Kavaleri TNI AD Mendapatkan Kendaraan latih Leopard 2 Fahrschulpanzer

Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Para siswa kecabangan Kavaleri TNI AD yang akan ditugaskan mengemudi Main Battle Tank (MBT) terbaru Leopard 2 milik Korps Kavaleri, saat ini sudah kedatangan "alat" terbaik yang didesain untuk melatih kemampuan mengemudi mereka.

"Alat" tersebut berbentuk sebuah Fahrschulpanzer (secara harafiah: "Tank Sekolah Mengemudi"), atau lebih dikenal sebagai "Drive Training Vehicle" (DTV). DTV adalah alat instruksi pendidikan/latihan mengemudi bagi siswa kecabangan Kavaleri di Pusat Pendidikan Kavaleri TNI AD (Pusdikkav).
Leopard 2 Fahrschulpanzer TNI
Leopard 2 Fahrschulpanzer TNI AD
Seperti terlihat jelas dari tampak luar, DTV adalah Leopard 2 versi non-kombatan. Turret yang biasa ada di MBT Leopard 2 digantikan oleh kabin observasi permanen, dilengkapi dengan jendela yang menghadap depan dan samping. Sementara kanon yang digunakan adalah versi dummy (imitasi). Siswa latih duduk di posisi pengemudi Leopard 2 seperti biasanya, namun instruktur duduk di kabin tersebut, yang sudah dilengkapi dengan sistem kendali override (ambil alih) untuk sistem-sistem kritis. Sistem ini mencakup kelengkapan setir, pedal gas dan rem.
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Di dalam kabin juga terdapat dua buah kursi untuk siswa latihan lain (cadangan siswa) mengobservasi. Posisi kursi cadangan siswa ini terletak di kiri-kanan kursi instruktur dan diposisikan lebih ke belakang.

Tiga kursi di kabin atas sudah dilengkapi dengan dgn helm yang terintegrasi dengan secure intercomm-set, sehingga arahan instruktur kepada pengemudi bisa dilakukan secara langsung, dan arahan tersebut juga diketahui oleh cadangan pengemudi, termasuk koreksi yang diberikan pelatih kepada siswa yang sedang mengemudi. Hal ini meningkatkan efektivitas pelatihan, sehingga saat saat tiba giliran cadangan pengemudi melaksanakan latihan, hasil latihan akan lebih optimal.
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Kabin tersebut dilengkapi dengan vibration damper, untuk mengurangi kebisingan serta getaran, sehingga beban stress kru tank berkurang. (arc.web.id)
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer
Leopard 2 Fahrschulpanzer

PT Len Siapkan Sistem Komunikasi Militer Untuk 3 Matra

PT Len Siapkan Sistem Komunikasi
PT Len Siapkan Sistem Komunikasi
Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn), Supiadin Aries Saputra melakukan kun-jungan spesifik ke PT Len Industri (Persero) pada hari Rabu (15/4), dalam rangka untuk mengetahui perkembangan bisnis di bidang elektronika perta-hanan, khususnya kerja sama antara Len dengan Aselsan dari Turki.
Rombongan yang berjumlah 18 anggota Komisi I PT Len
Rombongan yang berjumlah 18 anggota Komisi I
Rombongan yang berjumlah 18 anggota Komisi I di sambut oleh Jajaran Direksi Len beserta manajemen mendiskusikan perkembangan kerjasama Len-Aselsan dalam penggelaran Alkom di daerah Perbatasan RI-Malaysia, serta kendala-kendala yang dihadapi perusahaan.

Dirut Len, Abraham Mose dalam kesempatan ini menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan sistem komunikasi militer  3 matra (darat, laut dan udara) yang terpadu.

Dari hasil diskusi tersebut antara lain diharapkan semua peralatan komunikasi militer Indonesia memiliki algoritma enkripsi dan hopping frequency yang diciptakan secara mandiri di dalam negeri, sehingga sistem keamanan komunikasinya benar-benar dapat terjaga.
Manpack Aikom Fiscor-100 buatan PT len
Selain itu tamu rombongan Komisi I juga melakukan tinjauan ke Ruang Display produk-produk Len untuk secara langsung melihat dan mencoba menggunakan alutsista yang dikembangkan oleh Len.

Secara keseluruhan anggota Komisi I merasa kagum setelah melihat kompetensi yang dimiliki Len, terutama dalam bidang elektronika pertahanan.

