Amerika Melarang Korea Selatan Ekspor Jet Super Sonic T-50 Ke Uzbekistan

T-50 TNI AU
T-50 TNI AU
Pemerintah Amerika Serikat menentang rencana Korea Selatan untuk mengekspor jet latih supersonic T-50 Golden Eagle ke Uzbekistan karena takut teknologi Amerika yang ditanam di pesawat itu akan bocor ke Rusia.

T-50 Golden Eagle dikembangkan bersama  oleh Korea Aerospace Industries ‘(KAI) dan perusahaan teknologi kedirgantaraan, pertahanan Amerika Lockheed Martin pada tahun 2006. Di bawah US Arms Export Control Act, Korea wajib mengkoordinasikan penawaran ekspor dengan Amerika Serikat.

Koran Korea Times melaporkan mengutip sumber militer, Minggu 25 Oktober 2015 melaporkan KAI bermaksud untuk menjual 12 T-50 senilai US$400 juta. Meskipun ditentang AS, Korea Departemen Pertahanan Nasional masih berusaha untuk menjaga kontak dengan Uzbekistan tentang masalah tersebut.

“Sebagai Uzbekistan memiliki hubungan dekat dengan Rusia, AS khawatir bahwa ekspor T-50 ke Uzbekistan dapat menyebabkan teknologi itu ditransfer ke Rusia,” kata sumber itu. Saat ini, Korea Selatan telah mengekspor T-50 ke Indonesia, Irak, Filipina dan Thailand.

Gara-gara Indonesia beli satu skuadron T-50, Jet Super Sonic ini laris manis di pasar dunia

Pesawat T-50 Golden Eagle yang dibangun Korea Selatan telah mengejutkan pasar duna. Potensi ekspor pesawat ini yang terus melesat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemampuan pesawat ini yang sangat mumpuni sebagai pesawat latih dan serang kelas dunia.

Keberhasilan terbaru adalah penjualan empat pesawat latih T-50 ke Thailand dengan harga total US$110 juta pada bulan September. Menurut KAI, T-50 mengalahkan sejumlah pesaing termasuk L-15 China, M-346 Alenia Aermacchi, dan pesawat latih ringan terbaru Textron Scorpion.

Kemenangan itu membuat total penjualan ke-32 pesawat di Asia Tenggara menyusul penjualan 12 FA-50 untuk Filiphina pada 2014. Perusahaan ini juga mendapat pemesanan dari Irak dengan 24 pesawat yang diberi nama khusus T-50IQ pada akhir 2013, dengan 12 pesawat pertama akan diserahkan pada awal 2016. Indonesia menjadi pelanggan ekspor pertama untuk jenis ini dan telah menerima 16 pesawat T / A-50.

Tetapi T-50 juga mengalami kekalahan di sejumlah kompetisi pengadaan pesawat latih utama, yaitu di Singapura dan Israel dimana dia dikalahkan oleh M-346 Alenia Aermacchi.

Sementara itu, Angkatan Udara Korea Selatan telah memiliki satu skuadron pesawat tempur ringan FA-50 yang berjumlah 20 pesawat. Skuadron kedua direncanakan akan dibentuk pada awal 2016, ketika pesawat seri terbaru sudah mendapatkan izin operasional akhir. Angkatan Udara Korsel juga memiliki 49 pesawat latih T-50, sembilan T-50B, dan 22 TA-50.

FA-50 terbaru dilengkapi dengan Pod Sniper atau Litening Targeting dan bisa dilengkapi dengan rudal modern Phyton atau rudal Derby ataupun rudal anti kapal.

Keberhasilan penjualan T 50 series Korea tentu tidak lepas dari bantuan Indonesia yang berani menjadi “kelinci percobaan”, untuk membeli dan mengoperasikan pesawat latih produk baru itu. Ketika kemudian Indonesia enjoy dan sukses mengoperasikannya tanpa catatan kecelakaan, maka itu sudah mendjadi promosi yang luar biasa bagi pesawat latih Korea itu.

Bukan hanya pada pesawat latih serang ringan saja Indonesia menjadi pembeli pertama produk buatan Korea. Produk lain yang juga akan terkenal dan fenomenal apabila sukses dioperasikan Indonesia adalah kapal selam Chang Bogo.

Jadi sudah sepatutnya Korea berterima kasih dan tidak melupakan jasa Indonesia yang menjadi pengguna pertama dan sekaligus ladang uji coba produk-produk pertahanan buatan negeri ginseng tersebut.
Berita Terbaru

    0 Comment "Amerika Melarang Korea Selatan Ekspor Jet Super Sonic T-50 Ke Uzbekistan"

    Posting Komentar