Untuk Melindungi Kawasan Indonesia, TNI Masih Membutuhkan 12 Radar Pertahanan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih membutuhkan 12 unit radar Ground Control Interceptor (GCI) lagi untuk dapat mendeteksi dan melindungi wilayah Indonesia dari serangan musuh.

Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati, mengungkapkan untuk melindungi Indonesia, TNI juga dapat mengajukan konsep kedaulatan di udara sampai dengan batas ketinggian yang diatur menurut hukum internasional dan nasional, bahkan hingga ruang angkasa.

“Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah dinamika konflik Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, di mana dua negara yang menjadi aktor utama yaitu Korea Utara dan Cina telah mengembangkan rudal nuklir jarak jauh,” ungkapnya, Jakarta.
Republik Indonesia
Republik Indonesia
Menurut perempuan yang akrab disapa Nuning itu, TNI AU harus mengembangkan konsep ‘Sistem Pertahanan Udara’ yang modern dan canggih untuk melindungi keselamatan NKRI dengan menyiapkan sistem deteksi dini dan sistem interceptor.

“Perlu dikaji kedua sistem tersebut untuk mampu menangkis datangnya rudal nuklir tersebut di luar ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif),” ujar Dosen Intelijen Maritim Universitas Pertahanan itu.

Dari faktor tersebut, Nuning menegaskan bahwa sangat penting bagi TNI AU memodifikasi Minimum Essential Force (MEF) seperti penambahan radar GCI dan radar Early Warning (EW) di seluruh Indonesia terutama bagian timur Indonesia.

Kemudian, lanjut Nuning, juga dengan menambah skuadron udara tempur agar mampu melaksanakan patroli udara rutin selama 24 jam, minimal frekuensi terbang malam sama dengan terbang siang.
Master-T
Master-T
“Jadi operational requirement dan technical specification kedua jenis radar tersebut tidak hanya untuk dog fight di udara antara pesawat TNI AU melawan pesawat musuh, tapi juga harus mampu dog fight pesawat TNI AU menangkis rudal nuklir,” katanya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya menyampaikan bahwa TNI AU juga masih butuh menambah radar pertahanan udara, yang saat ini jumlahnya baru mencapai 20 unit radar GCI.

Menurut Hadi, radar yang ada tidak bisa menjawab potensi ancaman yang dimiliki Indonesia, sehingga jumlahnya harus ditambah. Dengan jumlah tersebut, tidak semua wilayah kedaulatan Indonesia bisa tercakup.

Sehingga dibutuhkan penambahan 12 unit lagi. Artinya, Indonesia akan memiliki total radar GCI sebanyak 32 unit. Kebutuhan 12 unit radar GCI itu pun sudah sesuai dengan Rencana Strategi II Tahun 2014-2019.

0 Comment "Untuk Melindungi Kawasan Indonesia, TNI Masih Membutuhkan 12 Radar Pertahanan"

Posting Komentar