Aparat Keamanan Kurang Tegas, Timah Di Keruk Secara Ilegal Dan Dijual Ke Negara Tetangga

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (okezone.com)
Jakarta – Banyaknya kegiatan penambangan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) direspon negatif Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi menganggap penambangan timah di Babel sudah mengkhawatirkan dan mengganggu aktifitas nelayan tangkap.

“Ini merusak wilayah tangkap nelayan. Semua hancur dikeruk macam-macam. Sekarang ini mereka (nelayan) terganggu,” ungkap Susi saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Menurut Susi, Indonesia tidak sama sekali diuntungkan dari kegiatan tambang timah ilegal di Babel. Justru keuntungan itu dinikmati negara lain seperti Malaysia, Singapura hingga Thailand.

“Lihat angka ekspor timah Thailand. Padahal dia tidak punya timah, ini sudah clear, jadi timah ke sana ilegal?,” tegas Susi.

Susi tinggal menunggu perintah langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membersihkan kegiatan tambang timah ilegal di Babel khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai.

“Sama seperti Pak Presiden katakan, banyak tambang timah yang ilegal juga, saya tinggal tunggu perintah Pak Presiden untuk menertibkan tambang timah ilegal dan kapal penghisap di Bangka sana. Lalu memproteksi hak hidup nelayan di sana. Kalau wilayah lautnya diambil, bagaimana,” sindir Susi.
Penambangan timah ilegal Bangka Belitung
Penambangan timah ilegal Bangka Belitung
Timah Ilegal RI Dijual ke Malaysia, ESDM: Itu Sudah Rahasia Umum

Penambangan timah ilegal yang marak di Bangka Belitung (Babel) diyakini ada cukong yang bermain. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mengakui, hal ini sudah menjadi rahasia umum ada permainan mafia di penambangan ilegal ini.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, tak heran banyak yang melakukan penambangan ilegal. Karena biaya menambang timah tidak mahal dan mudah meski berbahaya.

“Tambang timah itu wilayahnya di Bangka semua ada timah, dan nambangnya mudah itu sehingga banyak sekali. Karena itu kan nambangnya mudah, dangkal sehingga rakyat banyak terlibat, sehingga tambang-tambang itu dikeruk secara ilegal,” tutur Bambang ditemui di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Bambang juga mengatakan, masyarakat yang melakukan praktik penambangan ilegal tak bekerja sendiri. Mereka pasti menjual ke penadah atau cukong-cukong baik dari dalam negeri atau luar negeri, termasuk Thailand dan Malaysia.

“Itu sudah jadi rahasia umum. Rakyat kecil kan biasanya mereka nambang, jualnya ke tengkulak, cukong-cukong. Banyak lah. Ada cukongnya. Nggak mungkin dia bekerja sendiri. Ada juga (dari Thailand dan Malaysia),” paparnya.

Meski sudah ketahuan karena dilakukan secara terang-terangan. Bambang mengatakan, tak mudah memberantas penambang ilegal tersebut sampai habis.  “Penindakan itu kan sudah dilakukan aparat. Pasti sudah pernah ditindak, tapi kan sulit karena banyak,” tutupnya. (detik.com)

1 Response to "Aparat Keamanan Kurang Tegas, Timah Di Keruk Secara Ilegal Dan Dijual Ke Negara Tetangga"

  1. saran sya kirim inteligent cari inform spa mafia2 cukong2 yg bgtu kuat mncengkeram di kawasan itu stlh tau dftar nama penjahat2 kelas kakap itu kmdian bikin mereka susah batasi gerak geriknya dlm bisnis selanjutnya dimiskinkn dan seret utk di execusi dgn tuduhan suap dn korupsi....yes hancurkan mafia hukum

    BalasHapus