Jaga Keamanan Di kawasan Asia, AS Siapkan Helikopter Apache dan Jet Tempur F-16 Untuk Indonesia

AH-64D Apache Longbow
AH-64D Apache Longbow
Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Keamanan Asia dan Pasifik David B Shear mengaku siap dan bersemangat membicarakan pembelian Helikopter AH-64D Apache Longbow dan pesawat tempur F-16.

Dia mengatakan kemitraan pertahanan AS dan Indonesia sangat komprehensif. Kemitraan tersebut meliputi latihan gabungan, pelatihan, perdagangan pertahanan, peperangan dan pertemuan.

"Sebagian dari itu adalah bidang penjualan militer dan perlengkapan. Saya tidak tahu detil kesepakatan Apache dan F-16, tapi kami siap dan bersemangat membicarakan kesempatan itu," ujar Shear dalam kunjungannya ke Indonesia, Jumat (23/1).

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan pengadaan helikopter AH-64D Apache Longbow sudah masuk ke dalam rencana strategis (Renstra) II pada 2015-2019. Moeldoko juga menyinggung bakal terjadi pergantian pesawat F-5 Tiger milik TNI AU. Menurut dia, jet tempur buatan negeri Paman Sam itu sudah tidak layak pakai lantaran teknologinya sudah ketinggalan zaman.

Moeldoko menyatakan terdapat tiga opsi sebagai pengganti F-5 Tiger, yaitu pesawat buatan Rusia, Swedia, dan AS. Dia menambahkan Sukhoi Su-35 menjadi pilihan pertama, Saab JAS 39 Gripen pilihan kedua, dan pesawat F-16 pilihan ketiga. (republika.co.id)

PT PAL Indonesia Mulai Produksi Kapal Perang Pesanan Filipina

Kapal SSV PT PAL
Kapal SSV yang akan diproduksi PT Pal (photos : Kontan, Skyscrapercity, SuaraSurabaya)
Jakarta - PT PAL Indonesia (Persero) mulai memproduksi kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan Filipina sebanyak dua unit Strategic Sealift Vessel-1 (SSV). PT PAL mendapatkan pesanan tersebut setelah melampaui seleksi lelang internasional yang ketat dan panjang.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah mengatakan, pesanan kapal dari Filipina ini merupakan sebuah prestasi dan juga tantangan bagi PT PAL. "Nilai investasi untuk kedua kapal perang ini mencapai senilai 90 juta dollar AS," kata Firmansyah saat pemotongan pelat pertama (First Steel Cutting) SSV, Kamis (22/1/2015) di Surabaya.
Kapal SSV PT PAL
Kapal SSV-1 Philippines
Kapal perang yang akan dibuat tersebut memiliki ukuran panjang mencapai 123 meter dan lebar 21,8 meter. Dengan ukuran tersebut, akan mampu mengangkut 121 kru kapal dan 500 prajurit. Kapal tersebut juga mampu mengangkut sebanyak empat tank, empat truk, satu mobile hospital, dua jeep, dan dua buah helikopter.

Kapal yang akan memiliki kecepatan maksimal 16 knot dengan mesin berkapasitas 2 x 2.920 kW itu akan mampu beroperasi hingga sebulan penuh di laut.

"Kapal ini dapat mengakomodasi kepentingan pemesan baik mengarungi samudra maupun perairan internasional, termasuk melakukan koordinasi baik dalam operasi militer dan nonmiliter," katanya.

Menko Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo mengemukakan, SSV ini merupakan pengembangan atas desain dan teknologi dari kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang telah diserahkan oleh PAL kepada TNI AL pada tahun 2011.

"Sebanyak dua unit LPD yang telah beroperasi adalah KRI Banda Aceh (593) dan kini aktif melakukan evaluasi korban pesawat AirAsia QZ8501. Ada pula KRI Banjarmasin (592) yang didemonstrasikan ke TNI AL Filipina serta membantu misi pembebasan pembajakan perompak di Somalia dan misi kebudayaan ke berbagai negara," katanya. (kompas.com)

PT Pindad Akan Menjadi Mitra Produksi Alat Tempur Perusahaan Eropa

CMI Defence Cockerill 105mm CV90
CMI Defence Cockerill 105mm CV90 Turret
PT Pindad (Persero) berhasil meyakinkan tiga produsen senjata dan alat tempur asal Eropa untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Selama lima tahun ke depan, Pindad akan menjadi mitra produksi dan pemasaran senjata dan alat tempur tiga perusahaan tersebut di kawasan Asia.

