| Kapal Selam KRI 403 Nagabanda |
| Kapal Selam KRI 403 Nagabanda |
Kapal selam Chang Bogo pesanan Indonesia segera dikirimkan pada tahun 2017 dan 2018 nanti. Saat ini kapal selam pertama yang diberi nomor lambung 403 sudah hampir 75% rampung.
Bagian lambung dan pisau propulsi sudah rampung, kemungkinan pemasangan instalasi bagian dalam kapal selam yang masih diselesaikan.
Nantinya setelah rampung 100%, Chang Bogo masih harus menyelesaikan uji apung, uji penyelaman dan uji pelayaran, termasuk uji penembakan dengan amunisi dummy dan amunisi tajam.
Kapal selam Chang Bogo adalah versi improved dari kapal selam type 209/1200. Digunakan secara spesial oleh Angkatan Laut Korea Selatan, dan Indonesia akan menjadi negara kedua yang mengoperasikannya. Bahkan disinyalir, dimasa depan Chang Bogo juga akan mengalami ‘Improvisasi’ untuk menyesuaikannya dengan keinginan dan kondisi geografis Indonesia.
Mengunakan mesin diesel Type 12V493 AZ80 GA31L dan baterai Lithium-ion, Chang Bogo mampu melaju dengan kecepatan 11 knot di permukaan dan 21,5 knot di bawah permukaan, dengan jangkauan operasional hingga 20 ribu km.
Dari sisi persenjataan, Chang Bogo dilengkapi 8 lubang torpedo berukuran 533 mm yang terintegrasi dengan rudal anti kapal UGM-84 Harpoon. Chang Bogo juga mampu memuat 28 ranjau laut.
Kapal Selam KRI Trisula 404 Masih Tahap Pembangunan
| KRI Trisula 404 |
KRI Nagabanda 403 akan diserahkan tahun 2017, sementara KRI Trisula 404 diserahkan tahun 2018. KRI Nagarangsang 405 jika tidak ada aral melintang, akan dibangun di Surabaya, untuk kemandirian militer Indonesia.
Kapal Selam KRI 403 dan 404, lebih besar dari KRI Cakra class, karena memiliki bobot 1400 ton, sementara KRI Cakra adalah refurbished Type 209/1300, 1300 ton.
Kapal selam ini dilengkapi dengan torpedo dan peluru kendali. Adapun naval combat management system-nya menggunakan MSI-90U Mk 2, Kongsberg Defence Systems. Untuk navigasi, kapal selam ini menggunakan Sagem’s Sigma 40XP inertial navigation system dan Integrating Navigation and Tactical Systems, OSI Maritime Systems ECPINS-W.
Indonesia juga telah ditawarkan lisensi dua kapal selam 209 oleh grup perusahaan Turki (SSM - Undersecretariat for Defense Industries) dan Perusahaan Jerman (HDW/ThyssenKrupp). Kontrak tersebut bernilai 1 miliar USD.
Perusahaan Pertahanan Korea Selatan LIG Nex1 juga menawarkan pemasangan sensor, submarine combat systems, torpedo kelas berat dan wire-guided torpedoes, untuk kapal selam Indonesia.
| Follow @militerhankam |
0 Comment "Ini Dia Kapal Selam Pesanan Indonesia Buatan Korea Selatan"
Posting Komentar