| Radar MSSR |
“Semua untuk angkatan udara prioritas terutama radar-radarnya,” kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya Agus Supriatna usai dilantik di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (2/1/2014).
Menurut KSAU, jika radar-radar TNI AU canggih maka setiap pesawat yang mencoba masuk langit Indonesia akan diketahui.
“Baru masuk sebentar, (pesawat asing) sudah diintersep. Itu nanti akan dilihat dari kekuatan radar dan pesawat-pesawat tempur,” tuturnya.
Selain radar, dia menginginkan adanya penambahan pesawat angkut. Pesawat jenis itu akan digunakan untuk penanganan bencana alam.
“Tidak lupa juga pesawat angkut. Kalau ada bencana alam jelas kita harus banyak membantu,” katanya. (Sindonews.com).
![]() |
| Radar MSSR mobile |
Kemampuan radar Ultra High Frequency (UHF/300 megahertz to three gigahertz) MSSR-2000-I ini, memiliki jangkauan hingga 331 nautical miles (613 kilometres), dapat mendeteksi 1500 target dalam radius 360 derajat, 400 target untuk radius 45 derajat dan 110 target di segmen 3.5 derajat.
Ada Enam jenis radar yang masuk ke MSSR-2000-I family: MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 500 Watt and MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 1500 Watt single chain systems, the MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 2000 Watt variant, dan MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 500 Watt Dual Redundant radar. Produk terakhir ini dilengkapi two of the single chain 500 Watt interrogators, sementara MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 1500 Watt Dual Redundant radar along with the MSSR-2000-I Mode-5/Mode-S 2000 Watt Dual Redundant system memiliki dua 2000 Watt single chain interrogators.
Mode-5/Mode-S merupakan jenis terbaru yang dilengkapi protokol air traffic control transponder untuk pesawat militer (standar NATO) dan sipil (ICAO) dengan data 24-bit. (asianmilitaryreview.com).
![]() |
| Radar MSSR |
Radar MSSR 2000-I diharapkan mampu meningkatkan kontrol lalu lintas udara dan pertahanan udara serta kemampuan angkatan udara atas wilayah yang memiliki 15.000 pulau.
Kepala Bidang Electronis Bussiness Airbus Defence and Space, Thomas Muller mengatakan: “Pihak pengendali lalu lintas udara di seluruh dunia terus menghadapi peningkatan kepadatan lalu lintas udara sipil, bersama dengan lalu lintas udara militer. Situasi ini membutuhkan sistem kinerja tinggi untuk menjamin keamanan, pertukaran data yang komprehensif dan alokasi yang efisien dari wilayah udara,”.
“Sistem kami telah dioperasikan oleh sekitar 30 negara, yang membuktikan kemampuan yang handal dan memberi solusi”.
Radar mengirimkan sinyal interogasi sesuai dengan standar terbaru Mode S, yang aman dalam memandu semua pesawat di wilayah jangkauan dan memisahkan kebutuhan target individu yang diakuisisi oleh radar.
Radar ini bisa digunakan untuk mode identifikasi teman-atau-musuh otomatis (IFF) di bidang militer, secara otomatis yang juga diperkenalkan di semua negara NATO.
Radar ini digunakan oleh: Jerman, Perancis dan kapal Angkatan laut Inggris, dan oleh Austria, Portugal, Bulgaria dan Filipina untuk tujuan pengendalian lalu lintas udara sipil. Nilai kontrak tetap dirahasiakanndanndijadwalkan selesai pada awal 2015. (airforce-technology.com).
| Follow @militerhankam |


0 Comment "TNI AU Akan Memperkuat Alutsista Radar Pesawat Di Awal 2015"
Posting Komentar