Widja Widjajanto, Direktur Change Management Pindad menyebutkan tiga perusahaan tersebut adalah Cockerill Maintenance & Ingenierie (CMI Defense) asal Belgia yang tersohor sebagai produsen turret (sistem persenjataan) untuk panser; SAAB Dynamics AB asal Swedia yang fokus memproduksi misil; serta Rheinmetall Land System (RLS) dari Jerman yang dikenal sebagai perusahaan perawatan dan perbaikan alat tempur terbaik di Eropa.

"Kami akan melakukan joint production dan joint marketing senjata dan alat tempur itu untuk kawasan Asia. Mereka memilih Pindad sebagai mitra setelah melakukan kajian kualitas dan kapasitas produksi Pindad yang dinilai memadai," kata Widja kepada CNN Indonesia, Kamis (6/11).

Menurut Widja, setidaknya ada tiga keuntungan yang akan diperoleh Pindad setelah membuat kesepakatan kerjasama dengan tiga perusahaan tersebut. Pertama, Pindad akan memperoleh ilmu dan teknologi baru dalam membuat dan merawat senjata dan alat tempur yang akan diberikan oleh tiga perusahaan mitranya.

"Bahkan teknisi Pindad diberikan kesempatan untuk belajar langsung ke fasilitas produksi tiga perusahaan di negara asalnya secara bergantian," ujar Widja.

Kedua, Pindad akan memperoleh sertifikasi kemampuan memproduksi dan merawat senjata dan alat tempur dari tiga perusahaan setelah selesai menjadi mitra. "Terakhir kita mendapat kesempatan untuk masuk ke pasar global, karena dengan kerjasama ini ekspos soal Pindad akan terangkat," katanya.

Dengan mampu memproduksi lebih banyak senjata dan alat tempur, untuk jangka panjang Widja memastikan anggaran negara yang dikeluarkan untuk meningkatkan pertahanan nasional bisa lebih hemat.

Sayangnya, dia enggan menyebutkan berapa nilai kerjasama yang bisa diperoleh Pindad dengan membuat kerjasama produksi dan pemasaran dengan tiga perusahaan itu. "Kami urusannya hanya produksi saja, untuk angka-angka tanya ke pemerintah," ujar Widja.

Teknis Kerjasama

Kerjasama produksi dan pemasaran turret dengan CMI Defense dibuat Pindad hari ini sebagai tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerahasiaan pada 15 September 2014.

Melalui kerjasama ini, CMI Defense akan mentransfer teknologi pembuatan turret kepada Pindad untuk kemudian memproduksinya secara massal di fasilitas produksi Pindad di Bandung, Jawa Barat. Sementara Pindad akan membantu CMI Defense dalam menjajakan turret tersebut ke negara-negara di Asia dan ASEAN.

"Untuk kawasan Asia dan ASEAN, Pindad ini adalah produsen senjata terbesar," kata Widja.

Untuk tahap awal, jenis turret yang akan diproduksi dan dikembangkan di Indonesia adalah turret CSE 90LP. Dilanjutkan dengan pengembangan produk turret CT-CV 105HP bersamaan dengan pengembangan tank ukuran medium, dan terakhir pengembangan kaliber medium dengan rentang 20-40 mm.

Produk pertama hasil kolaborasi Pindad dan CMI Defence yang sudah dipamerkan kepada pengunjung Indo Defence 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran adalah kendaraan lapis baja milik Pindad yang menggotong sistem persenjataan CMI Defense dengan kanon 90 milimeter.

Sementara kerjasama dengan pabrikan misil asal Swedia, SAAB Dynamics AB dilakukan untuk pengembangan produk sistem rudal pertahanan udara berbasis darat RBS 70 Mk2 missiles. Kerjasama ini meliputi proses transfer teknologi dari SAAB Dynamics AB yang masih perlu dibahas lebih jauh oleh kedua perusahaan.

