Su-35 Disebut Sebagai Jet Tempur Paling Berbahaya, Dan Tak Tertandingi Didunia

Berdasarkan poling forum militer dan sepanjang pameran airshow sejak 2013 di Paris, penampilan dan performa SU-35 banyak yang menyebut pesawat ini lebih baik dibandingkan pesawat tempur generasi ke 5 lainnya, bahkan pejabat senior militer AS sebut SU-35 lebih berbahaya jika dibandingkan F-22 Raptor buatan Lockheed Martin. Dilansir laman Russia Beyond The Lines, secara karakteristik Su-35 dirancang khusus untuk pesawat tak tertandingi di dunia, salah satu keunggulan jet tempur ini terpasang radar-control Irbis yang mampu mendeteksi 30 target sekalipun dalam jarak maksimal 400 km dan bisa menangkis serangan jamming yang dilancarkan dari pesawat musuh.
SU-35 Russian air force
SU-35 Russian air force
Su-35 bisa melesat hingga 2.390 km per jam dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km, mampu menghilang dengan mengandalkan mode stealth (siluman), pesawat ini sulit sekali dilacak oleh musuh. Penerbang F-22 Raptor yang berpengalaman pun menganggap pesawat tersebut sulit dikejar maupun dihancurkan. China menjadi negara asing pertama yang membeli Su-35, karena kemampuan pesawat ini China sepakat memborong SU-35 sebanyak 24 dan empat jet SU-35 pertama telah dikirim ke negera itu pada awal tahun 2016 lalu.

Indonesia beli SU-35
Indonesia pembeli SU-35 kedua setelah China, di tafsirkan Indonesia akan membeli sebanyak 8 unit dari Rusia sebagai pengganti F5 Tiger TNI AU yang sudah usang. Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi menekankan, pada dasarnya Rusia dan Indonesia sudah menyelesaikan tahap akhir persyaratan kontrak untuk bisa membeli pesawat tempur Su-35, terutama pengalihan transfer teknologi Su-35 ke Indonesia.

Wahid Supriyadi masih belum memberi kejelasan bagaimana nantinya Indonesia bisa memproduksi (komponen) Su-35 setelah mendapatkan transfer teknologi, tetapi Wahid Supriyadi dapat mengkonfirmasi bahwa tidak diragukan lagi Indonesia akan membeli 8 unit Su-35 Rusia.

Menurut dia, ini adalah Phase pertama dari kerjasama kedua negara dibidang pembelian Su-35, sementara Phase 2 adalah kerjasama transfer teknologi untuk meningkatkan industri pertahanan Indonesia.

Sebagaimana tercantum sesuai ketentuan hukum di Indonesia, peralatan militer yang dibeli harus disertai dengan transfer teknologi.

Indonesia memutuskan untuk membeli Su-35 setelah kedua negara mencapai kesepakatan untuk melepaskan simpul yang paling sulit, yakni Rusia setidaknya harus mentransfer 35% dari teknologi Su-35,

Su-35 saat ini tercatat sebagai pesawat tempur yang paling popular didunia, apalagi setelah menyelesaikan misi yang diklaim Rusia melakukan efisiensi tempur yang sangat tinggi di Suriah.

Duta Besar Indonesia menegaskan, setelah Rusia menyelesaikan isu-isu transfer teknologi, sekarang prosedur penyelesaian akhir yang tersisa adalah menandatangani kontrak secara resmi.

3 Comments

  1. kalo ngadepin F22 raptor yang punya kemampuan highly stealth dan jarak endus radar yang super jauh kira-kira gimana tuh,sanggup ngga SU35 ngeladeninnya?

    BalasHapus
  2. Hrs adakan operasi intelrjen diaspora utk melengkapi radar utk ifx, kalau mengandalkan beli tetap di kadalin asing dan hrs rebut ilmunya utk kekuatan/keamanan/keslamatan wni NKRI dr kehancuran dr suatu bangsa lain

    BalasHapus