Dan mereka berharap Len dapat semakin maju dalam menyediakan alutsista untuk memperkokoh kekuatan militer Indonesia. (len.co.id)

Simulator Leopard 2a4 Untuk Militer Indonesia

Simulator Leopard 2a4
Rheinmetall LEOPARD 2A4 Driver Training Simulator (DTS) (all photos : Rheimetall)
Rheinmetall hari ini mengumumkan bahwa mereka telah berhasil lulus tes penerimaan untuk Leopard 2 simulator untuk Angkatan Darat Indonesia.

Rheinmetall telah menghasilkan simulator mengemudi dan gunnery simulator systems untuk melatih  Leopard 2 untuk personil Indonesia. Proyek ini bernilai beberapa juta euro.

The Leopard Gunnery Skills Trainer (LGST) dan  Driver Training Simulator (DTS) secara khusus dirancang untuk pelatihan awak tank Leopard 2A4 , dan terutama akan digunakan untuk keahlian penggunaan  meriam dan melatih  keterampilan para komandan, penembak dan pengemudi.
MBT Leopard 2a4 simulation
Rheinmetall LEOPARD Gunnery Skills Trainer (LGST) (photo: Rheinmetall)
Produk simulasi Rheinmetall menggabungkan mesin permainan dalam hal visualisasi dengan pelatihan hasil-hasil simulator.

Selama Maret 2015 delegasi dari Indonesia melakuan tes penerimaan pabrik (FAT) di Rheinmetall dan kedua simulator telah berhasil mereka lewati. Pengiriman dan pemasangan simulator akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Kontrak ini dan kemajuan yang cepat memberikan kepercayaan global pada Rheinmetall’s simulation technology dan keahlian tank tempur utama. (defenseworld.net)

Prancis Ajak Australia Dan Brasil Ancam Indonesia, Jika Warganya Di Eksekusi Mati

Francois Hollande
Presiden Prancis: Francois Hollande
Rencana eksekusi mati terpidana narkoba oleh Indonesia kembali diadang ancaman. Kali ini Prancis yang menolak mentah-mentah rencana itu dan mengancam akan memberikan konsekuensi jika Indonesia tetap melakukannya.

Ancaman diberikan langsung Presiden Prancis Francois Hollande yang memberikan peringatan keras kepada pemerintah Indonesia jika mengeksekusi warga negaranya Sergei Atloui. Hollande mengingatkan Indonesia akan menghadapi konsekuensi diplomatik.

Hollande bahkan mengancam, rencana kerja sama yang telah dibahas antara dirinya dan Presiden RI Joko Widodo saat KTT G20 pada November 2014 lalu, juga bisa ditunda. “Jika dia dieksekusi, akan ada konsekuensi dari Prancis dan Eropa karena kami tak bisa menerima bentuk eksekusi ini,” ujar Hollande kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu 25 April 2015.

Ditambahkan Hollande, konsekuensi sifatnya adalah diplomatik. Hal tersebut disampaikannya kepada para wartawan saat kunjungan kenegaraan ke Baku, Azerbaijan, Sabtu. “Paling tidak, kami akan menarik duta besar kami dari Jakarta,” cetus Hollande seraya menambahkan dirinya tak akan pergi ke Indonesia selama beberapa waktu.

Bahkan Hollande berniat bertemu dengan mitranya dari Australia membahas eksekusi terpidana narkoba. Komunikasi akand ilakukan Senin 27 April 2015. Saat ini dua warga negara Australia juga terancam dieksekusi mati.

“Kami akan mengambil tindakan bersama negara-negara terkait,  Australia dan Brasil untuk memastikan tak ada eksekusi,” tutur Hollande.

“Kami paham bahwa Indonesia ingin memerangi perdagangan narkoba, namun dalam kasus ini, Serge Atlaoui bekerja di laboratorium dan dia tak membayangkan bahwa dia bisa membuat produk ini,” tutur Hollande.

Terpisah Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengampuni duo Bali Nine yang terancam dieksekusi mati atas kasus narkoba. Australia memang yang paling vokal menentang eksekusi mati selama ini.

“Saya khawatir Indonesia akan jadi melakukan eksekusi dua warga Australia. Saya sangat dan benar-benar prihatin akan hal ini,” ujar Bishop seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat 24 April.

