KRI Raden Eddy Martadinata, Kapal Perang Terbaru TNI AL Cantik Dan Canggih

Fregat SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) diberinama KRI RE Martadinata, kerjasama PT PAL dan Damen Shipyard Belanda yang dikerjakan di Surabaya, Jawa Timur.

Banyak negara yang terkejut dengan pekerjaan ini. Mereka kagum dengan PT PAL yang ternyata mampu merakit Light Frigate Sigma ini. Dari 7 modul, PT PAL menggarap 5 modul, sementara Damen Shipyard Belanda hanya dua modul. Pada kapal frigate yang kedua, Damen hanya akan menggarap satu modul.
KRI Raden Eddy Martadinata buatan PT PAL
KRI Raden Eddy Martadinata buatan PT PAL
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Fregat ini memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter dan berbobot 2.365 ton. Akomodasi kapal sepenuhnya ber-AC dan menampung hingga 122 orang.

Heli dek di belakang untuk menampung sebuah helikopter ukuran sedang dengan berat maksimum 10 ton. Kapal ini juga dilengkapi dua perahu karet jenis RHIBs untuk operasi penyelamatan dan patroli.
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Fregat ini memiliki kecepatan berlayar 28 knot, dapat menempuh jarak hingga 5,000nm pada kecepatan 14 knot. Endurance, 20 hari di laut.
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Sistem propulsi kapal memanfaatkan gabungan diesel or electric (CODOE), yang terdiri dari dua mesin diesel 10,000kW MCR propulsion type, dan dua motor elektrik 1,300kW, dua gearbox double input dan dua baling-baling.
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Body-nya ramping, minimalis dan futuristik. KRI RE Martadinata sudah dikeluarkan dari dry-dock, untuk mulai uji laut. Ini adalah salah satu Light Frigate TNI AL yang dirakit di PT PAL, Surabaya dan segera rampung.

Tidak salah jika PT PAL memilih Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda, sebagai partner dalam membuat kapal perang.

5 Comments

  1. Mantap , ternyata Indonesia juga punya angkatan militer yang canggih ya. Dan tidak kalah dengan negara-negara lain

    BalasHapus
  2. Brafo TNI AL Jalesveva Jayamahe......

    BalasHapus
  3. Sdh ada kemajuan tni kita . ingat jangan mau lagi membeli alusista dari negara barat. apalagi pesawat tempur kapal selam dll. mereka bisa menanamkan alat pelacak didalam alusista yg kita pesan.sehingga mereka akan mudah melacak keberadaan alusista kita bahkan bisa menghancurkannya tanpa menyerang kita

    BalasHapus
  4. Bravo TNI tinggal Buat Jet tempur dan roket secara mandiri aja nih PR nya

    BalasHapus