, TNI AL
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera memperkuat pertahanan perairan dengan mendatangkan helikopter anti-kapal selam. Sebanyak 11 unit heli canggih ini akan dibeli dari perusahaan penerbangan Eropa, Airbus.

Rencana pembelian ini rupanya mulai menjadi perhatian internasional. Sejumlah media menganggap pembelian ini dapat meningkatkan kemampuan militer Indonesia dari ancaman bawah laut.

"Skuadron penerbangan, bernama Skuadron Udara 100, akan dibangun untuk memberi dukungan operasional terhadap armada baru 11 heli anti-kapal selam berupa AS-565 MBe Panther," demikian ditulis thediplomat, Minggu (21/6).

Tidak ada tanggal yang pasti skuadron ini akan mulai beroperasi. Namun, sesuai keterangan dari sejumlah pihak di TNI AL, media ini memperkirakan skuadron akan dimulai saat Panther pertama diterima. Sehingga, unit ini akan terbentuk awal tahun depan.

"Panther ini telah menjadi satu dari platform anti-kapal selam ringan/menengah terbaik di dunia, di mana terdapat sistem ASW terkini serta kemampuannya untuk dioperasikan dari kapal korvet maupun frigat kecil," sahut Kepala Regional Asia Tenggara dan Pasifik, Philippe Monteux di Airbus.

Diperkirakan, heli canggih ini akan diterima secara keseluruhan pada akhir 2017 mendatang. Skadron yang ditugasi untuk mengoperasikannya akan ditempatkan di Lanud Juanda, Surabaya.

Helikopter ini akan dioperasikan untuk kapal korvet SIGMA 10514 dan korver kelas Bung Tomo. Sebagai perlengkapannya, heli AS-565 Panther akan dipasangi torpedo ASW Raytheon Mk 46 atau Whitehead A.244/S lightweight, dan termasuk sonar DS-100 helicopter long-range active sonar (HELRAS).

DS-100 merupakan jenis sonar versi 1.38 kHz dari AQS-18A yang lebih populer. Alat ini mampu mendeteksi benda hingga kedalaman 500 menter untuk pemantauan dan pencarian bawah laut. Dengan resolusi proses dopler dan denyut yang panjang, bisa mendeteksi kapal selam meski melaju dengan kecepatan sangat rendah.

Bersama L-3, DS-100 bisa dipakai untuk mendeteksi, menetapkan target dan meluncurkan senjata terhadap target kapal selam di kedalaman atau perairan dangkal.

3. Tank Leopard
Leopard 2A4 TNI AD
Leopard 2A4 TNI AD
Bila alutsista baru bagi TNI AU dan TNI AL masih dalam proses pemesanan dan pembuatan, TNI Angkatan Darat sudah lebih mendapatkan mesin perang baru. Mesin perang yang dimaksud adalah Tank Leopard 2 buatan Rheimentall, Jerman.

Leopard 2 merupakan tank jenis Main Battle Tank (MBT) dengan kemampuan tembak yang cukup mumpuni, beratnya pun mencapai 62 ton dengan jarak tembak 4 km. Tank ini dioperasikan oleh Batalyon Kavaleri 8/2 Narasinga Wiratama di Pasuruan.

Sebelum tiba di Indonesia, rencana pembelian Tank Leopard ini sempat menjadi pusat perhatian dunia, maupun negara tetangga. Beberapa media, khususnya situs militer, memuat berita soal Leopard yang bakal memperkuat pertahanan RI.

Malaysiandefence.com misalnya, memuatnya dengan berjudul 'Indonesia getting Hercules planes and Leopard MBTs too'. Tulisannya menyadur situs berita Asiaone, di mana Indonesia mendapatkan menerima Leopard, ditambah Tank Marder.

Sementara, defenseindustrydaily.com dalam tulisannya berjudul 'Indonesia Becomes the Latest Buyer of German Tanks' lebih menitikberatkan pembelian tank tersebut. Situs ini juga menyebut Indonesia merupakan pengguna tank terbesar, di atas Singapura.

4. SPR-2 Kopassus
SPR-2
Senapan Sniper Anti Material Tank, Buatan PT Pindad
PTPindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

"Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi enggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia. (merdeka.com)

TNI AL Akan Hidupkan Lagi Skuadron Udara 100 Anti Kapal Selam

Helikopter Panther AS565
Helikopter Anti Kapal Selam TNI AL: Panther AS565
Surabaya – Skuadron Udara 100 TNI AL yang berintikan helikopter anti kapal selam yang pernah begitu ditakuti lawan pada dasawarsa ’60-an, akan dihidupkan kembali. Skadron 100 ini akan menjadi tulang punggung kekuatan TNI AL dalam operasi di laut.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, di Surabaya, Rabu 17/06/2015 menyatakan, “Langkah awal menghidupkan kembali Skadron 100 yang sempat dimiliki TNI pada ’60-an itu dengan 11 unit helikopter yang akan diterima secara bertahap pada tahun ini.”

