Jet Tempur Eurofighter Typhoon TNI AU Akan Tiba 2015

Eurofighter Typhoon memiliki moncong yang lebih besar, untuk memberi ruang bagi radar AESA yang lebih besar. (photo: Eurofighter)

Jika tidak ada aral melintang, jet tempur Eurofighter Typhoon TNI AU akan tiba tahun depan, untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia. Jet tempur Eurofighter Typhoon dengan nilai kontrak 1,5 Miliar USD ini akan datang bertahap, untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger TNI AU.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pepatah itu digunakan pemerintah Indonesia dalam strategi pengadaan dan penguatan alutsista.
Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon (photo: Eurofighter)
Dengan pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon ini, PT DI akan mendapatkan pengembangan: airframe, avionics (include multi mode mission radar yang akan dikembangkan PT LEN. Kemampuan PT LEN akan terus meningkat. Saat ini PT LEN sudah mengembangkan medium range radar 2D dan juga ada co-produksi radar 3D.
PT DI akan semakin percaya diri dalam menyerap teknologi untuk mengembangkan Jet Tempur KFX/IFX yang saat ini bekerjasama dengan Korea Selatan.

Pembelian dan transfer of technology dari Eurofighter Typhoon, bisa dikatakan sebuah kemajuan diplomasi TNI. Selama ini kita kenal, beberapa negara NATO enggan berbagi Transfer of Technology (ToT) mesin jet tempur mereka, kepada negara Non-NATO. Dengan langkah ini, mesin jet tempur KFX/IFX Indonesia nanti, tidak harus sama dengan mesin jet tempur KFX/IFX Korea Selatan yang cenderung menggunakan mesin F-414-400 Amerika Serikat.

Dengan pembelian Eurofighter Typhoon oleh TNI AU, besar kemungkinan IFX Indonesia menggunakan mesin yang diusung typhoon.

Dalam presentasinya di Korea Selatan, PT DI menyatakan, KFX /IFX yang dibangun harus memiliki daya dorong yang besar. Hal ini untuk mengejar kemampuan IFX yang mengusung teknologi 4,5 G yang terus dikembangkan menjadi pesawat stealth 5 G.

Typhoon memiliki kelebihan daya dorong dibanding Dassault Rafale. Mesin EJ200 Typhoon mampu mempertahankan dayanya dalam kecepatan tinggi, sehingga memberikan Typhoon akselerasi superior pasca 1.5 Mach. Dibandingkan Rafale, Meskipun mesin M88 Rafale dapat berfungsi baik dalam aliran udara terbatas pada high altitude, pesawat akan kehilangan tenaga yang membatasi Rafale pada kecepatan 1,8-1,9 Mach saja, sedangkan Typhoon tetap bertenaga melewati kecepatan 2 Mach.
Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon (photo: Eurofighter)
Keunggulan mesin EJ200 Typhoon menjadi modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur IFX yang canggih.

Jet tempur Typhoon yang mulai datang tahun 2015, akan mendampingi SU-27/30, sebagai alat pemukul TNI AU. Pembelian typhoon merupakan upaya diversifikasi pembelian senjata yang dibarengi rencana jangka panjang.

Eurofighter Typhoon produksi tahun 2014 mulai dilengkapi radar AESA (active electronically scanned array) yang merupakan lompatan teknologi dalam sensor baru pesawat tempur, karena sumber tenaga (transmitter) berasal dari banyak modul TR yang terdapat pada antenna. Efeknya pesawat tempur ini memiliki kemampuan pendeteksian yang tinggi, penargetan, pelacakan serta kemampuan perlindungan diri sendiri. Dengan demikian pesawat ini memiliki kemampuan full spectrum of air operations. Welcome eurofighter typhoon Indonesia.

56 Comments

  1. Balasan
    1. Dana masyarakat untuk beli alutsista oke, tapi di jawa tengah banyak uang rakyat untuk beli togel karena bandar nya TNI ad

      Hapus
  2. kapan belinya, nggak ada beritanya ...!

    BalasHapus
    Balasan
    1. belinya kemarin siang bung

      Hapus
  3. hoax lagi..hoax lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. dasar anak tk, tau lo yg nampak mata aja. klo lo pinter bantah dong pke argumen yg ilmiah, dasar goblok!!!

      Hapus
    2. kalo andaikan benar kenapa ?

      Hapus
    3. Emang HOAX koq, Pmerintah, MenHan setuju beli Su 35 koq n ud tken kontrak tuk 1 Skuadron lengkap dg prsenjataan

      Hapus
  4. Klo mau tau SU 35 sudah masuk ke ido cma di rahariakan dribpublik, seperti halnya KS klo kt udah punya 2 dan KS asal inggris 1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok lu bisa tau? ngintip lo ya.. ngaku!

      Hapus
    2. Hahaa om kangday ngelawak nih.. Kalo ini rahasia bagaimana caranya lu tau ? #lol

      Hapus
    3. Rahasia apalagi yg akan anda publikasi?....he he lucu....kayak Sule.......

      Hapus
    4. Intel alias indomie telor, makanya bisa tau ,kwkw

      Hapus
    5. Hahahaha...,, cuma dia yg tau rahasia nya...,, ngakak.,..