Terakhir, kerjasama dengan Rheinmetall Land System dari Jerman dilakukan untuk kegiatan overhauling, upgrading, servicing, maintenance dan modifikasi, termasuk peralatan dan support untuk TNI.

Kegiatan tersebut akan dilakukan terhadap beberapa produk kendaraan tempur seperti MBT Leopard 2 RI, MBT Leopard 2 A4 CS, MBT Leopard 2 Driver Training Tank, AIFV Marder 1A3 RI, ARV Buffalo, ARV 2, AEV Badger, AVLB Beaver, dan Gunnery/Driving Simulator.

Kegiatan upgrading dan modifikasi dengan asistensi dari Rheinmetall Land System juga akan dilakukan kepada produk kendaraan IFV Marder Command Post varian Komando, IFV Marder APC varian Logistik, dan IFV Marder AMB varian Ambulans. (cnnindonesia.com)

PT Pindad Bakal Memproduksi Tank Dan Ratusan Juta Peluru Per Tahun

Peluru Buatan PT pindad
Peluru Buatan PT pindad
Jenis-jenis munisi kaliber kecil buatan PT Pindad (Persero), Jakarta, Jumat (4/10/2013). Munisi terbesar kaliber 12,7 mm, bisa menembus panser dan dinding.☆

PT Pindad bakal memproduksi ratusan juta peluru untuk memenuhi kebutuhan Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah menerima suntikan dana dari pemerintah pusat. Menurut Direktur Utama Pindad Silmy Karim, kebutuan peluru di Indonesia setiap tahunnya mencapai 600 juta butir.

“Sekarang prajurit itu membutuhkan 1500 peluru per tahun untuk latihan. Kalau kita kali jumlah prajurit itu 400.000 berarti kurang lebih kebutuhan peluru di Indonesia untuk menjamin level daripada kemampuan prajurit yang ideal itu butuh 600 juta peluru. Sementara saat ini kurang lebih permintaannya itu berkisar 100 juta hingga 150 juta peluru,” kata Silmy di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Selain memproduksi peluru, PT Pindad bakal menggunakan suntikan modal Rp 700 miliar dari pemerintah tersebut untuk melakukan moderinisasi peralatan dan perlengkapan mesin. Selaku BUMN yang bertugas mendukung pasokan alat utama sistem senjata (alutsista), Silmy menyampaikan bahwa PT Pindad akan terus menigkatkan kapasitas dan kualitas alat pertahanan Indonesia.
Tank Medium Pindad
Prototype Medium Tank Pindad
Ke depannya, lanjut dia, PT Pindad ditargetkan untuk membuat tank medium dan roket pertahanan. “Ke depan juga ada program yang dibebankan kepada Pindad seperti roket, kemudian tank yang medium dengan berat yang tidak heavy, yang tidak berat, yang kelas main battle tank, tetapi punya kemampuan water canon, turret,” papar Silmy.

Di samping itu, PT Pindad akan menyiapkan kerjasama dengan luar negeri untuk mempercepat alih teknologi. Misalnya untuk pengadaan amunisi kaliber besar yang menggunakan teknologi jerman, turret dengan Belgia dan Itali, serta Turki dan Inggris untuk platform tank.

Pemerintah berencana menyuntikan dana ke Pindad sebesar Rp 700 miliar. Presiden Joko Widodo berharap Pindad bisa meningkatkan kapasitas produksinya.

Pindad saat ini membuat panser Anoa, senjata api laras panjang, hingga amunisi untuk pesawat tempur Sukhoi dan F-16. Hasil produksi Pindad selama ini sebanyak 95 persen dipasarkan ke dalam negeri, dan 5 persennya untuk pasar luar negeri. Dari 95 persen yang dipasarkan ke dalam negeri, sebanyak 20 persen diperuntukkan untuk komersil.

Jokowi berharap agar pendekatan penjualan yang dilakukan Pindad tak hanya ke TNI dan juga Polri, tetapi juga ke pasar di luar negeri. Apabila pemasaran sudah dilakukan dengan baik, Jokowi yakin produk-produk yang dimiliki Pindad akan diminati pasar yang lebih luas. (kompas.com)

TNI AU Segera Operasikan Radar Weibel Buatan Perusahaan Denmark

Weibel Portable Radar
Weibel Portable Radar
Di tahun 2015 TNI AU tengah menyiapkan program pengadaan dan peningkatan alutista. Diantara beragam alutsista yang bakal dibeli, tersebut nama radar Weibel. Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, seperti disampaikan Dispenau, mengkonfirmasi bahwa “Kita akan membeli 1 unit radar rudal MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense) dan dua unit radar Weibel,” Namun apakah radar Weibel yang jadi andalan Kohanudnas ini?

