Kapal Selam Baru KRI Nagapasa 403 Akan Dipersenjatai Torpedo Kelas Berat Black Shark

Jakaarta – Kapal selam Indonesia yang baru KRI Nagapasa – 403 DSME type 209/1400 class, sejak hari JUmat, 11/8/2017, telah berlayar dari Okpo, Korea Selatan, menuju pangkalan Koarmatim Surabaya, Indonesia. Kapal selam buatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Korea Selatan ini, akan menempuh perjalanan selama 18 hari, untuk tiba di tanah air.

Indonesia akan membeli sistem persenjataan kapal selam dari Italia untuk melengkapi persenjataan kapal selam KRI Nagapasa.

Sekjen Kementerian Pertahanan, Dr. Widodo mengatakan kepada Metrotvnews.com, KRI Nagapasa akan tiba di Indonesia akhir bulan Agustus 2017. Namun, KRI Nagapasa belum dilengkapi sistem persenjataan.
Nagapasa 403 Changbogo class
Nagapasa 403
“Senjata torpedo black shark, jadi mungkin mudah-mudahan tahun ini bisa masuk,” ujar Dr. Widodo saat membuka Pameran Industri Pertahanan, Minggu, 13/8/2017 di Lapangan Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Black Shark merupakan torpedo kelas berat yang diproduksi oleh Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia. Torpedo Black Shark dijuluki monster laut dan diberi label IF21.

Torpedo torpedo kelas berat merupakan hasil penelitian dan teknologi Italia dengan keunggulan elektro-akustik yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Italia.
Black Shark Torpedo
Black Shark Torpedo
Torpedo ini merupakan senjata multi-target yang sangat canggih baik dari sudut pandang teknologi dan operasional dan telah dirancang untuk digunakan dari berbagai platform peluncuran dan lebih khusus lagi dari kapal selam, kapal selam mini (midget), kapal permukaan dan stasiun di darat.

Torpedo Black Sharik dibuat untuk menetralisir ancaman target permukaan ataupun bawah laut. Black Shark adalah wire-guided torpedo dengan menggunakan kabel serat optik sehingga selama dalam peluncuran tetap dapat melakukan komunikasi untuk mengirim dan menerima data penting untuk kesuksesan misi.

Torpedo kelas berat Black Shark memiliki panjang sekitar 6 meter, diameternya sekitar 533 mm, sangat tidak bersuara dan bisa bekerja dalam mode bimbingan diri sendiri (self-guidance mode) saat langkah terakhir dalam menyelesaikan misi. Versi yang paling inovatif dari torpedo ini, sumber dayanya dilengkapi dengan baterai Lithium-Polimer baru.
Nagapasa 403
Nagapasa 403
Sekjen Kemhan Dr. Widodo mengatakan, torpedo black shrak dipilih karena memiliki spesifikasi yang paling cocok dengan KRI Nagapasa dan ditargetkan bulan November atau Desember 2017, torpedo black shark telah tiba di tanah air.

Indonesia memesan tiga kapal selam DSME 209/1400 class dari galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan. Kapal selam kedua, yakni KRI Ardadedali-404 diharapkan tiba di tanah air pada akhir tahun 2017. Adapun kapal selam ketiga, akan dirakit di PT PAL, Surabaya, Indonesia. Modul-modul yang dibuat DSME, akan diintegrasikan di Indonesia, sebagai bagian dari kesepakatan transfer teknologi. Kapal selam ketiga ini, diharapkan menjadi batu loncatan Indonesia, dalam membangun kapal selam secara mandiri.

1 Response to "Kapal Selam Baru KRI Nagapasa 403 Akan Dipersenjatai Torpedo Kelas Berat Black Shark"

  1. semoga naga pasa beranak pinak, agar menjadikan NKRI jaya dilautan dan dpt melindungi semua WNI yg berada di manapun

    BalasHapus