Su-35 nantinya akan menggantikan pesawat tempur ringan F-5 Tiger II di Skuadron 14 yang sudah 18 bulan ini dipensiunkan. Purna tugasnya F-5 Tiger II menyebabkan personel pendukungnya juga bisa dikatakan ‘tidak efektif’.
Padahal personel vital seperti pilot membutuhkan jam terbang yang harus sering diasah untuk membuatnya semakin terampil dan profesional. Menurut Jenderal Nurmantyo, pilot pesawat tempur yang satu tahun menganggur membutuhkan waktu 6 bulan untuk berlatih dan menyegarkan kemampuannya untuk mengembalikan skill terbang.
| SU-35 |
Jenderal berharap, pihak Kementerian Pertahanan dan Kementerian Perdagangan segera merealisasikan proses imbal beli Su-35 yang beberapa waktu lalu sudah ditandatangani antara PPI sebagai wakil dari Indonesia dan Rostec Rusia.
Su-35 adalah pesawat tempur generasi 4++, dan merupakan pengembangan tercanggih dari pesawat tempur Su-27. Su-35 saat ini menjadi pesawat tempur garis depan Rusia, dan menjadi andalan utama dalam operasinya di Suriah bersama dengan pesawat pembom tempur Su-34.
| Follow @militerhankam |
Lambat
BalasHapus