TNI AU Melaksanakan Uji doktrin Operasi Udara Tingkatkan Daya Tempur

Sukhoi Su-27 TNI
Pesawat Sukhoi Su27/30 menjatuhkan bom OVAB di AWR Pandanwangi, Lumajang Jawa Timur.
Untuk meningkatkan daya tempur (combat capability), TNI AU kembali melaksanakan uji doktrin operasi udara tahun 2015. Uji doktrin ini dilaksanakan dalam Operasi Serangan Udara Strategis (OSUS), di kawasan Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (3/12).

24 pesawat tempur dan sejumlah pesawat angkut, intai serta helikopter dikerahkan dalam latihan ini. AWR Pandanwangi, yang disimulasikan sebagai wilayah yang sudah dikuasi “musuh” menjadi target pesawat-pesawat tempur TNI AU untuk direbut kembali. Proses perebutan, dilaksanakan melalui operasi udara, yang diawali dengan pengintaian udara strategis oleh pesawat boeing 707, dilanjutkan dengan penerjunan pasukan pengendali tempur (Dalpur) Paskhas.
TNI AU
Serangan udara oleh satu flight Sukhoi Su-27
Hari “H” diawali dengan serangan udara oleh satu flight Sukhoi Su-27/30 menggunakan roket S-8 Com, caliber 80 mm. Sebanyak 160 roket, ditembakkan pesawat buatan Rusia itu, serangan ini bertujuan untuk melemahkan sistem pertahanan udara musuh (radar dan PSU). Setelah sistem Hanud musuh lumpuh, berikutnya adalah penghancuran semua sasaran di darat yang dilakukan pesawat-pesawat striker yang diperankan empat pesawat Su-27/30 dan empat pesawat T-50i golden eagle. Kedelapan pesawat ini menjatuhkan tiga puluh dua bom jenis MK-82 dan OVAB.

Penghancuran sasaran darat oleh Sweeper tidak mudah, karena pesawat-pesawat “musuh” (Hawk 10/200) melaksanakan gangguan melalui kegiatan Combat Air Patrol (CAP). Untuk melawan CAP “musuh”, TNI AU mengerahkan satu flight pesawat sweeper dan satu flight pesawat escort. Sweeper yang diperankan oleh empat pesawat F-16, bertugas menghancurkan pesawat-pesawat musuh yang ada di udara. Sementara escort yang diperankan oleh tiga F-16 dan tiga Hawak 100/200 bertugas menjaga agar Striker dapat melaksanakan misi dengan baik.
TNI AU
TNI AU
Dalam kegiatan ini juga disimuasikan kegiatan Combat SAR oleh tiga helicopter SA-330 Super Puma. Kegiatan ini merupakan simulasi pertolongan terhadap pilot yang eject karena pesawatnya tertembak ‘musuh”. Untuk memperkuat pasukan kawan, satu flight pesawat tempur taktis Super Tucano melaksanakan serangan udara langsung menggunakan bom MK-81. Babakan akhir, di lakukan penerjunan 172 prajurit Paskhas dari batalyon Komando 461 Wing 1 paskhas. Penerjunan ini bertujuan, untuk menguasai dan mengperasionalkan kembali pangkalan udara, sehingga dapat digunakan untuk mendukung operasi lanjutan. (tni-au.mil.id)
Berita Terbaru

    0 Comment "TNI AU Melaksanakan Uji doktrin Operasi Udara Tingkatkan Daya Tempur"

    Posting Komentar