Kendaraan Perang Dan Persenjataan Terbaru TNI, Dan Latihan Perang Besar-besaran Di Natuna

Tambahan Kapal Angkut Tank Leopard ADRI milik TNI Angkatan Darat
Batalyon Pembekalan dan Angkutan (Yonbekang)-4/Air tengah mengkaji berbagai alat kebutuhan guna mendukung tugas TNI Angkatan Darat dalam memindahkan berbagai peralatan perang serta pasukannya.

Saat ini, Yonbekang-4/Air memiliki 12 kapal ADRI dengan berbagai ukuran deadweight tonnage (DWT). Berbagai kapal ADRI tersebut yakni 1 unit Kapal ADRI 1200 DWT, 3 unit Kapal ADRI 1000 DWT, 2 unit Kapal ADRI 500 DWT, 3 unit Kapal ADRI 300 DWT, dan 3 unit Kapal ADRI 150 DWT.
Kapal angkut Tank Leopard ADRI 1200 DWT
Kapal angkut Tank Leopard ADRI 1200 DWT
DWT merupakan jumlah bobot/berat yang dapat ditampung oleh kapal untuk membuat kapal terbenam sampai batas yang diizinkan, dinyatakan dalam long ton atau metrik ton. Sementara, nama ADRI merupakan singkatan dari Angkatan Darat Republik Indonesia.

Komandan Yonbekang-4/Air, Letkol Cba Atjep Mihardja Soma, mengatakan bahwa saat ini sedang berjalan proses tender penambahan kapal ADRI berdaya angkut 1.500 DWT.

“Rencana tahun ini akan dibuat lagi 2 unit Kapal ADRI 1.500 DWT yang memiliki kemampuan mengangkut 8 Tank Leopard dan 1 helikopter. Diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun 2018,” ujar Letkol Cba Atjep, seperti dilansir detik.com pada Sabtu (22/10).

Letkol Cba Atjep berharap bahwa Yonbekang juga memiliki kapal dengan kapasitas daya 2.000 DWT. Menurutnya, kapasitas itu akan menjadikan pengangkutan lebih efisien karena mampu mengangkut sejumlah alat perang serta pasukan sebanyak satu batalyon (700—1000 personel).

Meriam AA 35 MM Twin Gun dan Radar AF 902 FCS
Twin 35mm Towed AA Gun
Twin 35mm Towed AA Gun
“Modernisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga akan lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok ke depan. Dengan kekuatan yang tangguh modern diharapkan Korps Marinir akan mampu memberikan daya tangkal yang tinggi serta berkontribusi dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” ujar Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono.
Korps Marinir mengadakan uji fungsi meriam Artileri Pertahanan Udara type Twin 35mm Towed AA Gun di Pantai Batu Bintang, Desa Cipatuguran, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jumat (12/08/2016).
Senjata meriam anti serangan udara AA 35 MM Twin Gun mampu menembakkan amunisi dengan kecepatan tembak sebanyak 550 butir/menit. Didukung Radar AF 902 FCS yang mempunyai jarak jangkau hingga 25 kilometer untuk mendeteksi posisi senjata musuh, Alutsista ini efektif menghancurkan berbagai ancaman serangan udara.

Alutsista ini juga dapat ditempatkan di berbagai macam jenis kondisi medan. Dengan begitu, Korps Marinir dapat menjadikan senjata ini sebagai andalan dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

Meriam AA 35 MM Twin Gun digerakkan merupakan sistem pertahanan udara terintegrasi antara AF902 FCS (fire control system) serta Penangkis Serangan Udara (PSU) twin 35 mm. Alutsista ini diproduksi dan dikembangkan oleh Norinco (China North Industries Corporation).

Latihan Antar-Percabangan 2016 Di Natuna
Tank Leopard 2A4 TNI
Tank Leopard 2A4 TNI
Dalam rangka rangka Latihan Antar-Percabangan 2016, TNI Angkatan Darat memberangkatkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan pasukan ke Natuna, Kepulauan Riau. Latihan Antar-Percabangan Angkatan Darat tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 10—17 November 2016.

TNI Angkatan Darat akan menurunkan seratus unit Tank Leopard dalam latihan ini. Alutsista lainnya yang akan diikutsertakan dalam latihan adalah peluncur roket Astros, Meriam 155 milimeter Caesar tipe truk, dan tank Marder.
Tank Leopard 2A4 TNI
Tank Leopard 2A4 TNI
Hari Jumat (21/10) ini, Batalyon Pembekalan Angkutan (Yonbekang)-4/Air TNI Angkatan Darat memberangkatkan tiga unit Tank Leopard ke Natuna. Sebelumnya, Yonbekang-4/Air sudah mengangkut 16 unit Leopard menuju ke lokasi latihan.
Tank Leopard 2a4 ADRI-L
Tank Leopard TNI Angkatan Darat yang akan dikirim ke Natuna untuk latihan. Pengiriman menggunakan kapal ADRI-L milik Yonbekang-4/Air
Komandan Yonbekang-4/Air, Letnan Kolonel Infanteri Atjeb Miharja Soma, mengatakan bahwa latihan gabungan di Natuna dilakukan dalam rangka penguatan pasukan dan persiapan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Alutsista yang kami berangkatkan sementara ini untuk latihan, bukan untuk ditempatkan di sana (Natuna),” ujarnya.

Tank Leopard yang masing-masing memiliki berat 62,5 ton, diangkut menggunakan kapal ADRI-L yang memiliki daya angkut 1.200 bobot tonase (DWT). Yonbekang-4/Air memiliki fasilitas yang mendukung pergeseran pasukan dan perlengkapan materiil. Untuk latihan di Natuna, satuan ini menggunakan lima kapal ADRI yang memiliki bobot angkut berbeda untuk pergeseran.
MBT Leopard RI
Persiapan embarkasi Tank Leopard dengan menggunakan kapal ADRI menuju ke Natuna, dalam rangka Latgab TNI 2016
Berbagai Alutsista yang akan dilibatkan antara lain Tank Leopard, Roket Astros, Tank Anoa, dan kendaraan lapis baja M 113.

Latihan yang dilaksanakan pada tanggal 10—17 November 2016 ini juga akan diikuti oleh 17 satuan TNI Angkatan Darat, diantaranya adalah pasukan tempur Kostrad, Brigif 17 dan Raider, serta kesatuan lainnya.
MBT Leopard RI
Persiapan embarkasi Tank Leopard dengan menggunakan kapal ADRI menuju ke Natuna, dalam rangka Latgab TNI 2016
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Ucu Yustiana, mengatakan bahwa latihan akan dilaksanakan di daerah Desa Pengadah dan Desa Teluk Boton, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

“Jumlah pasukan yang akan ikut serta cukup banyak, hampir empat ribu personil dengan menggunakan Alutsista terbaik yang dimiliki TNI AD,” ujar Letkol Ucu Yustiana.

Dalam latihan yang bertujuan menguji profesionalisme dan kesiapan pasukan operasi darat ini, akan dilaksanakan berbagai macam aksi dan skenario. (tempo, tnial.mil.id, pos metro, kompas, detik)

0 Comment "Kendaraan Perang Dan Persenjataan Terbaru TNI, Dan Latihan Perang Besar-besaran Di Natuna"

Posting Komentar