AK-630 digunakan untuk pertahanan terhadap rudal anti-kapal dan senjata presisi berpandu lainnya, namun juga dapat digunakan terhadap pesawat sayap tetap atau rotary wing, kapal besar dan kapal kecil lainnya, sasaran di pesisir, dan ranjau apung.
![]() |
| KCR-40 |
| CIWS AK-630 |
| SSM C-705 |
| SSM C-705 |
Kapal Cepat Rudal KCR-40 memiliki panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan berat 238 ton. Dengan sistem propulsi fixed propeller 5 daun, maka KCR 40 mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.
KCR - 40 terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian lambung (hull) serta Aluminium Alloy untuk bagian atasnya. Baja High Tensile Steel ini merupakan produk PT. Krakatau Steel. Paduan dua bahan tersebut membuat kapal ini memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi pada saat berlayar.
Sampai sekarang telah dibuat 4 KCR-40 untuk Satkat (satuan Kapal Cepat TNI AL) masing-masing adalah KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Beladau-642, dan KRI Alamang-644.
Dalam pemenuhan Minimum Essential Force, TNI AL berencana memiliki 38 Kapal Cepat yang terdiri dari 26 Kapal Cepat Rudal dan 12 Kapal Cepat Torpedo.
Sebelum pengembangan KCR-40 dan KCR-60, TNI AL telah memiliki 14 Kapal Cepat Rudal (4 FPB-57 Kakap class, 6 FPB-57 Pandrong class dan 4 Tacoma Mandau class) serta 2 Kapal Cepat Torpedo (FPB-57 Singa class).
Dengan pengembangan KCR-40 dan KCR-60 maka TNI AL membutuhkan 22 kapal cepat rudal/torpedo lagi yang dicukupi dari kedua tipe tersebut. Dengan demikian maka secara keseluruhan kapal cepat rudal/torpedo TNI AL akan terdiri dari 4 platform kapal : KCR-40, Tacoma-Mandau class, FPB-57 dan KCR-60.
| Tweet |

0 Comment "Melengkapi Persenjataan KCR-40"
Posting Komentar