TNI Angkatan Darat Bangun Satuan Khusus Tempur Batalyon Cakra Di Lebak Banten

Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) akan mempunyai kesatuan baru bernama Batalyon Cakra yang akan berdiri di Ciuyah, Kabupaten Lebak, Banten, di atas lahan lebih dari 700 hektare. Bagi pemerhati militer, ini bukan batalyon biasa karena berkuatan 1200 personel padahal biasanya 1 Batalyon hanya 700 prajurit saja.

“Satu batalyon yang nanti ke depan di bawah Panglima Kostrad. Suatu akumulasi dari kemampuan kesatuan Infanteri, Arhanud, Armed, nanti dia bisa bermanuver disitu,” kata Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staff Angkatan Darat (KASAD), usai meninjau pembangunan Markas Komando (Mako) Batalyon Cakra, di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (28/08/2017).
TNI AD
TNI AD
Batalyon baru tersebut nantinya akan berisikan dati kesatuan Infanteri, Armed, dan Arhanud yang bertanggung-jawab langsung kepada Panglima Kostrad di bawah pimpinan Letjen TNI Edy Rahmayadi.

“Merupakan satu kesatuan pemukul Kostrad, ada helikopter Penerbad, ada Kavalerinya disini, satu kesatuan komando. Komandan-nya nanti Kolonel,” terangnya.

Mako tersebut nantinya akan berisikan rumah dinas, lapangan tembak, lahan latih tempur, hanggar alutsista hingga gudang amunisi.

“2019 diharapkan (sudah selesai), sekarang baru 30 persen, baru bisa menampung 150 personel. Sambil dibangun sambil dipelihara (dihuni),” jelasnya.

Alasan KASAD Bangun Batalyon Cakra
Batalyon Cakra di Leba Banten
Kasad Jendral TNI Mulyono meletakan batu pertama pembangunan Batalyon Cakra di Leba Banten
Batalyon Cakra Kostrad rencananya bermarkas di Kabupaten Lebak Banten. Markas komando tersebut akan menampung 1.200 personel.

Markas tersebut akan berdiri di atas lahan 700 hektar, di Kampung Gedong Ciuyah, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira. Tempat itu dipilih karena strategis.

“Rencananya ada 1.200 personel dari seluruh bagian, seperti Kaveleri, Armed, Zeni, Infanteri dan yang lainnya,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono, saat malakukan peletakan batu pertama di Ciuyah, Senin (28/3/2016).

Selain Mako, Kata Mulyono, di lokasi tersebut juga akan dibangun tempat latihan dan penyimpanan alat perang mulai dari tank baja dan alat pertahanan atau keamanan lainnya.

“Lokasi ini merupakan wilayah strategis kita. Selain itu, tempat ini sangat sesuai dengan kontur wilayah yang memang berdekatan dengan garis pantai selatan,” jelasnya.

Mulyono berharap agar dalam pembangunannya, para pekerja berwawasan lingkungan. Sebab, melihat kondisi lahan yang banyak ditumbuhi pepohonan, sangat disayangkan jika harus ditebang begitu saja.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mendukung rencana pembangunan megaproyek milik TNI-AD di Kabupaten Lebak.

“Pembangunan Mako Cakra tentunya akan sangat mengangkat pamor Kabupaten Lebak, yang selama ini kerap disebut sebagai daerah tertinggal,” jelasnya.

Pembangunan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 420 miliar. Pembangunan berlangsung hingga tahun 2018, terbagi dalam tiga tahap.

0 Comment "TNI Angkatan Darat Bangun Satuan Khusus Tempur Batalyon Cakra Di Lebak Banten"

Posting Komentar