Menyusul hasil negosiasi yang diadakan pada Mei 2016 antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Indonesia Joko Widodo, para pemimpin kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama teknik militer. Secara khusus, kesepakatan tercapai pada transfer teknologi. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang kemungkinan pembentukan produksi bersama.
| S-400 |
Sebelumnya, Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal Gatot Nurmantio melaporkan bahwa departemen pertahanan Federasi Rusia dan Indonesia sedang mempersiapkan satu paket dokumen yang memungkinkan kerjasama militer antara kedua negara mencapai tingkat yang baru, tanap merinci proyek-proyek spesifik apa yang dibahas, namun dipastikan, kedua belah pihak berulang kali menyatakan ketertarikannya pada pengembangan kerjasama teknik militer. Secara khusus, ini adalah pertanyaan kemungkinan pengiriman peralatan penerbangan. RIA Novosti
| Follow @militerhankam |
0 Comment "Indonesia Masih Belum Membutuhkan Rudal Udara Jarak Jauh S-300 Atau S-400"
Posting Komentar