      Hapus
  5. indonesia sudah mulai bangkit dgn PT.DI & PT.LEN yg mampu membuat sendiri peswat tempur dan radar canggih dan tak tergantung luar negri melulu hal ini juga dipantai serius agar tidak ada kebocoran dana alias korupsi

    BalasHapus
  6. Semoga dapat terwujud semua :)

    BalasHapus
  7. indonesia jayalah,semoga dapat terwujud semuanya.

    BalasHapus
  8. Datang terusssss.....setuju..!

    BalasHapus
  9. Beli lah... Beli semua yg menurut pemerintah bagus untuk pertahanan NKRI... Tp jgn lupakan rakyat mu yg mnopang hidup nya dilampu merah... Ditrotoar menadahkan tangan karna kecacatan yg mereka miliki.... Sdcgh banyak contoh dari apa yg disebut kecacatan dari negeri kita sendiri dikarenakan para pejabat pejabat korup haus kekuasaan harta yg bukan miliknya...

    BalasHapus
  10. Hancurkan malon yg ekonominya mulai bobrok

    BalasHapus
  11. Semuanya hoax..tong kosong,bunyi doang.. breng breng

    BalasHapus
  12. Tenang bro, SU 35 tetep dibeli jumlah yang pasti rahasia. Kalo jadi beli tenang lah. Kita tetep dukung TNI. Mereka lebih tahu kebutuhan untuk mencover nusantara.

    BalasHapus
  13. Peasawat tempur apapun yang akan di beli TNI AU ...kita wajib menghormati segala keputusan yang diambil pemerintah beserta petinggi TNI AU....

    Yang penting kita beli...BUKAN SEWA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  14. sekarang sudah tahun 2015, untuk membuktikan apakah benar atau tidak nya berita dalam artikel diatas; waktu adalah alat pembuktian yang paling adil, tak perlu pakai rahasia-rahasian segala....

    BalasHapus
  15. Klau bisa beli, belilah, Kalau bias akuisisi akuisisilah, Tapi jangan Lupa SU 35 tetap ada dan IFX tujuan Utama Mandiri Alutsista Tujuan akhirnya, mungkin ini mimpi tapi lebih baik punya mimpi dari pada tidak sama sekali dari rakyat jelata yg menginginkan Indonesia Jaya, yang menginginkan Indonesia tidak terjajah dalam bentuk apapun, yang menginginkan Indonesia berdiri sejajar dengan Negara kuat lain ikut menata Dunia kearah yang lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju bro Rawan,su-35 tetap harus ada skalian paket senjata nya.dan jgn lupa pula pertahanan udara patsir,buk ME dan s-300/400.trims..

      Hapus
  16. Apapun yang dibeli yang penting bisa menang dari Awan Cb karena itu musuh penerangan utama di Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dipikirkan Pejabat bukan Beli Pesawat tetapi beli Saham Freeport biar kekayaannnyyaaa 100 turunan masih ada.

      Hapus
  17. saya sudah lihat tadi siang membelah kota bekasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. membelah kota bekasi apa membelah mimpi di saiang bolong :v samai saat ini masih belum diputuskan mana pengganti F5 Indonesia.. semoga #SU35

      Hapus
  18. Hrs kita dukung pemerintah yg menggunakan kebijakan strategi Non Blok, artinya utk pengadaan alutsista TNI hrs 40%(NATO pembelian/ToT) : 60% (Rusia pembelian/ToT) shg tdk menjadikan ancaman kedua blok tsb dan utk peningkatkan pertumbuhan ekonomi kita agar tdk ketinggalan jauh dg negara2 sekitar kita serta harapan investasi terus meningkat dlm membiayai pembangunan poros maritim dunia NKRI. Salam...........

    BalasHapus
  19. izin mampir :)
    http://goo.gl/HAH5jl

    BalasHapus
  20. semoga benar,biar tni makin kuat dan profesional tapi tetap low profile,biarkan mereka pada sinis dan mencibir atau jangan2 mereka (yang tidak suka TNI ) pada ketar ketir,bravo TNI

    BalasHapus
  21. Typoon mmg sdh teken kontrak, su 35 sdh disetujui dpr anggarannya bos tinggal tunggu realisasi kemungkinan 2016 teken kontrak, btw knp yah ada warga indonesia tp sepertinya ga suka tni maju. Jaya nkri dan tni

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Balasan
    1. T-50 mahal bang & belum terbukti

      Hapus
    2. T-50 Pak-Fa aj msi Tahap Pengembahan Tahap Akhir n hny tuk Rusia smp thun 2030an bru bs di ekspor,
      SU 35 it tulang punggung AU Rusia loh,

      Hapus
  24. waduh kena salip lagi rusia

    BalasHapus
  25. Sudah tahun 2016 dan tidak ada Typhoon

    BalasHapus
  26. Typoon dan su35
    S7
    Di borong... Ajaa gpp biar aus meriding
    Tetanga lain ngeri dan kapal selam juga di tambah kan lagi donk

    BalasHapus
  27. Paling buat akrobatik tuh pesawat... hehehe!
    Sayang banget buang duit segitu, mending kasih ma gw duitnya....!
    Bravo TNI

    BalasHapus
  28. Dab Waktulah yang menjadi "Hakim" yang paling adil; yang dapat membuktikan sesuatu benar atau tidak ......

    BalasHapus
  29. Sekarang udah 2017 udah dateng belom ya barangnya

    BalasHapus
  30. Barang mmg blum Ada,tp kesepakatan resmi adlh SU 35, ...

    BalasHapus