Weibel Scientific adalah perusahaan asal Denmark yang memproduksi radar dengan prinsip doppler. Radar buatan mereka termasuk yang terdepan di Dunia. Weibel menyediakan berbagai radar untuk memenuhi kebutuhan pengukuran dan pelacakan yang berbeda.

Radar portable yang diincar TNI AU ini bersifat mobile dan dapat diangkut dengan mudah oleh pesawat angkut sekelas C-130 Hercules. Radar ini dapat beroperasi di segala cuaca. Moda operasinya dapat melacak terus-menerus suatu kawasan dalam putaran 360 derajat. Jarak pelacakannya antara 550 sampai lebih dari 1000 Km dan pengintaian pada jarak 250 sampai 400 Km. Radar ini juga dilengkapi sistem Tx Synthetic Aperture untuk membuat gambar dari obyek, seperti lanskap dalam tampilan 2D atau 3D, memberikan resolusi spasial yang lebih baik daripada radar konvensional. Radar Weibel juga dilengkapi Rx Digital Multi Beam Phased array.
Weibel Portable Radar
Seremoni penyerahan radar Weibel ke pemerintah Indonesia.
Semua radar Weibel memiliki muzzle velocity radar system, active protection radar system, sistem doppler, tracking Radar Systems, multi frekuensi, ranging radar untuk platform pihak ketiga, pelacakan multi sensor, dan sistem pengintai dan pelacak.
Weibel Portable Radar
(Doppler) Weibel Portable Radar
Semua radar Weibel memiliki muzzle velocity radar system, active protection radar system, sistem doppler, tracking Radar Systems, multi frekuensi, ranging radar untuk platform pihak ketiga, pelacakan multi sensor, dan sistem pengintai dan pelacak.

Seperti halnya satuan radar militer lainnya, radar Weibel dioperasikan oleh personel TNI AU, namun jalur komandoi untuk penggunaanya berada di bawah Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional). Penempatan radar Weibel segera dilaksanakan mengingat kecenderungan permasalahan perbatasan dengan Negara Tetangga dan kondisi geografis Indonesia yang masih terdapat blank area yang belum optimal tercover oleh radar, sehingga kerap memicu pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh black flight. (Deni Adi) (indomiliter.com)

Kapal Perang Buatan PT Pal Mulai Dilirik Negara Tetangga

KRI Banda Aceh 593
KRI Banda Aceh 593
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin mengaku bangga karena kini kapal perang Indonesia mulai dilirik oleh sejumlah negara tetangga, setelah berhasil mengekspor ke Filipina.

"Produk anak bangsa kini mulai diperhitungkan di negara lain. Ini tidak asal ngomong, soalnya Myanmar juga sudah menyampaikan ketertarikan," kata Firmansyah di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta, Selasa.

Indonesia, melalui perusahaan pelat merah galangan kapal yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, itu telah berhasil mengekspor dua kapal perang tipe "strategic sealift vessel" (SSV) kepada Kementerian Pertahanan Filipina.

Menurut Firmansyah, dua kapal perang berukuran panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter itu merupakan alat utama sistem senjata (alutsista) pertama yang diekspor Indonesia ke negara lain. Pengiriman kapal pertama sudah dilaksanakan dengan kontrak 28 bulan sementara kapal kedua sekitar 36 bulan.

BUMN itu memenangkan tender internasional senilai 90 juta dolar AS melawan tujuh perusahaan di antaranya Korea Selatan.

"Kita menang karena pengalaman. Pasalnya militer Filipina ingin yakin bahwa kapal yang dipesan itu sudah dipakai di negara kita," ujarnya menambahkan jika kapal sejenis juga digunakan di dalam negeri di antaranya KRI Banda Aceh yang membantu evakuasi ekor pesawat AirAsia yang mengalami kecelakaan.

