Infrastruktur Pembuatan Kapal Selam PT Pal Akan Segera Dibangun 2016

Infrastruktur Pembuatan Kapal Selam PT PAL
Infrastruktur Pembuatan Kapal Selam PT PAL
TNI AL memproyeksikan memiliki enam kapal selam baru, melengkapi dua kapal selam saat ini, KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, yang merupakan Tipe-209 dari Jerman. Korea Selatan menjadi salah satu alternatif penting sumber pengadaan keenam kapal selam baru itu selain kelas Kilo dari Rusia.

"Kita bangun dulu infrastrukturnya, sebab kita belum punya dan hanya punya landasannya kapal selam. Sehingga dengan ada infrastruktur, ke depan bisa lebih banyak produksi kapal selam," ucap Arifin, di Malang, Sabtu.

Ia mengatakan, keperluan Indonesia terhadap kapal selam sangat tinggi karena wilayahnya mayoritas adalah laut, sehingga kekuatan alutsista berupa kapal selam sangat dibutuhkan.

"Kalau kita melihat akan kebutuhan kapal selam sebenarnya Indonesia membutuhkan sebanyak 12 kapal selam. Sementara saat ini kita hanya mempunyai sedikit, itu pun produksi lama," katanya.

Terkait dengan rencana pembuatan kapal selam, Arifin menjelaskan saat ini sedang dalam proses produksi tiga unit, di antaranya satu unit akan dibangun di Indonesia, dua lainnya sedang dalam proses pembuatan di Korea Selatan.

"Sebanyak dua unit kapal selam dalam proses dibuat di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Lalu, satu unit dibangun di PT PAL Indonesia," katanya.

Untuk itu, sebelum memulai produksi satu unit kapal selam pihaknya akan membangun sejumlah infrastrukturnya terlebih dahulu, sehingga ke depan bisa dilanjutkan dengan produksi secara mandiri.

Sebelumnya, untuk merealisasi kapal selam PT PAL Indonesia mendapatkan kucuran penyertaan modal negara sebesar Rp1,5 triliun untuk membangun tiga unit kapal selam dengan nilai Rp500 miliar perunit.

Pembangunan itu, telah mendapat dukungan dari Komisi VI dan Komisi I DPR, dan alokasi biayanya juga menyangkut pengiriman tenaga ahli ke Korea Selatan untuk belajar pembuatan kapal selam.

Arifin berharap, ketika PT PAL Indonesia sudah memulai produksi kapal selam, akan memperkuat persenjataan Indonesia, khususnya di wilayah laut. (antaranews.com)

TNI AD Uji Tembak Meriam Howitzer 155 mm KH-179 Buatan Korea Selatan

Howitzer 155 mm KH-179 tni
Howitzer 155 mm KH-179
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) menggelar uji coba alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru berupa meriam Howitzer 155 mm KH-179 buatan Korea Selatan sebanyak 18 unit di Pantai Watu Godek, Kecamatan Tempursari (17/03).

"Meriam ini buatan Korea tahun 2011. Termasuk baru, kami belum pernah memakai," kata Komandan Pusat Persenjataan Artileri Medan Brigadir Jenderal Sonhaji.

Ada dua jenis amunisi yang ditembakkan, yakni high explosive dan rocket assisted projectile, yang ditembakkan ke tiga sasaran dengan jarak jangkau yang berbeda. Sasaran penembakan meriam adalah Dampar, yang berjarak 11 km dari lokasi penembakan; Pandan Arum (18 km); serta Pandan Wangi (30 km).

Setelah diuji coba, meriam-meriam ini nantinya akan ditempatkan di tiga daerah untuk memperkuat pertahanan Indonesia. "Enam unit meriam kami tempatkan di Berau, Kalimantan Timur; enam di Ngabang, Kalimantan Barat; dan enam di Aceh," kata Sonhaji.