Pada dasawarsa ’70-an, skadron helikopter TNI AL pernah diperkuat jajaran helikopter WASP buatan Inggris.

Walau sama-sama memakai helikopter, namun skadron helikopter TNI AL dan TNI AU memiliki beberapa perbedaan doktrin dan misi operasi.

Salah satunya adalah manuver pendaratan dan lepas landas dari geladak pendaratan (helipad) di kapal perang yang bergerak alias berlayar di laut pada berbagai skenario cuaca, misi, dan persenjataan.

Ini satu kemahiran utama yang sangat dipersyaratkan bagi penerbang-penerbang helikopter TNI AL, yang tidak diperlukan bagi penerbang helikopter di skadron udara TNI AU.

Dia ada di Surabaya untuk menerima brevet penerbang dari Pusat Penerbangan TNI AL dan diangkat menjadi warga kehormatan satuan itu oleh Komandan Pusat Penerbangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta.

Penyematan brevet itu puncak rangkaian HUT Ke-59 Pusat Penerbangan TNI AL (1956-2015). Ritual pemberian brevet diawali dengan penerbangan Supandi dalam helikopter Bell-412 bernomor registrasi HU-420, yang dipiloti Mayor Pelaut Triwibowo.

Penerbangan kehormatan itu selama 28 menit di ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Saat mendarat, dua helikopter latih Bonanza mendampingi. Setelah mendarat, barulah Setiyanta menyematkan brevet itu di dada kanan seragam Supandi.

“Ke-11 helikopter itu penting, karena Skuadron 100 itu sempat dilebur dengan skuadron lain karena tidak memiliki pesawat. Kami ingin memiliki kekuatan tempur yang lengkap dengan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT),” kata Supandi.

SSAT dalam doktrin peperangan TNI AL memiliki empat komponen, yakni kapal perang, pesawat udara, pasukan pendarat/pendudukan (Korps Marinir TNI AL), dan pangkalan. “Dengan menjadi warga kehormatan, saya memiliki kewajiban untuk memberi perhatian kepada Pusat Penerbangan TNI AL,” katanya.

“Selain membangun kekuatan, kami juga berencana melakukan validasi organisasi baru yang sudah disetujui pemerintah adalah pembentukan Komando Armada Indonesia yang berpusat di Surabaya,” katanya.

Koarmada Armada Indonesia di Surabaya itu membawahkan tiga komando, yaitu Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL, Komando Armada Indonesia Kawasan Tengah TNI AL, dan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL.

“Komando Armada Indonesia juga akan membawahkan 14 pangkalan utama TNI AL dan tiga pasukan Marinir TNI AL,” katanya. Sejauh ini ada 11 pangkalan utama TNI AL yang akan ditambah Pangkalan Utama TNI AL Pontianak, Pangkalan Utama TNI AL Tarakan, dan Pangkalan Utama TNI AL Sorong.

Khusus Pangkalan Utama TNI AL Tarakan, dinilai sangat penting karena menjadi titik fokus pengamanan perairan Blok Ambalat, yang pernah diributkan Malaysia sebagai milik sah mereka.

Semua satuan itu dipimpin seorang laksamana pertama TNI AL. (antaranews.com)

Jokowi Hadiri Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015

Presiden Jokowi
Bapak Presiden Republik Indonesia Jokowi hadiri latihan tempur di Baturaja (foto: okezone.com)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri latihan tempur TNI AD di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (16/6/2015).

Pada kesempatan pria asal Solo itu akan menyaksikan demonstrasi pertempuran TNI AD 2015. Seperti atraksi penerjunan HALO, penggunaan tujuh unit 'drone' untuk pengintaian, dan penerjunan intai tempur.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Jokowi bertolak menggunakan pesawat Hercules milik TNI AD. Tidak seperti biasanya yang menggunakan Pesawat Kepresidenan.

Suami Iriana Jokowi itu dijadwalkan akan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, dan mendarat di Pangkalan Udara TNI AD Gatot Subroto, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Di sana ia akan disambut Kepala Staf TNI AD, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Pangdam Sriwijaya, dan Wakapolda Lampung, serta Bupati Way Kanan.