Menginjakkan Kaki Di Sarang Macan Yonkav Batalyon Kavaleri-8

Leopard a4 TNI
Leopard a4 TNI
Matahari bersinar terik di tengah birunya langit saat team ARCin menginjakkan kaki di Batalyon Kavaleri-8 (Yonkav 8) TANK/MBT "Narasinga Wiratama", Pasuruan. Namun panas terik tersebut tidak menyurutkan semangat ratusan peserta gladi dalam rangka Serah Terima Jabatan Danyonkav 8, Kaajen, Danki Kavtai 2 Divif 2 Kostrad TNI AD, yang akan dilaksanakan di lapangan Yonkav 8, dimana mereka akan melaksanakan berbagai acara menarik, seperti demonstrasi beladiri Yong Moo Do, pertunjukan sendratari Rama dan Sinta, termasuk tali kecak, dan juga tembakan kanon kehormatan.

Letnan Kolonel (Kav) Valian Wicaksono Magdi, S.Sos, akan menyerahkan jabatan Komandan Batalyon Kavaleri 8 kepada Mayor (Kav) Depri Rio Saransi, S.Sos, M.M. Letkol Valian telah mengemban amanat selaku Danyonkav 8 semenjak tahun 2014.
Leopard a4 TNI Batalyon Kavaleri-8
Leopard a4 TNI Batalyon Kavaleri-8
Di dalam masa kepemimpinan beliau, Yonkav 8 menerima dan mengoperasionalkan Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4 asal Jerman dalam inventorinya. Yonkav 8 adalah satuan pertama di jajaran TNI AD yang mengoperasikan MBT tersebut, dan menjadi satuan kavaleri pertama TNI AD yang mengoperasionalkan sebuah Main Battle Tank.

Selanjutnya Letkol Valian akan melaksakan penugasan sebagai Kepala Departemen Pengetahuan Militer Umum (Kadep Pengmilum) Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD.

Dalam keberjalanannya semenjak dibentuk pada tahun 1962 di Bandung sebagai batalyon kavaleri tank pertama, Yonkav 8 telah mengoperasikan berbagai jenis alutsista ranpur. Dimulai dari PT-76 asal Uni Soviet (Rusia), yang lalu diserahterimakan kepada Korps Kavaleri Marinir TNI AL, ketika Yonkav 8 mendapat peremajaan ranpurnya sebagai efek dari Proyek “Beta I” oleh TNI. “Beta I” yang dilaksanakan di akhir 1970an merupakan proyek pengadaan alutsista ranpur melalui hibah dari stok NATO. Dari “Beta I”, Yonkav 8 mendapatkan tank AMX-13 kanon 75mm dan AMX-13/APC, dimana keduanya merupakan buatan Perancis. Pada tahun 1987, peremajaan lebih jauh dialami oleh Yonkav 8 sebagai imbas dari Proyek “Beta II”, dimana Yonkav 8 menerima tank AMX-13 kanon 105mm. Pada akhir 1990an, Yonkav 8 juga mendapatkan peremajaan lebih jauh berupa Scorpion dan keluarga Stormer buatan Inggris, yang masih dipakai hingga saat ini.

Posisi Yonkav 8 di Bandung mengalami redislokasi/pergeseran posisi pada 1995 ke tempatnya sekarang di Beji, Pasuruan, Jawa Timur, sebagai imbas rencana pembangunan Yonkav Model di lingkungan TNI AD.

Yonkav 8 terdiri atas unsur-unsur Kompi, yaitu Kompi Markas, Kompi Tank 81/”Cobra”, Kompi Tank 82/”Laba-Laba”, serta Kompi Tank 83/”Rajawali”. Secara umum, Kompi Tank 81, 82 dan 83 memiliki tugas pokok yang sama sebagai Kompi manuver atau Kompi tempur dari Yonkav 8. Spesifikasi Ranpur yang dimiliki dalam organisasi Yonkav Tank saat ini berjumlah 13 unit Ranpur :
Leopard a4 TNI Batalyon Kavaleri-8
Leopard a4 TNI Batalyon Kavaleri-8
1. 9 unit Tank Scorpion Kanon kal. 90 mm (masing-masing Ton memiliki 3 Tank Scorpion)
2. 3 unit Tank Stormer APC (masing-masing Ton memiliki 1 Tank Stormer APC)
3. 1 unit Tank Stormer Komando (Ranpur Ko Danki)

Maka secara umum setiap Peleton Tank terdiri atas 3 Tank Scorpion dan 1 Tank Stormer APC.

