![]() |
| Panser Badak buatan PT Pindad |
“Kami bersyukur uji penembakan dinilai pihak Dislitbang TNI AD berhasil dengan baik,” ujar Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Bandung, Minggu (13/12).
| Panser Badak buatan PT Pindad Uji Tembak Cannon 90mm |
Selanjutnya dilakukan penembakan arah jam 12, di mana turret dan kendaraan menggunakan 5 butir munisi. Lalu, dilakukan penembakan arah jam 6, yang mana turret mengarah ke target dan badan kendaraan berbalik 180 derajat. Setelah itu dilakukan penembakan arah jam 3, turret mengarah ke target dan melepaskan 2 butir munisi.
Semua penembakan mengenai target sasaran yang berukuran 4×4 m dengan jarak kurang lebih 1 km dan kendaraan dalam stabil dan terkendali.
Silmy menuturkan, rangkaian uji tembak Paner Badak ini merupakan bagian dari proses sertifikasi untuk memastikan performa panser buatan anak-anak bangsa ini sudah sesuai dengan Ketentuan Standardisasi Umum (KSU) TNI AD. Uji tembak ini terlaksana dengan baik berkat dukungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Kementerian Pertahanan, Asisten Logistik Kasad, Dislitbang TNI AD, Gudang Pusat Amunisi Bojong Koneng dan Pusdikif.
| Panser Badak buatan PT Pindad Uji Tembak Cannon 90mm |
Uji tembak secara lebih spesifik dilaksanakan untuk mengukur akurasi tembakan senjata utama, yaitu turret 90 mm. Ini merupakan hasil kerja sama dengan CMI Defence, perusahaan pertahanan dari Belgia. Regional Director for Asia and Indonesia CMI Defence, Patrick Ledig menyampaikan apresiasi pada hasil kerja tim PT Pindad.
“Para staf ahli kami yang ikut hadir dari Belgia bekerja sama dengan Dislitbang TNI AD telah memastikan bahwa selama proses uji tembak kondisi kendaraan atau platform Panser Badak terlihat stabil,” ujar Patrick.
Dalam proses pengembangan Panser Badak, awak PT Pindad bekerja sama dengan CMI Defence untuk memperoleh keahlian dalam manufaktur turret 90mm sebagai bagian dari proses transfer of technology.
“Para staf kami yang terlibat dalam program manufaktur turret 90mm telah menyelesaikan pelatihan dan mulai kegiatan manufaktur di Pindad. Jadi, produk kendaraan dan senjata utama Panser Badak di fase produksi massal nanti merupakan karya anak bangsa,” ujar Silmy.
| Panser Badak buatan PT Pindad |
Pindad mulai memperkenalkan Panser Badak dalam pameran IndoDefence 2014 di Jakarta. Kendaraan tempur itu dirancang sebagai program lanjutan pengembangan varian Panser Anoa sekaligus menjembatani kebutuhan fungsi penggempuran oleh TNI AD.
| Panser Badak buatan PT Pindad |
Setelah uji tembak, beberapa pengujian lain, seperti uji laboratorium dan uji jelajah eksternal, akan dilaksanakan bersama Dislitbang AD. Hasil pengujian yang maksimal tentunya diharapkan agar Panser Cannon 90 mm Badak dapat menjadi salah satu produk unggulan PT Pindad di masa depan sekaligus menjadi kebanggaan TNI dan bangsa Indonesia.
Selain mulai memproduksi Badak, pada triwulan I 2016, PT Pindad juga akan memperkenalkan produk senjata baru kepada publik. (beritasatu.com)
| Follow @militerhankam |

Kalau nguji kendaraan perang itu ya coba aja menembak sambil berjalan, putar2/zigzag kalau tepat mengenai sasaran itu baru bisa dibilang hebat, masalahnya kalau nembak terdiam ditempat pasti gampang terkena sasaran tembak rudal anti tank, produsen kendaraan perang pasti sudah tau dan antisipasi kondisi perang yg sesungguhnya
BalasHapusCari turret yang bagus bisa auto lock, biarpun kendaraannya berjalan tetapi turret tetap mengikuti sararan target
BalasHapusKendaraan perang standart masih level satu belum full upgrade, ya lumayan bagus lah bisa bikin sendiri dari pada beli diluar negeri, buat yang banyak dan disebar di seluruh Indonesia
BalasHapusayo maju INDONESIA kembangkan terus pertahanan NKRI GO PT.PINDAD
BalasHapus