Sesuai dengan peraturan pemerintah, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kapal perang yang diekspor itu menurut Firmansyah sudah memenuhi regulasi yakni 30-35 persen.

Ia juga menjamin pelat besi untuk kapal perang yang dibangun selama dua tahun itu 100 persen menggunakan produk buatan lokal dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Firmansyah berharap, dengan suksesnya ekspor kapal perang ke Filipina itu bisa mengundang investasi serupa dari negara lainnya. Menurutnya, tahun ini ada rencana Pakistan, Brunei Darussalam dan Thailand berencana untuk membeli kapal buatan Indonesia.

"Januari ini dari Pakistan akan datang untuk melihat. Tapi mereka buka mencari SSV melainkan kapal cepat rudal (KCR)," tuturnya. (antaranews.com)

Pesawat Tempur SU-35, Calon Pengganti F5 Tiger TNI AU

SU-35
Manufer Pesawat Tempur SU-35 Buatan Rusia
Biro rancang Sukhoi menerbangkan pesawat SU-35 pertama kali, pada tahun 2007. Rencana pembelian pesawat pengganti F5 Tiger TNI AU, membuat para petinggi TNI AU harus berpikir matang sebelum menentukan alutista terbaik untuk menjaga langit Indonesia. Terlebih efek deterens dari pesawat SU-35, lebih tinggi dibanding kandidat lain.
Jet Sub Sonic SU-35
Jet Sub Sonic SU-35
SU-35 dipersenjatai dengan senapan mesin GSH-30 30mm, KAB-500Kr TV-guided bomb, KAB-500S-E satellite-guided bomb. Selain senjata radar phased array Irbis-E dengan jangkauan 400km, menjadi penentu dalam duel udara. OLS-35 IRST memampukan SU-35 membidik lawan tanpa menggunakan radar, berkemampuan look down shoot down
UFA AL-31F 117S
UFA AL-31F 117S (Foto: wikipedia)
Komsomolsk-on-Amur, merupakan pabrik pembuat dari SU-35, pesawat ini dilengkapi dengan Sturn / UFA AL-31F 117S turbofan engines, mampu mendorong pesawat hingga kecepatan 2.500 km perjam. Dengan daya jelajah 3.600 km, membuat pesawat yang diawaki satu orang, ditakuti banyak pihak.
SU-35
SU-35
Banyak pihak meyakini bahwa performa dari SU-35 setara dengan F-35 milik Amerika. Di dalam kabin SU-35 sudah tidak ditemui lagi, insturmen pesawat yang menggunakan jarum penunjuk. Panel kontrol digital menggantikan sistem analog, keuntungan jika Indonesia membeli SU-35, alutista satu ini tidak rawan embargo politik dibandingkan dengan alutista sejenis buatan Amerika.
SU-27SK TNI AU
SU-27SK TNI AU
Bagi orang awam sangat sulit membedakan SU-35 dengan SU-27 maupun SU-30MK. Namun untuk membedakannya cukup mudah, yaitu dari aerodinamika fuselage atau bodi pesawat. SU-35 lebih ramping dibanding dengan SU-27 milik TNI AU. Tidak adanya canard atau sirip pengendali di hidung pesawat, menjadi ciri dari SU-35.
SU-35S
SU-35S
Sukhoi 35, merupakan pesawat jet tempur buatan Rusia, SU-35 pesawat canggih generasi 4++. Rencananya pesawat SU-35 ini calon pengganti pesawat legendaris F5 tiger milik TNI AU, selain SU-35 TNI AU mempunyai kandidat lain yaitu Typhoon Eurofighter, JAS-39 SAAB Gripen dan F16 Block 52+. (tempo.co)

Presiden Jokowi Optimis PT PAL dan PT DOK Bisa Majukan Industri Maritim Indonesia

Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke PT PAL dan PT DOK
Surabaya (MI) : Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (10/1) siang mengunjungi dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis di Surabaya, Jatim, yaitu PT Dok dan Perkapalan dan PT PAL Indonesia.

Didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertahanan Ryarmirzad Ryacudu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto, dan Gubernur Jatim Soekarwo, Presiden Jokowi pertama kali mengunjungi PT Dok dan Perkapalan. Selanjutnya, Presiden Jokowi berkunjung ke PT PAL Indonesia yang bermarkas di areal Tanjung Perak Surabaya.