Seiring kedatangan tank MBT Leopard 2, organisasi Yonkav MBT akan memiliki komponen yang berbeda, yang rencananya akan mulai diberlakukan pada tahun ini. Perbedaan tersebut adalah perubahan setiap Kompi Tempur memiliki 14 unit Ranpur, terdiri atas:

1. 1 unit Tank Marder Komando (Ranpur Komando Kompi)
2. 13 unit Tank MBT Leopard 2 (1 unit Tank Danki, dan masing-masing 4 unit Tank untuk tiap Peletonnya)

Dalam perjalanannya, Yonkav 8, baik sebagai satuan maupun elemennya, terlibat dalam pelbagai penugasan operasi, mulai dari operasi penumpasan DI/TII di Majalaya, operasi Seroja di Timor Timur, operasi Daerah Rawan di Aceh, operasi Waspada di Bali, sampai Operasi Leuser 03. Tidak hanya di dalam negeri, personil Yonkav 8 ikut bertugas sebagai bagian dari Kontingen Garuda (KONGA) TNI di Lebanon secara rutin, mulai dari Konga XXIII – A / UNIFIL tahun 2006, sampai Konga XXVI – F2 / UNIFIL hingga tahun 2014 lalu.

Dalam perencanaan ke depannya, Yonkav 8 akan menerima alutsista ranpur yang akan meningkatkan kemampuan tempur Yonkav 8 lebih jauh lagi, dimana ranpur tersebut memiliki peningkatan perlindungan dan daya gempur, dan dilengkapi sistem panoramik 360° yang mengoptimalkan kesadaran situasional (situational awareness).

Apakah ranpur yang akan hadir tersebut? Mari kita tunggu tanggal mainnya di kuartal ketiga 2015 ini… (arcinc.id)
Tank Scorpion TNI Batalyon Kavaleri-8
Tank Scorpion TNI Batalyon Kavaleri-8
Leopard a4 TNI
Barisan Leopard a4 TNI
Leopard & Stormers TNI
Leopard a4 TNI
Leopard a4 TNI
Leopard a4 TNI
Leopard a4 TNI
Leopard a4 TNI
Leopard a4 TNI
Scorpion & Stormers TNI Batalyon Kavaleri-8
Scorpion & Stormers TNI Batalyon Kavaleri-8
Stormers TNI Batalyon Kavaleri-8
Stormers TNI Batalyon Kavaleri-8
Leopard a4 TNI Batalyon Kavaleri 8
Leopard a4 TNI Batalyon Kavaleri 8

Proyek Pembangunan Reaktor Daya Nuklir Multifungsi Di Serpong

Reaktor Daya Nuklir Multifungsi
Reaktor Daya Nuklir Multifungsi
Jakarta – Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) mengumumkan, Konsorsium Rusia-Indonesia menjadi pemenang lelang untuk tahap pre-desain dalam proyek pembangunan reaktor daya nuklir multifungsi di kawasan Serpong, Banten.

Konsorsium tersebut terdiri dari beberapa perusahaan Indonesia yaitu PT Rekayasa Engineering dan PT Kogas Driyap Konsultan, dan perusahaan Rusia NUKEM Technologies GmbH, anak perusahaan BUMN nuklir Rusia yaitu Rosatom.

Berdasarkan siaran pers Rasatom yang diterima Kompas.com, Jakarta, Selasa (22/4/2015), konsorsium Rusia-Indonesia tersebut akan mengerjakan pembangunan reaktor gas-cooled multifungsi bersuhu tinggi dengan kapasitas 10 megawatt.

Nantinya konsorsium ini akan bertanggungjawab pada ruang lingkup pengerjaan yang telah ditentukan, termasuk persiapan studi kelayakan untuk desain konseptual dan paket desain dasar, selama 8 bulan.

Terkait kontrak, Rosatom menyatakan penandatanganan kontrak pengerjaan akan dilakukan pada akhir April ini. Sementara itu, untuk interaksi bea cukai, persiapan dokumen tender, dan koordinasi partisipasi Rosatom dalam proyek tersebut, akan dikerjakan oleh Private Institution RAIN, perusahaan pengelola Rosatom Asia yang berkedudukan di Singapura.

“Kami siap untuk mengembangkan desain yang efisien dan aman yang akan menjadi pemimpin dalam program nuklir masa depan di Indonesia,” kata Presiden Private Institution RAIN Alexander Marten. (Kompas.com)

Kerjasama Proyek Medium Tank PT Pindad Dengan Turki

Prototype Medium Tank Pindad
Prototype Medium Tank Pindad
Bandung (MI) : Para wakil rakyat yang tergabung dalam Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad (Persero).  Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Ri Mayor Jenderal (Purn) Supiadin Aries Saputra ini diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim di Auditorium Gedung Direktorat PT Pindad (Persero), Bandung. Acara ini dihadiri pula oleh jajaran Direksi dan pimpinan PT Pindad (Persero).