Pemerintah Indonesia Akan Membeli 50 Tank Amfibi Rusia BMP-3F

BMP-3F
BMP-3F TNI
Perusahaan perantara ekspor-impor senjata Rusia Rosoboronexport mengumumkan niat Pemerintah Indonesia untuk kembali membeli kendaraan tempur infanteri tank amfibi Rusia BMP-3F yang baru.

Direktur Utama Rosoboronexport Anatoliy Isaykin menyatakan, perusahaannya dalam waktu dekat akan menandatangani kontrak pengiriman kendaraan tempur infanteri BMP-3F baru dengan Indonesia.

“Indonesia akan kembali membeli BMP-3F. Dalam waktu dekat, kami akan menindaklanjuti hal tersebut,” ujar Isaykin saat ditanya mengenai kontrak-kontrak baru dengan Indonesia kepada kantor berita RIA Novosti. Isaykin sebelum ini pernah mengatakan bahwa ia berencana untuk berunding dengan menteri-menteri pertahanan di sejumlah negara ASEAN pada saat pameran LIMA 2015 di Malaysia yang kini tengah berlangsung, termasuk dengan kepala instansi militer Indonesia.

Saat ini, BMP-3F digunakan oleh Korps Marinir TNI. Pengiriman pertama sebanyak 17 unit sudah dilakukan Rusia pada November 2010. Pengiriman ini dilaksanakan dalam lingkup pemberian kredit kepada Indonesia oleh Rusia sebesar satu miliar dolar AS, yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungannya ke Jakarta pada September 2007 lalu.

Pemerintah kemudian Indonesia kembali menandatangani kontrak pembelian 37 unit BMP-3F bernilai 114 juta dolar AS yang diperuntukkan bagi marinir Indonesia pada bulan Mei 2013. Pada bulan Januari 2014, kelompok pengiriman kedua BMP-3F secara resmi diserahkan kepada TNI Indonesia sehingga total BMP-3F yang dimiliki TNI adalah sebanyak 54 unit.

Pada bulan November 2014 lalu, Direktur Rosoboronexport Bidang Penugasan Khusus Nikolay Dimidyuk menyebutkan, perusahaannya berencana kembali mengirim sekitar 50 unit BMP-3F ke Indonesia. (indonesia.rbth.com)

Tahun 2017 Anggaran Pertahanan RI Akan Ditingkatkan Menjadi Rp 200 Triliun

TNI
Presiden Joko Widodo membahas rencana peningkatan anggaran pertahanan dan kesejahteraan prajurit TNI dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Pembicaraan itu dilakukan sambil makan siang bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3/2015).

"Berbicara soal anggaran pertahanan yang akan ditingkatkan," kata Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto.

Andi mengungkapkan, peningkatan anggaran pertahanan direncanakan naik menjadi Rp 200 triliun. Saat ini, anggaran pertahanan masih di kisaran Rp 102 triliun. Ia melanjutkan, peningkatan anggaran pertahanan dan kesejahteraan akan dilakukan ketika pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai 7 persen.

Presiden mematok target rencana ini bisa terealisasi pada 2017. "Intinya mengenai anggaran pertahanan, peningkatan kesejahteraan," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam pembicaraan Jokowi dengan Panglima dihadiri juga seluruh staf dari Mabes TNI.

Saat kampanye Pilpres 2014, Jokowi menjanjikan peningkatan anggaran pertahanan. Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto mengenai tidak adanya tentara di 300 kabupaten di Indonesia.

Jokowi menjelaskan, anggaran untuk pertahanan Indonesia saat ini mencapai Rp 80 triliun. Jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, Jokowi yakin hingga lima tahun mendatang anggaran untuk pertahanan bisa mencapai tiga kali lipat. (kompas.com)

Mengintip Kendaraan Tempur Invanteri Terbaru Buatan China

VN12
VN12, Kendaraan tempur lapis baja buatan China
VN12
VN12
Kendaraan tempur invanteri lapis baja baru China VN12 memiliki desain yang mirip dengan kendaraan lapis baja Barat. Hal ini mengingkari kebiasaan yang selalu berkiblat ke Rusia.

