Indonesia Dan Malaysia Gelar Latihan Militer Gabungan Di Tarakan

Sebanyak 130 personel Batalion ke-11 Rejimen Askar Melayu DiRaja tiba di Tarakan dengan menggunakan pesawat Royal Malaysian Air Force sekitar pukul 11.26 Wita, Senin (25/9).

Kedatangan tentara asal negeri Jiran kali ini dalam rangka latihan militer bersama dengan Yonif Raider 613 Raja Alam, yang dimulai pada tanggal 25 September hingga 7 Oktober.

Komandan Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti (Danbrigif 24/BC) Letnan Kolonel (Letkol) Inf Jones Sasmita Muliawan mengatakan, dalam latihan milter bersama ini nantinya akan dilakukan pertukaran teknik dan taktik militer antara kedua negara.

“Jumlah personil yang akan mengikuti latihan militer bersama kali ini berjumlah 260 personil, 130 personil dari Batalion Ke 11 Rejimen Askar Melayu DiRaja dan 130 personil dari Yonif Raider 613 Raja Alam, selain itu ada juga personil pendukung yang terlibat dalam latihan militer kali ini,” ungkapnya.
Tentara dari satuan Batalion Ke 11 Rejimen Askar Melayu DiRaja saat tiba di Tarakan, Senin (25/09). (Prokal)
Tentara dari satuan Batalion Ke 11 Rejimen Askar Melayu DiRaja saat tiba di Tarakan, Senin (25/09). (Prokal)
Jones mengungkapkan dalam latihan militer bersama kali ini, akan dilakukan latihan simulasi serangan militer di wilayah pemukiman penduduk.

“Nanti akan ada simulasi latihan militer di pemukiman penduduk, untuk tempat latihan akan di lakukan di Kompi C dan Kelurahan Juata Laut,” tuturnya.

Dirinya menampik bahwa latihan militer bersama dengan negara Malaysia ini berkaitan dengan memanasnya situasi di Filipina, di mana militer Filipina sedang berusaha menaklukan kelompok ISIS di Kota Marawi.

“Tidak ada kaitannya dengan itu, latihan militer bersama ini sudah menjadi agenda tahunan, tahun sebelumnya dilaksanakan di Kota Kuching, Sarawak, selain itu kegiatan ini juga sebagai salah satu cara mempererat kerja sama antara kedua negara,” ujarnya.

Terpisah Panglima 3 Briged Tentera Darat Diraja Malaysia (TDM) Brigjen Mohd Bustaman mengatakan, latihan militer bersama ini sudah dilakukan selama 41 tahun, tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kekuatan tempur tentara.

“Personil yang kami bawa dari Batalion ke-11 Rejimen Askar Melayu DiRaja merupakan tentara infantri biasa, sehingga adanya latihan militer bersama Yonif Raider 613 Raja Alam yang kekuatannya tempurnya di atas tentara infantri, kami berharap mendapatkan tambahan ilmu dalam hal teknik dan taktik,” ujarnya.

Dirinya menyambut baik adanya simulasi militer di pemukiman penduduk yang akan dilakukan dalam latihan militer bersama kali ini, menurutnya hal ini perlu dilakukan sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu ada ancaman yang terjadi di pemukiman penduduk.

“Kami sangat jarang melaksankan simulasi latihan militer di pemukiman penduduk, adanya simulasi latihan militer di pemukiman penduduk ini kami akan manfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal untuk militer kami ketika menghadapi ancaman di pemukiman penduduk,” ujarnya.

Selama ini teknik pertempuran yang dilakukan oleh Malaysia lebih bersifat konvesional, yakni mengerahkan secara besar-besaran personil maupun alutsista untuk memenangkan sebuah perperangan.

“Simulasi yang dilakukan nanti lebih menitikberatkan ke mana kemampuan individu masing-masing personil dalam melumpuhkan musuh di wilayah pemukiman penduduk, sehingga kami berharap ada ilmu yang kami bawa untuk meningkatkan teknik dan taktik pertempuran kami,” pungkasnya.

1 Response to "Indonesia Dan Malaysia Gelar Latihan Militer Gabungan Di Tarakan"

  1. semoga dlm latihan selalu diikutkan alutsista buatan dlm negeri sbg uji coba, shg dg penggunaan alutsista yg baru dicoba akan mendptkan bgmn bila dlm situasi siap penembakan dan evaluasai akan diberikan setelah selesai latihan apakah altsista tsb siap pakai/masih ada perbaikan selanjutnya. Slamat bekerja...........

    BalasHapus