Ryamizard mengatakan, Indonesia dan Swedia memiliki kesamaan, yaitu merupakan negara Nonblok. Dia sangat senang dengan kebijakan Swedia yang memiliki semangat sama dengan Indonesia dalam hal menjaga perdamaian di dunia. “Kita tidak menginginkan perang, ingin perdamaian abadi. Jadi tidak ada musuh, kecuali musuh bersama kita, yaitu teroris” katanya.
| Kockums Gotland Class |
| Gripen Swedia (@Saab) |
Saat ini, Athan Indonesia untuk Swedia masih merangkap untuk Inggris dan berkantor di London. Pun dengan Swedia yang tidak memiliki Athan di Indonesia yang masih merangkap dengan Singapura. “Kita selama ini tidak punya Atase Pertahanan tetap. Ke depan kita jajaki dengan Swedia punya Atase Pertahanan sendiri agar kita jadi fokus,” kata Ryamizard.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga mengungkapkan, Menhan Swedia Carl Anders Peter Hultqvist menawarkannya untuk membeli beberapa alutsista yang bisa dipergunakan untuk TNI. Pihaknya tentu saja siap mengkaji penelitian bersama, tawaran transfer teknologi, hingga produksi alutsista bersama. “(Teknologi) Kapal selam ditawarkan. Beliau (Menhan Swedia) undang saya ke sana bicarakan itu. Dan kita kan mau buat kapal selam juga. Mereka juga menawarkan (teknologi) pesawat tempur. Intinya saling mengisi dan menyempurnakan,” ujarnya. (republika.co.id)
| Follow @militerhankam |
Athan seharusnya segera di tunjuk pejabatnya, termasuk negara2 pecahan Unisoviet dan juga dikirim para mahasiswa S2 maupun S2 utk menimba ilmu2 teknologi militer
BalasHapus