Kanwa Defense Review, majalah militer berbahasa China yang berbasis di Kanada menyebutkan dirancang awalnya didasarkan pada BMP-3 Soviet, VN12 adalah versi ekspor ZBD-97 China. Kendaraan terlihat sangat berbeda dari ZBD-97, yang diproduksi untuk dalam negeri. Hal ini diperkirakan untuk menarik pasar luar negeri yang biasanya style Rusia tidak populer di kalangan pembeli asing, menurut laporan tersebut sebagaimana dikutip Want China Times Rabu 11 Maret 2015.

Untuk menarik lebih banyak konsumen di luar negeri, China North Industries Corporation yang berbasis di Beijing sebagia produsen kendaraan ini menyesuaikan tampilan yang lebih mirip gaya Barat.
VN12
VN12
VN12
VN12
VN12
VN12
VN12 pertama kali ditampilkan di Eurosatory 2014 diadakan di Paris pada bulan Juni lalu. Kendaraan ini memiliki mobilitas tinggi, daya tembak yang kuat, armor modern dan peralatan perang informasi yang canggih. Kendaraan ini dirancang untuk membawa tujuh tentara dan dapat menawarkan dukungan senjata dengan dua orang turret. Menara ini dilengkapi dengan meriam otomatis 30mm.
Koaksial 7.62mm
koaksial 7.62mm dan dua peluncur
Selain itu, kendaraan ini dilengkapi dengan senapan mesin koaksial 7.62mm dan dua peluncur untuk rudal dipandu Red Arrow 73d anti-tank di setiap sisi turret. China North Industries Corporation mengatakan bahwa sistem senjata dapat menghancurkan target bergerak bergerak atau stasioner seperti tank, kendaraan lapis baja, struktur beton dan sasaran dalam semua kondisi cuaca. Enam tambahan pembuang granat asap yang dipasang di depan di setiap sisi turret.

Dilengkapi dengan mesin daya tinggi, VN12 menyediakan mobilitas unggul dan powerpack terpisahkan- untuk memudahkan perawatan. Kendaraan ini juga dapat digunakan untuk melakukan serangan amfibi.

China memiliki tradisi mengembangkan platform senjata berdasarkan sistem Soviet atau Rusia, namun VN12 menunjukkan bahwa hal itu juga dapat menciptakan senjata seperti model Barat, menurut laporan tersebut. (jejaktapak.com)

KRI Rigel 933, Kapal Canggih Hidro Oseanografi Pesanan TNI AL Dari Prancis

Hidro oseanografi
KRI Rigel 933 - kapal hidro oseanografi (photos : G. Cailler, BLE Alain)
TNI AL Bakal Punya Kapal Canggih Survei Bawah Laut

VIVA.co.id - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bakal memiliki kapal berteknologi canggih yang mampu melakukan survei bawah laut. Teknologi pada kapal itu sanggup mencitrakan apa pun yang berada di bawah laut hingga kedalaman seribu meter.

Kapal itu diberi nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rigel dengan nomor lambung 933. KRI Rigel sedang dalam proses pembangunan oleh galangan kapal OCEA di Les Sables d‘Olonne, Perancis. Indonesia memesan dua unit dan akan dikirim ke Indonesia pada September 2015.
KRI Rigel 933 hidro oseanografi
KRI Rigel 933
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, meresmikan pemberian nama KRI Rigel 933 pada kapal jenis survei hydro-oceanography itu di dermaga Les Sables d‘Olonne pada Kamis waktu setempat, 11 Maret 2015. Menteri juga mengibarkan bendera Merah Putih pada tiang kapal sebagai tanda telah resmi menjadi kekuatan TNI.

Menteri Ryamizard didampingi Duta Besar Indonesia untuk Perancis Hotmangaraja Panjaitan dan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi.

Hadir juga Atase Pertahanan RI di Paris Age Wiraksono dan Atase Darat RI di Paris Jaka Tandang dan Atase Pertahanan Perancis untuk Indonesia Sylvain L.