Menjelang akhir acara latihan tempur TNI AD, Jokowi akan melakukan defile dengan kendaraan tempur Anoa didampingi oleh Kepala Staf TNI AD. Selain itu, politisi PDIP itu akan memberikan pengarahan kepada semua anggota TNI AD yang hadir. (okezone.com)

Penampakan latihan demonstrasi pertempuran TNI AD 2015 ini dilengkapi dengan alutsista koleksi terbaru TNI AD maupun yang lama. Latihan yang merupakan terbesar tahun ini dipersembahkan TNI AD untuk melatih ksatrianya untuk fasih menggunakan koleksi alutsistanya dalam menjaga keamanan NKRI. (Foto:  pr1v4t33r.)
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015
Demonstrasi Pertempuran TNI AD 2015

TNI Akan Bertarung Dalam Pertandingan Olahraga Militer Dunia 2015

Kopassus
Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
Para atlet dari kesatuan TNI mendapatkan penghargaan dalam kejuaraan Multi Events Panglima TNI dalam rangka peningkatan prestasi pada 6th Cism Word Military Games 2015. Pada penutupan kejuaraan tersebut, atlet TNI mendapatkan mendali yang diserahkan kepada para juara.

“Kejuaraan ini ditujukan untuk penyiapan atlet-atlet kita yang akan bertarung dalam pertandingan olahraga militer dunia, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 di Korea Selatan,” kata Irjen TNI, Letjen Syafril Mahyudin pada acara penutupan Kejuaraan Multi Events Piala Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/6).

Menurutnya, pada kejuaraan tersebut akan diikuti oleh angkatan bersenjata diseluruh dunia. Mereka berpartisipasi saling unjuk kebolehan.

“Kejuaraan ini akan diikuti oleh kurang lebih 134 negara, dari angkatan senjata se-dunia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syafril Mahyudin mengatakan ini merupakan ajang prestasi yang bisa memberikan peluang bagi TNI untuk menunjukkan prestasi-prestasi, diplomasi dan kapasitas. Hal itu merupakan tujuan dari dilaksanakannya kejuaraan tersebut.

Dia juga berharap TNI bisa masuk dalam 10 besar, karena menurutnya persiapan telah dilakukan secara matang dan latihan yang teratur kepada para atlet TNI setiap hari.

“Harapan kita bisa masuk 10 besar mudah-mudahan dengan persiapan matang kita harapkan prajurit kita bisa berhasil,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama Sekjen Komite Olah Raga Militer Indonesia (KOMI), Brigen TNI Adang Shodiq mengatakan sudah menyiapkan atlet-atlet TNI secara intensif. “Kesehariannya sudah kita siapkan melalui program kegiatan. Pada Sea Games 2015 di Sigapura lalu kita ikut, ada cabang olahraga Yudo, dan paralayang dapat emas,” ungkapnya.

Dengan latihan setiap hari menurut Shodiq para atlet TNI akan terasah mentalitas bertarungnya. Pada cabang atletik akan diprioritaskan pada kejuaraan menembak. “Kita akan prioritaskan menembak atletik,” bebernya.

Ada 5 cabang atletik yang menjadi prioritas TNI. Kendati demikian cabang-cabang lain pun bakal serius untuk diikuti.

“Atletik menembak, terjun payung orientering dan paralayang. Lima cabang ini yang kita harapkan menjadi unggulan,” papar Shodiq.

Shodiq menjelaskan orientering adalah lintas medan navigasi darat. Sebuah olahraga militer sambil berlari dengan navigasi, yang akan diikuti di Mongyong, Korea Selatan pada bulan Oktober 2015. Para atlet tersebut diambil dari kesatuan TNI terutama dari anggota Kopassus.

“Kita menggunakan SDM TNI. Latihan hampir 1 tahun. Sepanjang tahun atlet-atlet kita ini sudah kita siapkan,” katanya.

Menurutnya, jika para atlet tersebut masuk 10 besar saja sudah hebat karena persaingan kejuaraan itu di ikuti oleh seluruh negara. Dia menuturkan untuk memperkuat atlet TNI pihaknya sudah bekerjasama dengan KONI.

“KOMI sudah bersinergi dan berkolaborasi dengan KONI untuk memperkuat atlet-atlet kita,” tutupnya. (Merdeka.com)

Malaysia Bangun Enam Frigate Untuk Memperkuat Pertahanan Maritim

Malaysian Navys SGPV LCS
Malaysian Navys SGPV LCS
Lumut – Boustead Naval Shipyard memulai pembangunan enam kapal frigate untuk Angkatan Laut Malaysia (RMN) dengan biaya RM9 miliar.