Seusai peninjauan ke kedua BUMN tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan rasa optimismenya akan bisa mengembangkan industri kemaritiman.

"Kalau melihat dari kondisi dan luas areal pabrik, sebetulnya ya cukup untuk bisa dijadikan awal pengembangan industri maritim kita. Tidak hanya PT PAL, tapi ada juga PT Dok dan Perkapalan Surabaya, serta lain-lainnya," kata Jokowi yang dikutip dari Setgab.go.id, Minggu (11/1/2015).

Namun untuk mencapai tujuan tersebut, menurut Presiden Jokowi, perusahan ini (PT PAL) harus fokus untuk satu proyek pengerjaan. Yang bukan bidang atau keahliannya sebisa mungkin dikurangi.

"Bisa mengerjakan, tapi ya harus fokus. Kalau ini untuk kapal ya kapal, kalau untuk kapal selam ya kapal selam. Pada suatu titik akan menjadi produk yang matang dan sempurna. Susah kalau harus gonta ganti produk," ujar Jokowi.

Untuk menuju industri kemaritiman yang handal, menurut Presiden Jokowi, sebelum dapat menggaet pesanan, yang paling penting adalah memperbaiki manajemen terlebih dulu. Setelah kedua hal itu selesai, baru diperhitungkan berapa modal yang kurang.

PT PAL, kata Jokowi, merupakan satu di antara industri strategis diIndonesia. Mestinya bukan hanya masalah yang muncul sekarang yang harus diselesaikan. Tapi urusan-urusan ke depan juga harus sudah dipikirkan dan diperhitungkan.

"Bukan melulu pada untung dan rugi, tapi ini industri setrategis kita, sehinga semua harus sudah dipikirkan," tutur Jokowi.

Presiden juga menilai, mesin-mesin di PT PAL sebenarnya sudah canggih. Namun sudah banyak buatan tahun 1980-an. Ia meminta secepatnya harus dilakukan up grade, jika tidak akan tertinggal jauh oleh perusahaan galangan kapal di negara lain.

"Jadi kalau tidak di upgrade setiap lima tahun sekali, maka ya akan ketinggalan kereta,” tutur Presiden Jokowi.

Jokowi Ingin PT PAL Fokus ke Pembuatan Kapal, Tak Terima Order Lain
Kunjungan Presiden Jokowi Ke PT Pal
Kunjungan Presiden Jokowi Ke PT Pal
Presiden Jokowi meminta agar PT PAL Indonesia lebih fokus dalam melakukan proses produksi. PT PAL diharapkan agar fokus membuat kapal saja. Selain membuat kapal, ternyata PT PAL juga menerima pesanan lain seperti platform off shore.

"Saya pikir kalau ingin mengembangkan industri maritim, ya fokus. Kapal ya kapal," ujar Jokowi kepada wartawan saat mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya, Sabtu (10/1/2015).

Dengan fokus pada satu produks, kata Jokowi, pada suatu titik produk tersebut akan menjadi suatu produk yang matang dan sempurna. Dengan fokus pada satu produksi, maka suatu produk juga bakal semakin efisien.

"Proses dan penguasaan produksi juga lebih cepat dan gampang," lanjut Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa mesin produksi juga berperan penting untuk proses industri. Bila mesin yang digunakan sudah tua, sudah pasti nantinya akan ketinggalan dengan kompetitor.

"Untuk modal, yang penting manajemen diperbaiki. Kalau sudah betul dan pesanan ada, baru modal masuk," pungkas Jokowi.

Minta Presiden Beli Kapal 100 Buah agar PT PAL Nggak Bangkrut

Rencana Presiden Joko Widodo berkunjung ke PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/1/2015) ini turut dikomentari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato politik pada HUT ke-42 PDIP. Megawati berbagi kisahnya soal kondisi keuangan yang dihadapi perusahaan plat merah itu sejak dulu.

"Saya dengar Presiden akan ke PT PAL, salah satu BUMN yang pas saya mimpin mau dipailitkan. Saya tanya kenapa pailit? Tentu karena tidak untung kan," kata Megawati, Sabtu siang.