Adapun kunjungan kerja ini dilakukan untuk meminta data dan informasi dari PT Pindad (Persero) mengenai perkembangan kerjasama proyek medium tank dengan Turki. “Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai perkembangan kerjasama pertahanan antara Pindad dengan Turki, termasuk bagaimana respon dari Kementerian Pertahanan dan TNI dalam mendukung implementasi kerjasama tersebut,” ujar Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra mewakili para anggotanya.

Silmy Karim, menanggapi hal tersebut, mengatakan bahwa proyek bersama Indonesia – Turki mengenai medium tank sudah diinisiasi sejak lama, namun analisis kemampuan Pindad terus dilakukan. “Kerjasama ini sebenarnya sudah dinisiasi sejak lama oleh Pemerintah, bahkan penandatanganannya sudah terjadi sejak tahun 2013. Secara manufaktur dan testing Pindad sudah siap. Namun ada beberapa teknologi yang masih memerlukan bantuan dari para mitra seperti turret dan firing control system, navigation system, serta self defence system. Kami ingin membuat medium tank yang sempurna baik dari mobility,fire power, dan survivability” ujar Silmy.

Jadwal pengerjaan proyek sudah dibuat. Jika semuanya berjalan lancar, pada tahun 2015 ini akan dibuat satu unit purwarupa produk di Indonesia dan satu unit di Turki. Komunikasi yang lebih intens juga sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Savunma Sanayii Müste?arl??? (SSM), Kementerian Pertahanan Turki. “Untuk progress B2B, sudah dikirimkan beberapa karyawan Pindad untuk mempelajari lebih jauh teknik pengelasan aluminium armored yang dipakai sebagai bahan baku medium tank,” ujar Silmy. Ia juga menyatakan rasa optimisnya bahwa proyek ini akan berjalan dengan baik di masa depan. “Kami optimis program medium tank ini akan berjalan dengan baik karena latar belakang teknologi industri pertahanan Indonesia dan Turki yang sudah cukup baik,” tutup Silmy.

Setelah diskusi panjang di auditorium selesai, rombongan Komisi I DPR RI mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad (Persero) di Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata untuk mencoba performa produk pertahanan dan keamanan Pindad secara langsung. (Anggia). (pindad.com)

Sukhoi Su-35 VS Jet Tempur Siluman F-22 Raptor

sukhoi su-35 vs f-22 raptor
Ilustrasi Sukhoi Su-35 berhadapan dengan F-22 Raptor
Pemerintah Indonesia telah memutuskan membeli satu skuadron Sukhoi Su-35. Pesawat tempur buatan Rusia itu untuk memperkuat pengamanan wilayah udara Indonesia, seperti yang di beritakan oleh sindonews.

Pesawat tempur buatan militer Rusia ini adalah pesawat dengan mesin ganda. Pesawat Sukhoi Su-35 ayng akan memperkuat militer Indonesia merupakan pesawat generasi 4++ dan bisa dikatakan generasi ke lima. Sukhoi Su-35 merupakan pesawat yang di upgrade dari Su-27 dan memiliki kemampuan lebih baik dari generasi sebelumnya.

Pesawat Sukhoi Su-35 Lebih Unggul Dibandingkan Pesawat Siluman F-22 Raptor

Kemampuan dari pesawat Sukhoi Su-35 yang akan memperkuat Militer Indonesia memiliki kemampuan lebih baik dari pesawat lain yang mampu bermanuver diudara yang tidak dimiliki oleh pesawat lain yaitu berhenti seketika di udara serta dapat terbang cepat di ketinggian. Yang membuat takut musuh adalah pesawat Sukhoi Su-35 dapat membawa banyak rudal udara ke udara.

Pesawat Sukhoi Su-35 memiliki berbagai fitur canggih untuk mendukung pesawat ini dalam pertempuran dan data intelijen di udara. salah satu fitu canggih yang terbenam di pesawat Sukhoi Su-35 yang akan dimiliki oleh TNI AU ini adalah sistem avionik canggih yang dapat membaca keberadaan jauh sebelum pesawat itu sampai  serta memiliki kecepatan supersonik sekitar 1,5 mach yakni dua kali kecepatan suara.

Pesawat Sukhoi Su-35 dilengkapi dengan peralatan jamming yang dapat menurunkan kemampuan radar  dari pesawat musuh. Termasuk radar untuk mendeteksi sinyal dari belakang guna menembakkan peluru kendali SARH. Pesawat Sukhoi Su-35 dikatakan dapat melampaui pesawat tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor buatan Amerika Serikat.

