Insinyur Indonesia Kembangkan Link Data Sendiri Untuk Jet Tempur IF-X

KF-X IF-X Fighter X-periment
KF-X IF-X Fighter X-periment
Program pembuatan Jet tempur K-FX dan IF-X akan menggunakan teknologi asli Korea Selatan dan tidak akan terpengaruh oleh penolakan AS yang menolak transfer empat teknologi penting.

Budi Santoso Dirut PTDI mengatakan penolakan AS tidak akan menghambat program bersama senilai US$ 7,8 miliar karena ada pemasok lain dari teknologi tersebut.

Dia mengatakan bahwa prototipe pertama akan diproduksi pada 2019 dan prototipe kelima akan diproduksi di fasilitas PT DI di Bandung.

“Jet tempur diharapkan akan beroperasi pada tahun 2024 atau 2025,” katanya. “PT DI akan mengirimkan sekitar 200 insinyur ke Korea Selatan untuk tahap persiapan produksi.”

Akan ada tiga perbedaan kecil antara KFX dan IFX

Budi Santoso menyatakan akan ada perbedaan kecil antara KFX dan IFX.” Yang pertama IFX akan memiliki jangkauan yang lebih jauh seperti yang dipersyaratkan oleh Angkatan Udara Indonesia,” katanya.

“Yang kedua untuk pengisian bahan bakar di udara, IFX akan menggunakan sistem probe pengisian sementara KFX akan menggunakan sistem tangki bahan bakar eksternal.”

“Perbedaan ketiga pada link data. Korea Selatan akan menggunakan Link 16 buatan AS atau mungkin mengembangkan sendiri sementara kita juga akan mengembangkan link data kita sendiri. ”

Budi mengatakan Indonesia membutuhkan data link sendiri agar IF-X nantinya dapat berkomunikasi dengan pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 buatan Rusia. (jakartapost)

0 Comment "Insinyur Indonesia Kembangkan Link Data Sendiri Untuk Jet Tempur IF-X"

Posting Komentar