Konstruksi Frigate PKR Sigma 10514 Indonesia

Frigate PKR Sigma 10514 PT Pal
Frigate PKR Sigma 10514 PT Pal
Sejauh apa perkembangan Frigate PKR Sigma 10514 Indonesia ?. @erichsaumeth, lewat twitternya sempat memposting gambar pembangunan frigare buatan Damen Belanda tersebut. Gambar ini diposting tanggal 15/04/2015 dan 6/04/2015.

Erich mengatakan, PKR Sigma 10514 Indonesia sedang dalam konstruksi.
PKR Sigma 10514 PT Pal
Konstruksi PKR Sigma 10514 PT Pal
Kontruksi PKR Sigma 10514 PT Pal
Konstruksi PKR Sigma 10514 PT Pal
Kontruksi PKR Sigma 10514 PT Pal
Konstruksi PKR Sigma 10514 PT Pal
Kontruksi PKR Sigma 10514 PT Pal

Indonesia Akan Beli Helikopter Chinook Dan Apache

Chinook Helicopter
Chinook: Helikopter Angkut Kelas Berat
Indonesia berkeinginan membeli empat buah helikopter tempur Chinook dari Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pabrik Boeing di Philadelphia. Di pabrik tersebut diproduksi berbagai jenis helikopter tempur termasuk Apache Chinook.

Disebutkan dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan yang diterima redaksi (Minggu, 17/5) bahwa sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir.

Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang perkembangan  situasi  keamanan  di  Laut China Selatan yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan.

Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS. (rmol.co)

Lapan Sukses Luncurkan Roket Generasi Terbaru RX-450

Rolet Lapan RX-450
Roket Kendali RX-450 Buatan Lapan
BANTEN:(DM) - Lapan berhasil meluncurkan roket RX-450. Peluncuran berlangsung di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Jawa Barat, Rabu (13/5). RX 450 merupakan roket sonda yang mempunyai diameter 450 mm yang dapat digunakan untuk mengukur parameter atmosfer.

Roket ini direncanakan mampu mencapai ketinggian dan jangkauan maksimum berturut-turut sebesar 44 km dan 129 km jika ditembakkan pada sudut elevasi 70 derajat. Roket RX 450 merupakan bagian dari roket bertingkat yang akan digunakan sebagai Roket Pengorbit Satelit (RPS). Uji terbang roket ini merupakan bagian dari tahapan dalam penguasaan roket RPS yang direncanakan dapat membawa muatan 50 kg ke orbit rendah.

Pada uji terbang roket RX 450 tersebut motor roket dapat berfungsi dengan baik untuk membawa terbang roket. Beberapa hal masih harus terus dilakukan untuk memperoleh hasil terbang yang maksimal.

Setelah peluncuran RX-450, Lapan berencana untuk menuju peluncuran berikutnya yaitu RX-550 dan roket berdiameter yang lebih besar. Hasil peluncuran tersebut menjadikan motivasi bagi Lapan untuk lebih maju dalam peningkatan dan pengembangan teknologi antariksa khususnya roket.

Peluncuran disaksikan oleh Kepala Lapan Prof. Thomas Djamaluddin, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Dr. Rika Andiarti beserta pejabat struktural dan para peneliti Lapan, perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta PT Pindad. (lapan.go.id)

Teknologi Kapal Patroli TNI AL Kurang Memadai, Kapal Asing Leluasa Menjarah Ikan

Kapal Penangkap Ikan
Kapal Penangkap Ikan Dengan Teknologi Canggih
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menyatakan, TNI Angkatan Laut (AL) perlu meningkatkan kemampuan teknologi kapal patrolinya untuk mencegah pencurian ikan (illegal fishing) di perairan daerah itu.

"Teknologi kapal patroli TNI AL masih kalah dibanding kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung," kata Hidayat di Pangkalpinang, Sabtu (16/5).

Dikatakan, rata-rata kapal nelayan asing pencuri ikan tersebut memiliki kecepatan 30 hingga 35 kilometer (km) per jam, sementara kapal patroli hanya 20 hingga 25 kilometer per jam. "Pengawasan dan penindakan kepada nelayan asing pencuri ikan ini belum optimal karena teknologi kapal patroli yang kurang memadai," ujarnya.

Selama ini, kata dia, kapal-kapal nelayan asing yang diamankan TNI AL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan hanya kapal berukuran kecil yang beroperasi di pesisir pantai. Sementara itu, kapal-kapal pencuri ikan berkapasitas besar yang beroperasi di tengah laut sulit dijangkau karena teknologi kapal pengawas yang kurang memadai.

