Tahap Akhir Persyaratan Kontrak Pembelian Pesawat Tempur Su-35

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal Perdagangan Luar Negeri Mardjoko dan Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Ani Mulyati bertemu dengan Rostec (Rusia) untuk membahas pelaksanaan Payment Buy untuk pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 , yang diselenggarakan di Ruang Rapat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Jumat (7/4).

Tinggal Selangkah Indonesia Dapatkan Su-35

Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi menekankan, pada dasarnya Rusia dan Indonesia sudah menyelesaikan tahap akhir persyaratan kontrak untuk bisa membeli pesawat tempur Su-35, terutama pengalihan transfer teknologi Su-35 ke Indonesia.
Su-35
Wahid Supriyadi masih belum memberi kejelasan bagaimana nantinya Indonesia bisa memproduksi (komponen) Su-35 setelah mendapatkan transfer teknologi, tetapi Wahid Supriyadi dapat mengkonfirmasi bahwa tidak diragukan lagi Indonesia akan membeli 8 unit Su-35 Rusia.

Menurut dia, ini adalah Phase pertama dari kerjasama kedua negara dibidang pembelian Su-35, sementara Phase 2 adalah kerjasama transfer teknologi untuk meningkatkan industri pertahanan Indonesia.

Sebagaimana tercantum sesuai ketentuan hukum di Indonesia, peralatan militer yang dibeli harus disertai dengan transfer teknologi.

Indonesia memutuskan untuk membeli Su-35 setelah kedua negara mencapai kesepakatan untuk melepaskan simpul yang paling sulit, yakni Rusia setidaknya harus mentransfer 35% dari teknologi Su-35,

Su-35 saat ini tercatat sebagai pesawat tempur yang paling popular didunia, apalagi setelah menyelesaikan misi yang diklaim Rusia melakukan efisiensi tempur yang sangat tinggi di Suriah.

Duta Besar Indonesia menegaskan, setelah Rusia menyelesaikan isu-isu transfer teknologi, sekarang prosedur penyelesaian akhir yang tersisa adalah menandatangani kontrak secara resmi. (kemendag, baodatviet)
Berita Terbaru

    4 Comments

    1. Pemerintah melalui kumpulan para Prof, militer coba kaloborasi bentuk wadah utk para Prof luar negeri dlm suatu wadah ke dlm ke Indonesiaan
      agar dpt adanya komunikasi pengetahuaan teknologi kedirgantaraan Indonesia. Saya sarankan ini siatif hrs dari anggota TNI, karena TNI berkuwajiban utk membentuk ketahanan pengetahuan teknologi kedirgantaraan Indonesia. Salam Rahayu NKRI............

      BalasHapus
    2. Asal jng beli alutsista amrik.dah bekas biaya perawatannya mahal n datangnya lama buaangat lagi.

      BalasHapus
    3. Asal jng beli alutsista amrik.dah bekas biaya perawatannya mahal n datangnya lama buaangat lagi.

      BalasHapus