TNI AL Pesan Kapal Landing Ship Tank Dan Landing Platform Dock Helikopter

Pembuat kapal Indonesia PT Daya Radar Utama telah menerima kontrak untuk membangun tiga unit landing ship tank (LST) atau kapal pendaratan tank. Kapal sepanjang 120 meter ini akan digunakan untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL).

Seorang  pejabat dari perusahaan tersebut mengkonfirmasi kepada IHS Jane  tanggal 27 April 2017 kapal-kapal tersebut, yang akan digunakan untuk mengangkut kendaraan seperti tank tempur utama Leopard 2 (MBT) yang dioperasikan oleh TNI AD.
KRI Teluk Bintuni (Landing Ship Tank)
KRI Teluk Bintuni (Landing Ship Tank)
Frans Tedjakusuma, seorang manajer pengembangan bisnis di galangan kapal memperkirakan kapal ini  akan dikirim pada akhir tahun 2018,.

Upacara pemotongan baja untuk menandai dimulainya konstruksi pada ketiga kapal tersebut telah dilakukan  21 April di fasilitas perusahaan di Banten, Sumatra.

TNI pesan kapal jenis Landing Platform Dock Helikopter
Surabaya – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia, jenis “Landing Platform Dock” (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh di Surabaya 28/4/2017 mengatakan, pesanan TNI AL merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017.

Kontrak dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau “first steel cutting” di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.
Kapal Perang LPD TNI AL buatan PT PAL Indoensia
Desain Kapal Perang LPD TNI AL buatan PT PAL Indoensia
Kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar.

Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta ‘crew’ sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut.

Kapal juga mampu menampung tiga Helikopter “standby”, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).
Desain Kapal Perang LPD TNI AL buatan PT PAL Indoensia
Desain Kapal Perang LPD TNI AL buatan PT PAL Indoensia
Kapal LPD ini juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer.

Dan pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal bisa menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan funsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

Sebelumnya, kapal jenis LPD yang dipesan memiliki panjang 125 meter melalui “Transfer of Technology” (TOT), dan kini dikembangkan menjadi “Strategic Sealift Vessel” (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.

1 Response to "TNI AL Pesan Kapal Landing Ship Tank Dan Landing Platform Dock Helikopter"

  1. TNI hrs sdh beerani main kapal LPD jumbo, artinya panjang ditambah menjadi 180m, lebar 30 m lama operasi di laut 100 hari dan bahan bakar dg nuklir. TNI mulai hrs berani membuat terobosan utk TNI membatu tugas PBB yg lebih besar lagi dan juga sbg kapal pertolongan pertama bila terjadi bencanan alam. Pelabuhan besar hrs sdh direncanakan disiapkan di pulau terluar....agar tdk menjadi pelemik dlm negeri

    BalasHapus