Kapal Asing Jangan Coba-coba Mencuri Ikan Di Perairan Indonesia Jika Tertangkap Akan Dihukum Berat

Tiga Kapal Nelayan Malaysia dimusnahkan di Selat Bengkalis
Tiga Kapal Nelayan Malaysia dimusnahkan di Selat Bengkalis
BENGKALIS – Asap hitam membubung tinggi di tengah perairan Selat Bengkalis, Kamis (7/1) pagi, dari tiga kapal nelayan asal Malaysia. Hanya dalam hitungan menit, dua kapal kayu dan satu speed boat itu hangus terbakar dan lalu tenggelam.

Tiga kapal tersebut ditangkap oleh aparat Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres dalam waktu berbeda di 2015.

“Ketiga kapal ini terbukti melakukan illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal) di perariran Bengkalis. Dengan jumlah terdakwa pencurian ikan sebanyak sepuluh orang,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkalis Mica Wave Sitohang kepada Tribun usai eksekusi.

Semua tersangka divonis dengan hukuman delapan bulan penjara dan denda Rp 2 miliar. Majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis juga memerintahkan barang bukti, yakni kapal dan isinya, untuk dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditenggelamkan.

Dua kapal kayu yang dieksekusi masing-masing dengan dengan nomor lambung JHF 7039 B atas nama kepemilikan Rahim Bin MD Bakri dan JHF 6489 milik Tan Young Hua.

Satu kapal lainnya merupakan speed boat dengan nomor lambung NSS 6991 yang diketahui milik Rozali bin Abdul Rahim.

Sampai saat ini kesepuluh terpidana pencurian ikan itu masih menjalani hukuman kurungan karena tidak membayar denda yang diputuskan Pengadilan Negeri Bengkalis.

Mico menerangkan, putusan Pengadilan Negeri Bengkalis dalam kasus ketiga kapal telah keluar beberapa bulan lalu.

Meski begitu eksekusi tak bisa langsung dilakukan oleh kejaksaan sebagai eksekutor. Pasalnya, kejaksaan masih harus melengkapi syarat pelaksanaan eksekusi.

“Hari inilah semua syaratnya terpenuhi dan langsunng kita lakukan pembakaran terhadap tiga kapal milik nelayan asing. Dibakar dengan menggunakan bensin dan solar,” ungkapnya.

Dari pantauan Tribun, eksekusi dilakukan sekitar pukul 10. 30 WIB dengan disaksikan perwakilan dari Kejari Bengkalis, Pengadilan Negeri Bengkalis, dan sejumlah anggota Satpolair Polres Bengkalis.

Semua peralatan yang digunakan untuk menangkap ikan juga dibakar bersama kapal-kapal tersebut. Di antaranya ada sebanyak 200 keping jaring bottom gillnet serta satu alat tangkap ikan jenis bubu.

“Sementara untuk hasil tanggapan ikan sudah lebih dahulu dimusnahkan karena bila dibiarkan terlalu lama dapat membusuk dan rusak,” ujarnya.

Tiga perkara pencurian ikan di perairan Bengkalis tersebut diadili secara terpisah. Perkara dua kapal kayu diputus Pengadilan Negeri Bengkalis pada 9 Juli 2015, dimana masing-masing ada tiga orang terdakwa. Sedangkan perkara pencurian ikan dengan speed boat diputus 5 November 2015 dengan jumlah terdakwa sebanyak empat orang. (tribunnews.com)


0 Comment "Kapal Asing Jangan Coba-coba Mencuri Ikan Di Perairan Indonesia Jika Tertangkap Akan Dihukum Berat"

Posting Komentar