"Selama ini, kapal-kapal ikan milik nelayan asing belum pernah tersentuh sehingga mereka leluasa secara ilegal menangkap ikan di perairan kita," ujarnya.

Menurut dia, sumber daya kelautan di perairan Indonesia sangat berlimpah sehingga perlu pengamanan ekstra ketat dengan sarana dan prasana pengawasan yang canggih. "Jika masalah ini tidak segera diatasi, maka hasil laut kita ini akan terus dicuri oleh nelayan-nelayan asing yang memiliki teknologi canggih," ujarnya. (beritasatu.com)

Indonesia Akan Bangun Kekuatan Maritim Dunia

Kapal Selam kelas Chang Bogo yang akan dimiliki Indonesia
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menunjuk ITS Surabaya menjadi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Perang.

"Kita sudah memiliki Pusat Desain Kapal Nasional, lalu Kemenhan meningkatkan statusnya menjadi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Perang," kata Dekan FTK ITS Prof Eko Budi Djatmiko di Surabaya, Sabtu (9/5/2015).

Ditemui di sela "Marine Icon 2015" yang diselenggarakan mahasiswa FTK ITS di kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, 8-10 Mei itu, ia menjelaskan penunjukan tersebut merupakan bagian dari peran ITS mendukung Poros Maritim.

"Untuk mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, banyak dosen ITS ditarik ke pusat untuk membantu dalam mewujudkan kebijakan Presiden Joko Widodo itu," katanya.

Selain penunjukan sebagai pusat desain dan rekayasa kapal perang, ITS juga diminta membantu dalam membangun tol laut dan pembuatan kapal selam di PT PAL yang merupakan kerja sama antara Indonesia dengan Korea.

"Untuk itu, ITS diminta membantu untuk menyiapkan desain pembangunan galangan kapal selam, karena kerja sama dengan Korea itu sudah ditindaklanjuti dengan membuat dua kapal selam di Korea," katanya.

Tahun berikutnya, kerja sama pembuatan lima kapal selam itu akan dilanjutkan dengan membangun tiga kapal selam sisanya di PT PAL.

"Sejak tahun 1960, ITS sebenarnya sudah mendapat amanah untuk menyiapkan teknologi kemaritiman, namun selalu terkendala dengan kebijakan pemerintah," katanya saat mendampingi Rektor ITS Prof Joni Hermana.

Untuk itu, ITS akan mengambil peran dalam pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia itu dengan menyiapkan desain galangan kapal berukuran besar, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia untuk galangan itu.
HUT TNI
HUT TNI 2014
"Dengan demikian, kita akan segera memiliki kapal jenis fregat yang panjangnya sampai 150 meter, bukan sekadar kapal patroli berukuran besar seperti selama ini," katanya.

Ketua Panitia "Marine Icon 2015" ITS, Nityasa Manuswara, Marine Icon 2015 yang dibuka Rektor ITS Prof Joni Hermana (8/5) itu, juga bukan sekadar lomba, namun untuk menggugah kesadaran dan pemahaman terhadap pentingnya kemaritiman bagi Bangsa Indonesia.

"Kita lihat kenyataan Indonesia adalah negara maritim, tapi masyarakat belum sadar bahwa kita masyarakat maritim. Buktinya, masih banyak masyarakat yang 'concern' ke daratan," katanya.

Lomba dengan tema "Berkarya Bersama Membangun Peradaban Maritim Indonesia" yang digelar di kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya pada Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5) itu, mempertandingkan enam jenis lomba dan memperebutkan Piala Menpora.

Sebanyak enam jenis lomba adalah Marine Diesel Assembling (bongkar pasang mesin diesel) bagi siswa SMK, Waterbike Competition (sepeda air), National Maritime Paper and Essay Competition (lomba karya tulis kemaritiman), Pop Pop Boat Race (kapal uap/perahu tok-tok), Marine Photography Contest (lomba foto kemaritiman), dan Dragon Boat Race (lomba dayung/lomba balap perahu naga). (kompas.com)

Jaga Keamanan Laut Indonesia, TNI AL Kekurangan Kapal Perang

Kapal perang Indonesia
Kapal perang Republik Indonesia
Untuk menjaga kedaulatan perairan di wilayah timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) setiap hari mengerahkan sekitar 30 kapal perang Indonesia atau KRI.

Sayangnya, 30 kapal perang yang dioperasikan itu masih belum cukup mengawasi seluruh perairan di wilayah Timur Indonesia. Karenanya, harus dilakukan penambahan kapal perang demi penegakkan kedaulatan NKRI di wilayah perairan.