KRI Rigel adalah kapal survei dan pemetaan berteknologi canggih dengan bobot 515 ton, berdimensi panjang 60,1 meter dan lebar 11,3 meter.
KRI Rigel 933 hidro oseanografi
KRI Rigel 933
Kapal itu berjenis MPRV (multipurpose research vessel). Dilengkapi peralatan termutakhir survei hydro-oceanography. Kapal itu juga dilengkapi peralatan AUV (autonomous underwater vehicle) yang berfungsi melakukan pencitraan bawah laut hingga kedalaman seribu meter dan mengirimkan kembali sinyal data secara periodik ke kapal utama.

Di samping itu, kapal itu dilengkapi ROV (remotely operated vehicle), robot bawah air dengan kamera bawah air yang mampu mengambil material bawah laut di kedalaman hingga seribu meter sebagai bahan penelitian.

Pembangunan dua unit kapal itu merupakan kontrak pengadaan kapal antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan galangan kapal OCEA Perancis. Pembangunan kapal dimulai sejak Oktober 2013 dan dijadwalkan rampung pada September 2015.

Kehadiran kapal itu dalam armada TNI Angkatan Laut diharapkan dapat melaksanakan tugas pemetaan lebih baik mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. (viva.co.id)

China Akan Berikan Lisensi Teknologi Produksi Tiga Senjata Untuk Militer Indonesia

Type 90B 122mm MLRS
Type 90B 122mm MLRS (photo : Militaryphotos)
(Kien Thuc) - Indonesia akan mendapatkan teknologi produksi tiga senjata dari China termasuk Type 90B, meriam otomatis 30mm dan RCWS jenis UW-1.

Jurnal Kanwa (Kanada) melaporkan bahwa China North Industries Corporation (Norinco) telah memberikan lisensi produksi atas teknologi tiga senjata China kepada IndoMesin dari Indonesia, termasuk peluncur roket berlaras 40 dengan kaliber 122 mm Type 90B, sistem senjata remote control weapon station UW-1 dan meriam laut (naval gun) kaliber 30mm.

Senjata-senjata ini akan diproduksi di Indonesia dan akan melengkapi Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Dalam tahap awal Indonesia hanya bertanggung jawab untuk perakitan, sedangkan semua komponen dipasok oleh Norinco, di waktu kemudian Indonesia akan memproduksi sendiri. Namun senjata ini hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh militer Indonesia, dan tidak diperbolehkan untuk ekspor.
UW-1 Remote Control Weapon Station RCWS Norinco
UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) buatan Norinco (photo : China Defense Mashup)
Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama militer - kerjasama teknis antara Indonesia dan China semakin menguat. Indonesia bukan hanya membeli sistem persenjataan China namun juga membeli teknologi produksi. Contohnya adalah dalam hal pengadaan rudal jelajah anti-kapal C-705, Indonesia membeli 18 set rudal dari China dan kemudian meminta lisensi produksi.

Peluncur roket Type 90B dirancang dari peluncur roket Type 81 yang telah ditingkatkan kemampuannya, berasal dari duplikasi China atas peluncur roket BM-21 Grad buatan Uni Soviet. Tipe 90B ditempatkan pada platform chasis kendaraan 6x6 roda ban jenis Beifang Benchi 2629. Roket dengan 40 laras ukuran 122 mm ini dapat mencapai jarak pada kisaran 20-40 km tergantung pada jenis roketnya.
6 barrel 30mm NG-18 Norinco
Meriam 6 barrel 30mm jenis NG-18 buatan Norinco (photo : Kaskus Militer)
Perbedaan utama antara Tipe 90B dibandingkan dengan peluncur roket generasi sebelumnya terletak pada tambahan kendaraan pengintai artileri (artillery reconnaissance vehicles) yang secara signifikan meningkatkan ketepatan daya tembak MLRS ini.

