Indonesia Dan Amerika Gelar Latihan Militer Di Pangkalan Sam Ratulangi Manado

United State (US) Pasifik Air Force kembali mengirimkan 120 prajurit ke Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (8/3). Mereka akan bergabung dengan 140 prajurit TNI Angkatan Udara (AU) di Pangkalan Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado. Dua angkatan bersenjata beda negara ini, akan menggelar simulasi tempur udara memakai jet tempur F-16.

Di sisi lain, menurut informasi, Amerika lagi-lagi memilih Nyiur Melambai sebagai lokasi latihan militer tidak lain untuk memantau pergerakan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ini tidak lepas dari posisi Sulut berbatasan dengan Filipina, yang menjadi salah satu sarang ISIS.
Cope West Exercise Manado 2018
Cope West Exercise Manado 2018
Komandan Lanudsri Manado Kolonel Navigasi (Nav) Insan Nanjaya tidak menampik hal ini. Menurutnya, kedatangan pasukan Amerika selain menggelar operasi bersandi ‘Cope West Exercise’ juga bertujuan memantau wilayah perbatasan.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan penerbang dan kemampuan efisiensi dalam operasi udara taktis. Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara konflik, latihan ini juga menjadi salah satu bentuk pengawasan dari udara. Karena kita tahu Sulut itu berbatasan dengan negara Filipina yang jadi sarang teroris,” ungkap Nanjaya, saat diwawancarai usai upacara pembukaan di Lanudsri (samping bandara Sam Ratulangi), kemarin sore.

Lanjut Nanjaya, latihan bilateral ini sebelumnya sudah pernah digelar dua tahun lalu. Namun, tahun ini kegiatan latihan akan berupa fighter exercise.

Ditambahkan perwira menengah TNI AU ini, simulasi akan digelar selama dua pekan, 12 hingga 23 Maret. “TNI AU Indonesia sebanyak 140 personel. Sementara Angkatan Udara Amerika 120 personel. Mereka akan melakukan latihan berupa teknik Combat SAR dan Air Combat Manuver,” bebernya.

Combat SAR dijelaskan, merupakan salah satu kemampuan tempur pasukan TNI AU yang sangat jarang dimiliki pasukan militer pada umumnya. Combat SAR adalah misi menyelamatkan pilot tempur yang keluar melompat menggunakan kursi pelontar saat pesawat tempurnya ditembak jatuh. “Jadi misinya adalah menyelamatkan pilot yang mendarat. Karena di setiap medan perang, tidak selalu pilot itu mendarat di tempat aman,” paparnya.

Lebih lanjut, dijelaskan soal latihan teknik Air Combat Manuver atau simulasi pertempuran udara sering disebut Dog Fight. Ini melibatkan pesawat tempur F-16 milik AU dengan pesawat F-16 dari US Air Force. “Nah, latihan ini akan berlangsung di langit Sulut. Tepatnya di atas kepulauan Sanger dan Talaud,” jelas Nanjaya.

Ditambahkan Nanjaya, Lanudsri menjadi fasilitator dalam latihan bersama tersebut. Yaitu, sebagai base operation dari Latma Cope West dan Spear Iron. “Seperti tahun 2016 yang lalu, untuk kegiatan ini Lanudsri menjadi base operationnya. Semua perlengkapan dan persiapan diatur Lanudsri. Hari ini (kemarin) yang datang baru angkatan udara Amerika dengan enam pesawat F-16,” urainya.

Nanti, Sabtu (10/3) esok, TNI AU akan mendaratkan F-16 di Lanudsri. Kurang lebih ada enam pesawat. Jadi, total pesawat tempur F-16 yang akan mendarat ada 12. “Nanti akan ada juga waktu yang disediakan untuk masyarakat datang berkunjung melihat-lihat pesawat tempur,” tukas mantan Danlanud Lampung ini.

Sementara itu, pantauan koran ini, sekira pukul 13.00 WITA, enam pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara Amerika Serikat telah parkir di Landasan Udara Sam Ratulangi. Diawali dengan sedikit manuver di langit Sulut, enam pesawat tersebut akhirnya mendarat.

Selepas mendarat, terlihat ratusan kru Angkatan Udara Amerika yang sudah mendirikan camp, langsung keluar mendekati setiap pesawat. Para kru kemudian melakukan pengecekan keadaan pesawat, selepas mengudara. Para pilot dan co-pilot yang masih berseragam pilot lengkap, terlihat asyik berbincang di depan salah satu pesawat.

Beberapa kru yang melakukan pengecekan terlihat memindahkan beberapa barang dari pesawat. Bahkan, beberapa kru ada yang terlihat mengangkat dan memindahkan rudal pesawat.

Ditambahkan, Kolonel Pnb Ferdinand Roring, di puncak latihan, akan ada ketambahan pesawat-pesawat lain untuk memeriahkan simulasi ini. “Nantinya akan ada pesawat angkut dari US Air Force seperti pesawat C-17 Globe Master, Helikopter Chinook untuk operasi infiltrasi dan Sar Tempur. Pesawat C-130 Hercules, CN-295 dan Helikopter Super Puma. Semua pesawat itu akan terlibat dalam latihan,” ungkapnya saat memantau kehadiran para pilot dari Amerika di landasan udara Sam Ratulangi.

“Pihak US Force telah mendaratkan enam pesawat tempur jenis F-16. Kalau TNI Angkatan Udara dari Pekan Baru, akan datangkan juga enam pesawat yang sama, mereka akan mendarat Sabtu nanti (esok),” ujar putra Sulut ini.

Lanjut Roring yang merupakan mantan Danlanudsri Manado, ada juga latihan Spear Iron yang melibatkan Pasukan Khusus TNI AU (Paskas) dan Combat Control Team (CCT) Special Force dari Amerika Serikat. “Kedua Satuan Khusus ini bekerja sama dalam melakukan berbagai kegiatan latihan berupa, penerjunan, infiltrasi, SAR tempur dan evakuasi. Latihan ini juga selain memperkuat TNI AU, juga untuk memantau perbatasan dari udara,” pungkas Roring.

0 Comment "Indonesia Dan Amerika Gelar Latihan Militer Di Pangkalan Sam Ratulangi Manado"

Posting Komentar