"Sesuai dengan rencana strategi TNI AL, idealnya dibutuhkan 150 kapal dalam kondisi siap dan standby. Namun, kondisi sekarang tidak banyak yang siap karena kondisi kapal yang sudah tua tetapi masih layak operasi," kata Panglima Armada Timur, Laksamana Muda TNI Darwanto di Jayapura, Papua, Jumat (8/5) siang diatas kapal KRI dr Soeharso 990.

Darwanto mengatakan, kekuatan kapal perang yang digelar di wilayah perairan Timur Indonesia bertujuan untuk menjaga keamanan laut dari akitivitas ilegal, semisal illegal fishing, illegal mining dan ancaman terhadap kapal-kapal asing yang masuk tanpa ijin ke wilayah NKRI.

Meski kapal perang yang dikerahkan belum sesuai kebutuhan, kata Darwanto, angka pelanggaran di perairan sudah mengalami penurunan sejak dikeluarkanya moratorium perizinan kapal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Karena disinyalir banyak yang melakukan tindakan ilegal, sehingga dengan adanya moratorium itu sendiri, pemerintah bisa mengetahui pelaku-pelaku illegal fishing itu," ujarnya. (beritasatu.com)

Rusia Perkenalkan Senapan Serbu Tercanggih Dan Mematikan AK-74 M

AK-74 M
Senapan serbu AK-74 M (Foto: wikimedia.org)
MOSKOW - Produsen senapan serbu legendaris Rusia, Kalashnikov, untuk pertama kalinya akan memperkenalkan senapan serbu tercanggih dan mematikan terbaru mereka, AK-74 M. Senapan “kerabat” AK-47 itu akan dipamerkan dalam parade militer Hari Kemenangan (Victory Day) pada 9 Mei 2015 di Moskow Red Square.

Kalashnikov, seperti dilansir Russia Today, semalam (7/5/2015), mengklaim bahwa senapan serbu terbaru itu 50 persen lebih akurat. Senapan serbu AK-74 M akan dilengkapi dengan optoelektronik dan laser. Selain itu juga dipasang senter senjata untuk visibilitas rendah dan kebisingan saat menembak juga diklaim lebih rendah.

Hebatnya lagi, senapan ini juga akan mencakup peluncur granat 40-mm dan bayonet. Pihak Kalashnikov mengklaim, senapan AK-74 M, 50 persen lebih akurat pada jarak tembakan hingga 300 meter. Bahkan akurasi dari tembakan senapan itu berlaku untuk sepanjang hari dalam berbagai kondisi cuaca.
AK-74M
AK-74M
Produk inovasi dari Kalashnikov ini akan bergabung dengan berbagai kendaraan tempur canggih terbaru Rusia lainnya, termasuk tank Armata T-14 yang diklaim Rusia sebagai tank terkuat di dunia untuk saat ini.

Tank tempur T-14 diketahui dipersenjatai dengan meriam smoothbore 125 mm yang dapat menembakkan amunisi bertenaga tinggi, termasuk membuang proyektil, peluru kendali, dan jenis-jenis amunisi lain. Tenaga dari moncong meriam tank itu lebih besar daripada meriam pada tank Leopard Jerman.

Menurut US Foreign Military Studies Office (FSMO), tank tempur T-14 dapat mempertahankan diri dari serangan apapun. Bahkan helikopter Apache yang paling modern tidak akan memiliki kesempatan 100 persen untuk menghancurkan tank itu dengan rudal. (sindonews.com)

Indonesia Dan Denmark Kerjasama Kembangkan Teknologi UAV

UAV
Pesawat tanpa awak (UAV)
JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani nota kesepahaman dengan Integra Holding APS Denmark untuk menggunakan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) dalam mengawasi wilayah Indonesia.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan Indonesia adalah negara maritim dengan pulau-pulau yang tersebar luas. Keberadaan UAV atau pesawat nir awak sangat penting dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

“Sama seperti Indonesia, Denmark pun banyak dikelilingi perairan, pulau-pulau dan gunung berapi. Saya sangat berharap kerja sama ini akan membawa manfaat bagi kedua negara. Pengembangan teknologi menurut saya adalah salah satu kunci bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa depan”, tuturnya seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (7/5/2015).

Penggunaan UAV, lanjut Unggul, akan sangat efektif dan efisien dalam mengawasi wilayah Indonesia yang sangat luas. Kerja sama tersebut diharapkan akan membuka kesempatan bagi industri dalam negeri untuk mengembangkan UAV di Indonesia.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge berpendapat kerja sama antara Integra Denmark dan BPPT tentang pengembangan manufaktur UAV ini sangat penting baik untuk Indonesia maupun Denmark.

