“Penemuan ini didasarkan informasi dari nelayan yang sejak 1 Maret 2016, melihat ada benda mencurigakan pada kedalaman 7 hingga 8 meter di sekitar 12 mil dari Pantai Midai,” ujar Kadispen Armabar, Letkol Laut Ariris Miftachurrahman di Jakarta, Minggu (6/3/2015).
![]() |
| Tail buoy alat survey seismic |
Peralatan ini berbentuk perahu kecil dilengkapi sensor aptomar yang menggunakan kombinasi teknologi inframerah dengan sensor rendah. Alat ini ditenagai cahaya matahari (solar cell).
![]() |
| Survey Seismic (Partnerplas) |
TNI belum berkomentar lebih jauh, apakah alat ini termasuk bentuk pencurian data atau tidak. Tim Armabar telah menyerahkan peralatan tersebut ke Dinas Penelitian dan Pengemangan Angkatan Laut di Jakarta untuk diteliti.
| Tweet |


perbanyak tuh radar dalam negri,, biar bisa slalu ngawasin nusantara,,,,
BalasHapus