Ketika itu, putri Bung Karno tersebut sempat menanyakan alasan PT PAL tidak pernah untung. Direksi PT PAL pun mengeluhkan sepinya pesanan membuat kapal. Pemerintah sendiri bahkan biasanya hanya memesan satu unit.

Karena itu, Megawati menyarankan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk bisa meminta bantuan Presiden supaya dapat membeli banyak kapal dari PT PAL. Kapal-kapal patroli yang dipesan ke PT PAL bisa menambah armada pengawasan laut yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini.

"Jadi bukan maksud menggurui. Bu Susi, minta saja ke Presiden beli kapal supaya PT PAL bikin kapal 100 buah, gede-gede gitu, baru, asik," seloroh Mega.

Presiden Jokowi bertolak ke Surabaya setelah menghadiri perayaan HUT PDI-P siang ini dengan menggunakan pesawat kepresidenan. Selama di kota itu, Jokowi akan mengunjungi PT PAL dan PT DOK yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Malam harinya, Presiden akan menghadiri pernikahan keponakannya. Setelah itu, Presiden akan kembali lagi ke Jakarta. (kompas.com, detik.com, liputan6.com)

Black Box AirAsia QZ8501 Berhasil Ditemukan, TNI AU Siapkan Pesawat Untuk Dibawa Ke Jakarta

Black Box AirAsia QZ8501
Kronologi Ditemukannya "Black Box" AirAsia QZ8501 (foto: kompas.com)
PANGKALAN BUN, Kompas.com - Tim penyelam gabungan TNI AL akhirnya berhasil menemukan dan mengangkat flight data recorder (FDR) dari black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin (12/1/2014) pagi. Penemuan black box ini diawali dari deteksi pinger detector milik Kapal Navigasi Jadayat, Jumat (9/1/2014) lalu.
Black Box AirAsia QZ8501
Black box terdeteksi sekitar 1,7 mil laut dari lokasi ekor pesawat yang sebelumnya telah ditemukan. (foto: detik.com)
Saat itu, diduga black box yang seharusnya ada di ekor pesawat sudah keluar dan terseret arus. Sebagian tim penyelam yang ada di KRI Banda Aceh pun langsung dikerahkan ke KN Jadayat untuk fokus mencari dan mengangkat black box tersebut, sementara tim sisanya yang berada di KRI Banda Aceh fokus untuk mengangkat ekor pesawat.
Evakuasi AirAsia QZ8501 (foto: kompas.com)
Penyelam baru bisa turun secara penuh pada Minggu (11/1/2014), setelah ekor pesawat berhasil diangkat sehari sebelumnya. Setelah diangkat, di ekor pesawat itu memang tidak ditemukan adanya black box sehingga dugaan black box terseret arus semakin menguat.

Turun dengan kekuatan penuh, pada hari Minggu itu penyelam sudah mulai terdapat titik terang. Serpihan-serpihan pesawat berhasil ditemukan.

Ketika serpihan sayap pesawat didekati dengan pinger detector, sinyal pun semakin menguat. Namun, arus bawah air pada hari itu sudah membesar sebelum tim penyelam belum sempat melakukan pencarian.

Tim gabungan Komando Pasukan Katak, Marinir dan Dinas Selam Bawah Air ini hanya sempat memasang tali dan balon penanda. Pada Senin pagi, tim penyelam turun kembali dan langsung melakukan pencarian di lokasi.

TNI AU Siapkan Pesawat Untuk Bawa Black Box Ke Jakarta
TNI AU Hercules
TNI AU Hercules
Pangkalan Bun (MI) : Komandan Lapangan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Letnan Kolonel Penerbang Jhonson Simatupang mengatakan sudah menyiapkan pesawat CN maupun Hercules untuk mengangkut black box pesawat AirAsia QZ8501 ke Jakarta.

“Kami standby, CN dan Hercules yang bawa black box,” kata Jhonson, Senin (12/1/2015).
Seperti diketahui, black box telah ditemukan oleh tim penyelam TNI AL di kedalaman 30 sampai 32 meter Selat Karimata, Pangkalan Bun, Senin (12/1/2015) pukul 07.11 WIB. Informasi yang terekam diblack box akan mengungkap apa yang terjadi sebelum pesawat jatuh.

