| B61-12 Nuclear Bomb |
Amerika juga mempertahankan sejumlah besar pengiriman bom nuklir. Sebagai bagian dari triad nuklir, mempertahankan sekitar 94 pembom berkemampuan nuklir (B-2 dan B-52), lebih dari 400 ICBM Minuteman III dan 12 rudal balistik kapal selam nuklir kelas Ohio. Yang terakhir dilengkapi peluncuran rudal balistik kapal selam Trident II yang canggih.
Keir Lieber dan Daryl Press sebagaimana dikutip National Interest mencatat, “Pada tahun 1985, satu hulu ledak ICBM AS memiliki kurang dari 60 persen keberhasilan menghancurkan sasaran jika menggunakan peluncuran silo. Sekarang menggunakan rudal Trident II akan memiliki kesempatan sekitar 99 persen.
dari sekian bom nuklir yang dimiliki Amerika ada satu yang sangat berbahaya. Yakni B61-12. Banyak yang telah menulis tentang B61-12, yang sebagian besar difokuskan pada biaya yang sangat mahal. Bahkan ini adalah proyek bom nuklir termahal.
| B61-12 Nuclear Bomb |
Tetapi yang membuat B61-12 menjadi senjata nuklir paling berbahaya di gudang Amerika adalah kegunaan. Kegunaan ini berasal dari kombinasi akurasi dan berkadar rendah.
Menurut Kristensen, kebanyakan bom nuklir AS memiliki diameter probabilitas kesalahan atau circular error probabilities (CEP) antara 110-170 meter. Sementara CEP B61-12 adalah hanya 30 meter.
B61-12 juga memiliki hasil yang rendah. Seperti disebutkan di atas, bom memiliki hasil maksimum 50 kiloton. Namun, hasil ini dapat diturunkan seperti yang diperlukan untuk setiap misi tertentu. Bahkan, kekuatan ledakan bom dapat dikurangi secara elektronik melalui sistem dial-a-yield.
| Follow @militerhankam |
0 Comment "Inilah Senjata Pemusnah Massal B61-12, Bom Nuklir Paling Berbahaya Milik Militer Amerika"
Posting Komentar