Wakil Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Abdul Rahim Bakri mengatakan proyek ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan maritim, selain meningkatkan perekonomian, terutama industri perkapalan.

“Ini adalah langkah ke arah yang benar untuk negara dalam memperkuat aset dan teknologi pertahanan. Kemampuan pembangunan industri pertahanan akan menempatkan Malaysia sebagai pemain industri pertahanan,” katanya.

Abdul Rahim berbicara dalam konferensi pers setelah meluncurkan pengelasan pertama proyek Litoral Combat Ship (LCS) di Boustead Naval Shipyard.
Malaysian Navys SGPV LCS
Malaysian Navys SGPV LCS
Kapal-kapal LCS yang dibangun ini akan memiliki berbagai kemampuan peperangan. Beberapa fitur utama dari kapal adalah, memiliki kecepatan maksimum 28 knot dan kemampuan senjata peluncur torpedo, sistem rudal anti-permukaan, sistem peluncur rudal anti-udara dan senjata kaliber menengah untuk memperketat kontrol keamanan di perairan Malaysia.

Pembangunan, integrasi dan tes pada kapal LCS, akan dilakukan sepenuhnya di Lumut Malaysia, di mana konstruksi modular akan dilakukan.

Kapal pertama Kelas ini diharapkan diserahkan pada bulan April 2019 dan selanjutnya, masing-masing kapal akan selesai setiap 10 bulan. (malaysian defence)

TNI Mendapat Tawaran Untuk Melatih Tentara Australia dan Amerika

Kopassus TNI
Kopassus TNI
JAKARTA – Tawaran Panglima TNI Jenderal Moeldoko agar TNI melatih prajurit Australia dan Amerika Serikat menyusul kemenangan yang diraih TNI dalam perlombaan menembak menandakan kalau tentara di Tanah Air memiliki kemampuan yang optimal kendati belum dilengkapi alutsista yang memadai.

Meskipun kemenangan prajurit TNI ini sempat diprotes oleh Australia dan Amerika Serikat yang merasa keberatan dengan senjata buatan Pindad.

“Enggak apa-apa, itu menandakan TNI punya banyak keunggulan terutama dalam perang di hutan. Kelebihan TNI itu banyak sekali salah satunya perang di hutan itu,” ujar pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati kepada Okezone, Minggu (14/6/2015).

Nuning sapaan akrabnya menambahkan, saat ini perlengkapan TNI memang belum 100 persen bila dibandingkan dengan persenjataan yang dimiliki negara maju lainnya. Tetapi dengan prestasi yang didapat TNI dan kemudian menawarkan untuk mengajari prajurit negara lain itu mencerminkan kemampuan TNI tidak kalah dengan prajurit lainnya.

“TNI itu banyak ilmunya, sementara tentara bule punya ilmu dan alutsista canggih, maksudnya TNI memiliki ketangguhan meski belum mendapat penguatan alusista 100 persen,” pungkasnya.

Diketahui, prajurit Angkatan Darat (AD) menjuarai pelombaan menembak dalam ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015 beberapa waktu lalu. Pihak tuan rumah, yakni Australia dan Amerika Serikat, memprotes senjata yang digunakan prajurit Angkata Darat Indonesia yang berasal dari Pindad.

Namun, protes tersebut ditanggapi santai Jenderal Moeldoko dan justru menawarkan agar prajurit Amerika dan Australia dilatih TNI supaya bisa menang. (okezone.com)

TNI Akan Menjadi Pasukan Elit Terbesar Di Dunia

Menhan Ryamizard
Menhan Ryamizard
Alat utama sistem pertahanan (Alutsista) hanya faktor tambahan dalam memenangkan perang. Faktor utama kemenangan perang adalah semangat pantang menyerah.

Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di depan prajurit Brigade Infanteri 13 Galuh di Nyantong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/02) malam.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mencontohkan kemenangan Vietnam dalam melawan Amerika. Lanjut Ryamizard, prajurit Vietnam hanya memiliki semangat pantang menyerah dan hanya memiliki senapan laras pendek, dibandingkan Amerika Serikat yang dipersenjatai dengan peralatan canggih

“Dia (tentara Vietnam) pake senjata pendek, itu semangat. Jadi semangat itu yang memenangkan perang,” ujarnya.
Raider 2 TNI
Satuan Raider adalah Prajurit yang dibentuk atas inisiatif Jendeal Ryamizard Ryacudu
Lebih jauh, Ryamizard menambahkan, semangat yang ditunjukkan prajurit Vietnam patut menjadi contoh bagi para prajurit Batalion infanteri 303/SSM. Sebab saat ini TNI belum membutuhkan alutsista yang canggih.

