| SMML Gutling gun buatan Dislitbang TNI AD |
![]() |
| M-134D-Minigun buatan Amerika |
1. Lodaya Gatling Gun
| Gatling Lodaya |
![]() |
| Gatling Lodaya |
| Lodaya Gatling Gun spesifikasi |
| XM214 Microgun buatan Amerika Serikat |
Panjang : 104,1 cm konfigurasi Six-Pak (versi man-portablenya), 68,6 cm senjata biasa.
Cartridge : 5,56x45mm M193.
Kecepatan tembak : Bervariasi antara 400 sampai 10.000 peluru per menit (ada juga 1.000 dan 6.000 ppm).
Kecepatan peluru : 990 m/s.
2. Senapan Mesin Multi Laras (SMML)
| SMML Gutling gun buatan Dislitbang TNI AD |
Kendala yang dihadapi tim Ade Kusnadi antara lain tidak adanya minigun yang bisa dijadikan contoh atau di reverse-engineering. Oleh karena itu pembuatan SMML dari nol, dan memakan waktu yang lama. Sepintas tampilan luar SMML terlihat menyerupai M134 Mini Gun buatan Dillon Aero. Begitu pula mekanisme kerjanya juga diyakini serupa. Namun dapat dipastikan seluruh rancangan SMML berbeda. Semua komponen diracang sendiri secara detail dengan bantuan program desain CATIA yang juga digunakan untuk menganalisa sistem kerja mekanisme dari rangkaian desain komponen yang dibuat.
Kini, SMML yang prototipnya dibuat Pindad ini telah mencapai 80%. Dalam kondisi ini dapat dikatakan SMML baru mencapai taraf proof of concept, yakni secara teori baru sampai pada fase pembuktian sistem mekanisme senjata bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Belum sampai proses pengujian dinamis menggunakan peluru, sesi yang paling kritis. Berikut spesifikasi SMML:
Kaliber : 7,62mm
Panjang : 96,25 cm.
Berat : 90 kg (yang satu ini agak aneh, kok bisa beratnya 90 kilogram padahal idealnya minigun beratnya antara 10-30 kg).
Jumlah laras : 6 batang.
Pengisian amunisi : Disintegrated.
Kecepatan tembak : 2.500 - 3.000 peluru / menit.
Jarak tembak : 1.000 - 1.500 meter.
Sumber arus : DC 24 Volt.
3. Eli Gun
| Eli Gun, buatan PT. Tanfoglio Indonesia Jaya |
Kaliber : 7,62 x 51 mm
Panjang keseluruhan : 96,5 cm (38 inci)
Panjang laras : 59,7 cm (23,5 inci)
Tinggi : 28,5 cm (11,2 inci)
Lebar : 34 cm (13,4 inci)
Berat : 19,5 kg (43 pon)
Berat total sistem : 30,9 kg (68 pon)
Sistem pengisian : Sabuk amunisi 7,62mm
Barrel rate of twist : 1: 10
Mode tembak : Hanya full auto
Kecepatan tembak : Ideal 3400 ppm, kisaran 3000-4000 peluru per menit
Kecepatan akselerasi : 0,5 detik
Kecepatan deselerasi : 0,4 detik
Daya yang dibutuhkan : DC AT 38 AMPS 24 volt
Operasi : Kekuatan listrik dari luar (eksternal)
Umur laras : Lebih dari 200.000 tembakan
Umur sistem : Sekitar 1.700.000 tembakan
Kekuatan tolak balik : 3000 ppm-200 pon, 3200 ppm-235 pon, 4000 ppm-235 pon
Harga : Berkisar USD 150.000-USD 300.000
Dari spesifikasi yang diberikan, bisa jadi minigun ini menjadi saingan M134 Minigun buatan AS. Mari kita lihat spesifikasi M134 Minigun:
| M134 Minigun TNI dipasang pada helikopter UH-1 Huey |
Panjang : 801,6 cm
Panjang laras : 558,8 cm
Cartridge : 7,62x51mm NATO
Kecepatan tembak : 2000-6000 ppm
Kecepatan tembak : 853 m/s
Jangkauan maksimum : 1000 meter
Dari perbandingan spesifikasi antara Eli Gun dan M134 Minigun, dapat dilihat keduanya sangat bersaing. Namun apa daya, TNI justru memilih untuk membeli 20 buah M134 minigun dibanding Eli Gun. Malah, beberapa negara Timur Tengah sudah memesan sampai 200 pucuk total yang dibeli. Ironis, bukan? Sebenarnya Komodo Armament bukanlah satu-satunya perusahaan pertahanan yang diabaikan oleh negeri ini sendiri, namun diapresiasi oleh negara luar.
Semua kembali kepada pemangku jabatan, kenapa lebih memilih senjata buatan luar negeri dibanding di dalam negeri. Tetapi, jika M134 dibeli untuk keperluan reverse-engineering (dibongkar dan dipelajari) saya rasa itu hal yang lumrah. (AutoVeron)
| Follow @militerhankam |


make 5,56 biar rada universal ya pelurunya? anyway mantap
BalasHapus