Pembangunan Infrastruktur Kapal Selam Buatan Dalam Negeri Tertunda

Desain Infrastruktur Pembangunan Kapal Selam PT PAL
Desain Infrastruktur Pembangunan Kapal Selam PT PAL
Di tengah melajunya proyek kerja sama jet tempur KFX antara Indonesia dan Korea Selatan, Proyek Kapal selam Chang Bogo, justru sebaliknya. Artikel Antaranews.com tanggal Kamis, 7 Januari 2016 dengan judul : 300 ilmuwan Indonesia belajar membuat pesawat tempur KF-X/IF-X, menyinggung sedikit tentang proyek pembuatan kapal selam Changbogo, kerja sama, Indonesia dan Korea Selatan.

Di artikel itu dituliskan : “Hal ini berbeda dari rencana pembuatan kapal selam yang seharusnya dikerjakan di Indonesia pada 2015, namun harus kembali dibuat di Korea Selatan lantaran infrastruktur belum siap” 7/1/2016.

Untuk tahap awal, Indonesia sejatinya memesan 3 kapal selam Chang Bogo. Dua dibangun di Korea Selatan dan satu di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.

Kapal Selam Chang Bogo dan Kilo

Pada 16 September 2015, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama M. Zainuddin kepada CNN Indonesia mengatakan : Selain helikopter antikapal selam, enam kapal selam telah dipesan TNI AL untuk memperkuat pengamanan bawah laut. Dari keenam kapal selam itu, tiga jenis Chang Bogo-class dan tiga lainnya jenis Kilo class.

Untuk jenis Kilo-Class, kapal selam ini bisa menembakkan rudal dari dalam air ke luar perairan. Rudal berjumlah tiga dalam sekali tembak. Namun belum bisa dipastikan kapan kapal selam Kilo-class itu akan tiba di tanah air.

Sementara untuk tiga kapal selam Chang Bogo-class buatan Korea Selatan, kemungkinan akan tiba berbarengan dengan helikopter Panther pada 2017. Jenis kapal selam ini memiliki dua peluncur rudal yang juga bisa menembak ke luar perairan.

Keterangan dari artikel CNNIndonesia.com itu memperjelas, bahwa pembangunan tiga kapal selam Chang Bogo dilakukan di Korea Selatan. Dulu memang sempat terdengar kabar, PT PAL sedang menyiapkan infrastruktur pembangunan kapal selam Chang Bogo, namun setelah itu tidak terdengar lagi beritanya. Yang sontar terdengar adalah pembangunan frigate PKR Sigma untuk TNI AL dan dua Kapal LHD pesanan militer Filipina.
Berita Terbaru

    5 Comments

    1. Memalukan terus...itu cap bangsa monyet..selalu plinplan..negri kerdil yg selalu senang ditipu bangsa lain..terutama kaki campur asu...yg jelas neg Korsel itu tidak independence!!! Mereka sangat bersekutu dg asu usa..negri itu sangat tergantung campur asu kapanpun...ifx atau changbogo pasti tergeletak mati tak berkutik ditengah jalan..wait and see yg tidak dijamin pasti..penghamburan uang rakyat..kenapa tidak mencari negara yg paling pasti jaminan mutu seperti cina india dan rusia..? Why tolol? Indonesia pasti di kadalin...buang2 waktu dan uang...!!! Lol tolol...blok goblok

      BalasHapus
    2. setuju sekali tidak mau belajar dari pengalaman pahit, atau ada bagian masyarakat indonesia tu sendiri tak mau militer idonesia maju, memalukan menjadi bangsa sendiri, kalau ta kepingin melihat indonesia maju segala bidang,...

      BalasHapus
    3. Maaf sebelum nya, tapi coba di simak baik - baik dulu baru komentar atau pun memberi penilaian, coba di fikir dengan logika yg jernih & bijak, apa ada negara - negara maju yg mau memfublikasi kan senjata bawah laut nya secara umum & teperinci.? Saya rasa ga ada 1 negara pun yg melaku kan tindakan seperti itu.! Dan coba simak pula pangkalan kapal selam di palu, serta coba pula tuk menyimak berita KS KILO RUSIA UNTUK RI, ada keganjilan ga rasa anda untuk berita tersebut, bisa saja KS - KS tersebut sudah ada di laut RI, hanya saja belum di informasi kan secara resmi, atau pun tidak akan pernah.!!!.

      *** TM.Panjaitan***

      BalasHapus
    4. Menurut saya semua infrastruktur itu uda jadi & siap, namun ga di resmi kan secara umum.!!!.

      ***TM.Panjaitan***

      BalasHapus