“Jadi saya agak kecewa, dengan penambahan alutsista besar-besaran. Ini percuma saja kalau tidak ada semangatnya. Kalau alutsista lengkap, canggih tapi semangat bertempurnya nggak ada, nggak ada gunanya. Orang yang ada semangat nggak ada duanya. Senjata kalian cukup semangat, dan berkelahi tangan kosong,” tegasnya.
Raider 2 TNI
“Kita akan memiliki pasukan elit terbesar di dunia”, ujar Jenderal Ryamizard Ryacudu (KSAD kala itu) saat membentuk pasukan Raider di TNI AD
Tak hanya memberikan wejangan, mantan Pangdam Jaya itu juga berpesan agar prajurit Raider tidak boleh menggunakan kekuatan untuk melawan rakyat. Sebab TNI dan rakyat harus bersatu untuk mengamankan Indonesia

“Tidak boleh berkelahi dengan rakyat, itu malu-maluin. Sama aja kamu melawan anak kecil. Apalagi anak kecilnya kamu keroyok. Saya minta Raider, tidak boleh main keroyokan dan berkelahi. Jangan pernah kalian tempeleng rakyat. Mengalah lah dengan rakyat,” tegas Ryamizard. (Rmol.co)

TNI Gelar Latihan Gabungan Di Martapura Baturaja Sulawesi Selatan

Tank Leopard TNI
Tank Leopard TNI
Digelarnya Latihan Demonstrasi Pertempuran TNI AD TA. 2015, sebagai media untuk mengukur dan menguji latihan satuan yang dilaksanakan serta mewujudkan kesiapsiagaan dalam rangka mencegah, menangkal, dan menghadapi setiap bentuk ancaman yang timbul di wilayah NKRI.

Ratusan personel TNI beserta Alutsista dan beberapa awak media dari berbagai media massa yang terlibat dalam latihan demonstrasi Pertempuran tahun 2015 yang digelar TNI AD telah tiba di Puslatpur Martapura Baturaja Sumsel.

Hari ini, Latihan Demonstrasi Pertempuran TNI AD, di mana Brigade Tim Pertempuran (BTP) diperkuat  2 Ki tank terdiri 1 Ki tank Scorpion dan 1 Ki tank MBT Leopard bergerak taktis menuju sasaran yang sudah dikuasai musuh melakukan pertempuran dan memberikan bantuan tembakan didarat.

Terlihat, 10 unit heli bell melaksanakan operasi mobud (Mobile Udara), yaitu suatu operasi dimana pasukan tempur darat dan perlengkapannya dipindahkan secara taktis melalui udara dengan pesawat heli langsung pada sasaran atau beberapa jarak daerah daerah sasaran dibawah kendali Koordinator Operasi darat untuk dilibatkan dalam pertempuran didarat.

Dengan adanya serangan yang melibatkan kecabangan yang ada di TNI AD, musuh dapat dihancurkan. Setelah sasaran dapat direbut, dilanjutkan dengan Operasi Mobud dengan menggunakan sejumlah helikopter untuk melakukan pengejaran terhadap musuh yang tersisa.
Tank Marder TNI
Tank Marder TNI
Demikian sebagian skenario Latihan Demonstrasi Pertempuran yang ditampilkan oleh ratusan prajurit TNI AD dengan Alutsistanya di Puslatpur Kodiklat TNI AD Martapura – Baturaja Sumatera, Jum’at (12/6/15).

Selain itu, terlihat juga defile kendaraan dan flypass yang terdiri dari 25 unit pesawat udara dari penerbad, 2 heli bolkow 105, 14 heli bell, 2 heli M1-17, 4 unit M135, dan 1 unit Cassa 212 melintasi langit Martapura – Baturaja.

Latihan terbesar yang digelar TNI AD kali ini mengangkat tema “Brigade Tim Pertempuran (BTP) melaksanakan demonstrasi taktik pertempuran guna meningkatkan profesionalime prajurit dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI”. Ratusan Prajurit akan dilibatkan dalam kegiatan latihan dengan menggunakan Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) yang dimiliki TNI AD.

Kemahiran prajurit TNI AD dalam melakukan pertempuran di segala medan dan mengawaki serta menggunakan Alat utama sistem senjata (alutsista) ini rencananya akan disaksikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertepatan dengan puncak latihan pada Senin, 15 Juni 2015 mendatang di Martapura-Baturaja, Sumatera Selatan. (tniad.mil.id)