Jhonson menambahkan sampai siang ini timnya belum mendapat arahan dari Basarnas mengenai apakah alat vital AirAsia berwarnaorange itu akan langsung dibawa ke Jakarta atau diinapkan dulu di Pelabuhan Kumai.
“Saya belum mendapat informasi dari KNKT apakah mau dibawa langsung ke Jakarta ataukah mau ditaruh di sini dulu,” kata Jhonson.

Setelah black box berhasil ditemukan, Johnson mengatakan timnya akan tetap mendukung operasi pencarian korban dan serpihan pesawat yang sampai sekarang belum ditemukan seluruhnya.
“Kami selalu mendukung. Kalau ada permintaan baru kami bantu, kan memang dari pertama TNI sudah membantu. Contohnya pangkalan ini (Lanud Iskandar) kan pangkalan TNI, jadi TNI men-support,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (28/12/2014) pagi, pesawat AirAsia mengalamilost contact. Pesawat jenis Airbus A320 dengan rute Surabaya- Singapura mengalami lost contact pada pukul 06.17 WIB di sekitar Pulau Belitung pada titik koordinat 03°22’15”S – 109°41’28.” Pesawat bertolak dari Surabaya sekitar pukul 05.35 WIB dan seharusnya tiba di Bandara Changi Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Pesawat itu ternyata jatuh di Selat Karimata. Jumlah orang yang berada di dalam pesawat sebanyak 162 orang yang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan tujuh awak pesawat. (harianaceh.co.id)

Jokowi Berencana Kucurkan dana ke PT Pindad Rp 700 miliar Untuk Peningkatan Produksi

Presiden Jokowi
Kunjungan Presiden Jokowi Tinjau Produksi Alutsista
BANDUNG (MI) : Presiden Joko Widodo menilai produk-produk yang dihasilkan oleh PT Pindad tidak kalah berkualitas dengan produk dari luar. Namun, Jokowi menginginkan agar perusahaan plat merah itu bisa menambah kapasitas produksinya. Pemerintah berencana menyuntikan dana ke Pindad sebesar Rp 700 miliar.

"Suntikan sebesar Rp 700 miliar. Dengan suntikan seperti itu, memberikan dampak apa? Ke ekonomi atau negara. Jadi ke depan, jangan sampai beli ke luar karena akan ganggu neraca perdagangan kita juga," kata Presiden Jokowi saat mengunjungi PT Pindad di Bandung, Senin (12/1/2015).

Di Pindad, Jokowi melihat sejumlah ruang produksi. Dari situ, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai bahwa alur produksi yang ada di Pindad sudah sangat bagus. Namun, Jokowi mengaku yang masih kurang digarap adalah dari sisi marketing untuk meningkatkan produksi.

"Alur mulai dari raw material, produksi di mesin, assembling kelihatan. Tapi menurut saya, yang perlu didorong adalah kapasitas produksinya berlipat, dua kali atau tiga kali. Itu bergantung pada marketing," ucap dia.
Pindad saat ini membuat panser Anoa, senjata api laras panjang, hingga amunisi untuk pesawat tempur Sukhoi dan F-16. Hasil produksi Pindad selama ini sebanyak 95 persen dipasarkan ke dalam negeri, dan 5 persennya untuk pasar luar negeri.

Dari 95 persen yang dipasarkan ke dalam negeri, sebanyak 20 persen diperuntukkan untuk komersil.
Jokowi berharap agar pendekatan penjualan yang dilakukan Pindad tak hanya ke TNI dan juga Polri, tetapi juga ke pasar di luar negeri. Apabila marketing sudah dilakukan dengan baik, Jokowi yakin produk-produk yang dimiliki Pindad akan diminati pasar yang lebih luas.

"Saya sudah sampaikan ke menteri BUMN kalau marketing bagus, produksi punya kemampuan, akan kita suntik BUMN baik untuk investasi dan modal kerja. Jangan sampai alat pertahanan kita banyak beli di luar," ucap dia.

Setelah melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad, Jokowi melanjutkan kegiatan blusukan ke PT LEN dan Universitas Telkom. Kunjungan kerja Presiden hari ini akan diakhiri dengan berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia serta rumah H Ma'soem di Rancaekek. (kompas.com)