Sedangkan UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) dapat diintegrasikan dengan senjata mesin ringan otomatis kaliber 14,5 mm atau 12,7 mm yang dilengkapi dengan peralatan surveilance modern termasuk kamera CCD warna dan alat bidik berpemandu inframerah.

Nama meriam otomatis 30 mm masih belum diketahui, namun menurut pejabat Indonesia senjata ini dapat menembak dengan kecepatan 320 putaran/menit, jangkauan maksimum 4.000 meter, dan dipasang pada kapal patroli kecil. Selain itu, informasi ini juga menyebutkan bahwa Indonesia sedang melakukan negosiasi untuk membeli teknologi meriam 76 mm dari China. (kienthuc.net.vn)

Tentera Udara Diraja Malaysia Terima Pesawat Angkut Militer A400M Dari Airbus

A400M Airbus Defence and Space
A400M Airbus Defence and Space
Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah menerima pesawat angkut militer Airbus A400M dari Airbus Defence and Space, dilaporkan laman resmi Airbus Defense and Space pada 10 Maret 2015. Penyerahan dilakukan di divisi perakitan akhir Airbus Defence and Space di Seville, Spanyol.

Malaysia memesan empat pesawat A400M berikut pelatihan dan dukungan logistik dari Airbus dengan harga sekitar USD 1,1 miliar berdasarkan kontrak pada bulan Desember 2005 silam. Selanjutnya A400M akan beroperasi bersama armada pesawat hercules C-130 TUDM yang semakin berumur.

Penyerahan ini juga merupakan pengiriman pertama A400M untuk pelanggan ekspor di luar Eropa.

CEO Airbus Defence and Space Bernhard Gerwert mengatakan: "Pesawat ini akan memberikan Satuan Pesawat Angkut TUDM kemampuan strategis dan taktis yang unik."

"(Penyerahan) Hari ini menjelaskan bahwa A400M tidak hanya sebagai pesawat yang khusus dirancang dan dikembangkan untuk angkatan-angkatan udara di Eropa, tapi benar-benar telah menjadi referensi baru di pasar pesawat transportasi taktis dan strategis global."

Kepala Staf TUDM Jenderal Dato' Sri Roslan Bin Saad mengatakan: "A400M akan menjadikan kemampuan angkut berat TUDM sebagai yang paling canggih di wilayah ini dan memungkinkan kita untuk melakukan berbagai operasi militer dan kemanusiaan yang luar biasa."

Pesawat ini rencananya akan dioperasikan oleh Skadron 22 TUDM. Setelah tiba di Malaysia, pesawat ini juga akan berpartisipasi dalam pameran pertahanan Langkawi International Maritime and Air Show, yang akan diselenggarakan dari tanggal 17-21 Maret di Langkawi, Malaysia. (Malaysia)

TNI AU Dan Kemhan Sepakat Memilih Jet Tempur Sukhoi SU-35

Sukhoi SU-35
Jet Tempur Sukhoi SU-35, Buatan Rusia
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pesawat F-5 yang sudah tidak laik terbang.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyampaikan, keputusan pembelian pesawat tempur tersebut melalui proses yang panjang. Prosesnyawa diawali pembicaraan antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia dan dilanjutkan antara Kemhan kedua negara tersebut.

“Itu sudah menjadi pilihan bersama antara TNI dengan Kemhan dan sudah menjadi kesepakatan,” ujar Moeldoko usai mengikuti kegiatan TNI Mendengar dengan tema Ketahanan di Bidang Energi dengan Berbagai Permasalahan dan Solusinya di Aula Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2015).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Fuad Basya menambahkan, pesawat tempur Su-35 menjadi pilihan untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU dalam rangka memperkuat pertahanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, pengadaan pesawat tersebut sudah melewati beberapa tahapan.