Sementara itu, Managing Director Integra Michael Niels Thorsen mengatakan dengan adanya kerja sama ini hubungan kedua negara akan semakin erat. Selain itu, juga berpotensi menciptakan peluang besar terbentuknya industri berteknologi tinggi di bidang UAV.

“Integra sangat mendukung pengembangan UAV di Indonesia. Kami juga akan bekerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia dalam riset UAV," kata Thorsen. (Bisnis.com)

Turki Dan Indonesia Sepakat Kembangkan Medium Tank

Desain Medium Tank PT Pindad
Desain Medium Tank PT Pindad
Turki dan Indonesia telah menandatangani kesepakatan bersama mengembangkan dan memproduksi medium tank, ungkap wakil Turki untuk Industri Pertahanan.

Kedua negara menandatangani perjanjian untuk desain dan pembuatan 2 prototipe medium tank. Hak kekayaan intelektual akan menjadi milik kedua negara, tambah Wakil Turki.

Kesepakatan akan selesai dalam waktu 37 bulan, juga termasuk pembuatan satu unit tank untuk dites anti ranjau.

Dalam program ini, kegiatan akan dievaluasi oleh komite eksekutif yang akan dibentuk oleh Departemen Pertahanan Nasional kedua negara.

Turki FNSS Defense Systems, perusahaan terkemuka di Turki, akan memberikan pelatihan kerja untuk BUMN PT Pindad Indonesia untuk desain maupun produksi medium tank.

Prototipe pertama akan diproduksi di Turki dengan partisipasi insinyur dari PT Pindad dan prototipe kedua akan diproduksi di Indonesia oleh PT Pindad. (aa.com)

Detasemen Hanud 472 Paskhas Lakukan Uji Tembak Oerlikon Skyshield

Oerlikon Skyshield
Senjata Anti Udara Oerlikon Skyshield
Komandan Detasemen Hanud (Denhanud) 472 Paskhas, Letkol Pas Iwan Setiawan, S.T. sebagai RSO (Range Safety Officer) melaksanakan paparan keamanan area dalam pelaksanaan Uji Terima Senjata PSU Oerlikon Skyshield, kepada Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Marsma TNI Drs. Adrian Wattimena, M.B.A. bertempat di Pandanwangi, Lumajang Jawa Timur, belum lama ini.

Dalam paparan tersebut dihadiri para pejabat Kemhan, Mabesau, para Asisten Korpaskhas, Depohar 60, para Danwing Paskhas, Danpusdiklat Paskhas dan para jajaran Dandenhanud Paskhas, pihak mitra PT. Adhityatama Perkasa Putra serta pihak Produsen Rheinmetall Air Deffence Swiss.

“Pengujian senjata ini menjadi bukti untuk menyakinkan kepada Tim Penguji bahwa Detasemen Hanud Paskhas profesional dalam bekerja sekaligus mampu menguasai dan mengoperasikan senjata tersebut dengan baik”, jelas Komandan Denhanud 472 Paskhas, Letkol Pas Iwan Setiawan, S.T.

Setelah paparan, tim dari Rheinmetall Air Deffence Swiss didampingi para personel Denhanud Paskhas melaksanakan kegiatan uji penembakan senjata di daerah Pandanwangi Pesisir Pantai Lumajang Jawa Timur dengan menggunakan Oerlikon Skyshield.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk uji dinamis dengan menggunakan Target Drone Jet dengan profile Head On dapat dideteksi oleh Sensor Unit/Radar dan dapat dihancurkan dengan meriam Oerlikon Skyshield dan uji statis melaksanakan Tracking oleh sensor unit/Radar dengan sasaran berupa Target Drone Jet yang menggunakan meriam Oerlikon Skyshield dan Rudal Chiron buatan Korea Selatan.

Pada hari berikutnya, personel Denhanud Paskhas melaksanakan uji coba penembakan senjata Oerlikon Skyshield mulai dari mulai penyiapan amunisi, loading, penentuan Fiktif Point di dalam Command Post serta sistem penembakan mulai dari single, rapid dan burst sampai prosedur penembakan, yang dilaksanakan personel Denhanud Paskhas dan diawasi oleh pihak Rheinmetall Air Deffence Swiss.

Komandan Denhanud 472 Paskhas juga menambahkan, “Keberhasilan dalam kegiatan Uji Terima senjata PSU Oerlikon Skyshield tersebut menjadi batu loncatan Detasemen Hanud Paskhas dalam mengemban tugas kedepannya sesuai dengan tugas pokok Detasemen Hanud Paskhas yakni melaksanakan operasi pertahanan udara sebagai bagian sistem pertahanan udara nasional dan operasi militer lain atas kebijakan Panglima TNI. (tni-au.mil.id)