BTR-4 dapat mengangkut hingga 8 orang yang terdiri dari 7 prajurit dan 1 orang juru tembak untuk sistem senjata pada BTR-4. Setiap prajurit mendapatkan kursi individual, yang dipasang tergantung pada atap kendaraan. Konfigurasi ini dibuat untuk mengurangi keparahan cedera fisik apabila kendaraan terkena ranjau, yang gelombang kejutnya dapat meremukkan tulang.
Guna memberikan kenyamanan bagi para prajurit, BTR-4M pesanan Indonesia sudah dipasangi sistem pendingin udara. Sementara untuk menghadapi tren pertempuran di masa mendatang, BTR-4 pesanan Indonesia bahkan juga dilengkapi dengan filter Nubika (Nuklir, Biologi, dan Kimia/ NBC) untuk menghadapi skenario perang inkonvensional.
![]() |
| BTR-4M |
Kubah Parus yang dipasang pada BTR-4M juga dilengkapi dengan sistem hunter-killer sehingga komandan dapat mengintip sasaran dari modul kamera yang dapat dinaikkan dan berputar independen dari putaran kubah. Komandan yang duduk di kursi depan dapat mengatur arah gerak dan zoom kamera ke sektor yang diinginkan. Fitur yang jamaknya hanya ada pada Main Battle Tank tersebut diadopsi pada BTR-4 guna memaksimalkan daya gebuknya. Fungsi intai ini akan sangat berguna mengingat Korp Marinir membutuhkan fungsi intai untuk Resimen Kavalerinya.
![]() |
| BTR-4M |
Sistem penggerak BTR-4 juga mengandalkan mesin buatan Barat. Walaupun pabrikan sebenarnya menyiapkan dua opsi mesin, varian BTR-4M Indonesia menggunakan mesin terbaik yaitu Deutz BF6M 1015CP buatan Jerman yang sudah mengadopsi standar emisi Euro II yang saat ini berlaku di Indonesia. Mesin diesel berdaya 490hp ini digabungkan dengan sistem transmisi otomatis buatan Amerika Serikat Allison 4600SP dengan 6 gigi maju dan 1 gigi mundur. Paduan mesin dan transmisi ini dapat membawa BTR-4 lincah melesat sampai kecepatan 100km/ jam di jalan aspal atau 70km/ jam cross country. (angkasa.co.id)
| Follow @militerhankam |


0 Comment "Korps Marinir Menerima Lima Unit Kendaraan Lapis Baja Panser Amfibi Versi Terbaru BTR-4M"
Posting Komentar