“Iya, jadi di TNI itu ada proses namanya Dewan Penentu dan Pengadaan (Wantuada) yang berada diangkatan, kemudian ada Dewan Kebijakan Penentuan Alut dan Alutsista (Wanjaktu) di Mabes TNI. Hasil Wantuada itu dikombinasikan ke Mabes TNI menjadi Wanjaktu agar menjadi interoperabilitas,” jelas Fuad.

Lanjutnya, hasil Wanjaktu kemudian TNI memilih pesawat Sukhoi-35 itulah disepakati. Tahapan berikutnya Kemhan akan menjalankan proses administrasinya.

“Proses itu (pengadaan) tinggal Menhan. Cepat lambatnya tergantung Menhan, sebab proses adminitrasinya di mereka. Kita inginnya secepat mungkin, karena F-5 sudah harus diganti,” terangnya.

Disinggung berapa jumlah pesawat tempur Su-35 akan diadakan pada tahap pertama tersebut, Fuad mengaku belum bisa menyebutkan.

“Saya enggak tahu persis jumlahnya tapi, yang jelas kita akan ganti secara bertahap dan itu sampai 2024 berakkhirnya minimum essential force (MEF) semua itu sudah hadir,” tukasnya.

SU-35 merupakan pesawat tempur terkuat buatan negeri yang dijuluki Beruang Merah. Pesawat bermesin ganda ini dianggap sebagai pesawat generasi kelima, karena kelebihan yang dimilikinya.

Pesawat turunan dari Su-27 ini mampu melakukan manuver yang tidak dimiliki pesawat tempur lainnya seperti, berhenti seketika di udara, mampu terbang cepat di ketinggian dan bisa membawa banyak rudal udara ke udara.

Pesawat dengan tempat duduk tunggal ini juga dilengkapi sistem avionik canggih dan memiliki kecepatan supersonik sekitar mach 1,5 yakni dua kali kecepatan suara dan dianggap mampu melampaui pesawat tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor buatan Amerika Serikat.(kur) (sindonews.com)

Pemerintah RI Resmi Pensiunkan Pesawat Tempur Hawk MK-53

Hawk MK-53
Pesawat Tempur Hawk MK-53 TNI AU
SLEMAN,suaramerdeka.com - Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) hari ini resmi mempensiunkan salah satu jenis pesawat tempur yang dimilikinya, Hawk MK-53. Selanjutnya pesawat buatan Inggris tersebut akan digantikan pesawat generasi terbaru, T-50 Golden Eagle.

“Rencananya pesawat Hawk MK-53 yang akan pensiun akan melakukan penerbangan terakhir dari Lanud Iswahyudi Madiun ke sini (Lanud Adisutjipto-red). Landing sekitar pukul 11.45 sampai 12.45 nanti,” ungkap Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta, Mayor Sus Hamdi Londong Allo, Kamis (12/3) pagi.

Setibanya di Lanud Adisutjipto, ujar Londong, pesawat Hawk MK-53 itu akan dimasukkan ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang ada di dalam kompleks Lanud. Menyusul satu pesawat sejenis yang sudah dimuseumkan. “Kami pensiunkan untuk selanjutnya dimuseumkan dan disimpan di sini,” imbuh Londong.

Londong menambahkan, untuk selanjutnya peran dan tugas Hawk MK-53 akan digantikan pesawat T-50i Golden Eagle buatan Korean Aerospace Industries (KAI). Pesawat tempur ringan ini sudah dimiliki Indonesia sejak 2014 silam sebanyak 16 unit.

Mereka ditempatkan di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Madiun menggantikan tugas Hawk MK-53 yang sudah bertugas 30 tahun. Atas penggunaan pesawat T-50i ini menunjukkan Indonesia sebagai operator perdana pesawat itu di luar Korsel.

Dari penelusuran, jumlah pesawat Hawk MK-53 yang tersisa hanya dua unit, dari sekitar 20-an unit lainnya yang dibeli pemerintah era 1980-an. Usianya yang sudah uzur serta kesulitan mencari suku cadang ditambah harganya yang sangat
mahal membuat jumlahnya terus berkurang. (suaramerdeka.com)