Pesawat Sukhoi Su-35 diperkirakan akan menjadi pesainga dari pesawat F-22 Raptor ( Sukhoi Su-35 Vs F-22 Raptor ). Kemampuan lainnya dari Pesawat Sukhoi Su-35 yang melebihi kemampuan dari pesawat F-22 Raptor yaitu Su-35 dapat terbang dengan kecepatan mencapai 2.390 km/jam dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km, sedangkan kecepatan maksimal F-22 mencapai 2.410 km/jam dengan jarak tempuh 2.000 km.

PT Pindad Kembangkan Roket Balistik R-Han 122 Yang Lebih Canggih

R-Han 122 Pt Pindad
R-Han 122 Pt Pindad
Jakarta – Produsen amunisi dan senjata PT Pindad, berhasil mengembangkan roket balistik bernama Rudal Pertahanan atau R-Han 122. Roket pertama buatan Indonesia diproduksi untuk memenuhi kebutuhan TNI, pasalnya selama ini masih diimpor dari sejumlah negara.

Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengungkapkan, R-Han 122 memiliki kemampuan tembak mencapai 15 kilometer. Proyek pembuatan roket ini menjadi awal dari rencana panjang perseroan untuk membuat peluru kendali (rudal) jarak jauh.
R-Han 122 Pt Pindad
Ujicoba Roket R-Han 122 (photo: Viva)
“Yang paling ultimate kita akan buat peluru kendali dan diawali dengan pembuatan roket ini,” kata Silmy saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (17/4/2015).

Peluru kendali ini dijelaskan Silmy dapat menempuh jarak tembak mencapai ratusan kilometer dengan pergerakannya dapat dikendalikan dari pangkalan tembak. Ini akan menjadi satu hal yang membanggakan mengingat saat ini Indonesia belum mampu memproduksi peluru kendali.
Roket Balistik R-Han 122
Roket Balistik R-Han 122
Dengan komitmen Presiden Jokowi untuk mendukung industri pertahanan tersebut diharapkan Silmy proyek peluru kendali tersebut dapat segera dipercepat pembuatannya.

Seperti diketahui, di penghujung Maret 2012 lalu, Kementerian Pertahanan melakukan uji coba penembakan Roket Pertahanan (R-Han) 122 di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan.

R-Han 122 berfungsi sebagai senjata berdaya ledak optimal dengan sasaran darat dan jarak tembak sampai 15 kilometer.

Roket Balistik R-Han 122
Roket Balistik R-Han 122
Dengan semakin banyaknya produk dalam negeri yang semakin canggih tersebut diharapkan akan menjadi bagian dari kemandirian sistem pertahanan Indonesia, bahkan dapat di ekspor ke beberapa negara.

Saat ini, PT Pindad telah mengekspor sejumlah senjata ke beberapa negara di dunia seperti di Asia dan Afrika. Tak hanya itu, produk kendaraan tempur produksi Pindad seperti Panser Anoa juga laris manis dimintai negara-negara di Asean dan Timur Tengah. (Liputan6.com)

F-22 Raptor, Jet Tempur Generasi Kelima Yang Paling Ditakuti

F-22 Raptor
F-22 Raptor
Ini dia pesawat tempur paling ditakuti yang pernah dirancang oleh manusia. Sebuah produk dari Boeing dan Lockheed-Martin, didukung oleh mesin sangat kuat Pratt & Whitney. Pesawat ini merupakan jet tempur generasi kelima yang menggabungkan kemampuan untuk supercruise-yaitu, mencapai penerbangan supersonik tanpa afterburner, karakteristik siluman bersama dengan avionik terpadu canggih dan sensor.

Melihat F-22 Raptor dari berbagai sudut
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 telah menjadi kontroversi dalam beberapa tahun terakhir karena masalah dengan peralatan pendukung kehidupan di pesawat, yang membuat gejala Hipoksia- pilot. Sebagai hasil dari penyelidikan yang sangat mendalam oleh USAF dan Lockheed-Martin, masalah tampaknya telah diperbaiki dan Raptor telah dilepaskan untuk mondar-mandir di langit.
F-22 Raptor
F-22 Raptor
Untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun pelayanan, F-22 telah dikerahkan dalam pertempuran di Suriah, menggunakan amunisi presisi-dipandu menyerang target ISIS.
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor
F-22 Raptor