Seorang pejabat Korea Selatan yang akrab dengan program tersebut pada 2017 lalu mengatakan penerbangan pertama pesawat yang dibangun Korea Aerospace Industries direncanakan akan dilakukan pada pertengahan 2022, dengan pengujian dan evaluasi berjalan sampai 2026.
| KF-X/IF-X |
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Indonesia, yang membayar 20% biaya pengembangan telah memperoleh lisensi ekspor dari pemerintah Amerika pada bulan April 2017. PT Dirgantara Indonesia memiliki lebih dari 80 staf yang bekerja dalam program ini, bersama dengan staf dari Lockheed Martin dan KAI.
Indonesia berencana mendapatkan sekitar 80 pesawat yang disebut sebagai IF-X. “Sampai pada titik ini, hampir tidak ada perbedaan antara bentuk KF-X dan IF-X,” kata pejabat tersebut sebagaimana dikutip Flightglobal.
Meski begitu, pesawat Korea Selatan dan Indonesia nantinya cenderung berbeda. Sebelumnya, pejabat mengatakan bahwa Indonesia akan menerima konfigurasi Block I yang tidak dilengkapi dengan lapisan siluman dan kemampuan untuk membawa senjata secara internal. Sedangkan Korea Selatan akan memiliki pesawat Block II, dengan lapisan siluman dan teluk senjata.
Seoul juga akan mengembangkan kemampuan sendiri di bidang-bidang utama yang gagal mendapatkan lisensi ekspor dari Amerika termasuk active electronically scanned array (AESA), yang akan dikembangkan dengan bantuan Israel, infrared search & track (IRST), electro-optical targeting, dan the electronic warfare suite.
| Follow @militerhankam |
mau dapetin bonus kemerdekaan indonesia yang ke 73 dan asian game nanti,
BalasHapustunggu apalagi gabung sekarang juga di donacopoker.net agen judi kartu online terpercaya
agar kalian tidak ketinggalan bonus menariknya
untuk info selanjutnya bisa langsung hubungi kontak kami di bawah ini
BBM : DC31E2B0
LINE : Donaco.poker
WHATSAPP : +85515875229