Prancis Ajak Australia Dan Brasil Ancam Indonesia, Jika Warganya Di Eksekusi Mati

Francois Hollande
Presiden Prancis: Francois Hollande
Rencana eksekusi mati terpidana narkoba oleh Indonesia kembali diadang ancaman. Kali ini Prancis yang menolak mentah-mentah rencana itu dan mengancam akan memberikan konsekuensi jika Indonesia tetap melakukannya.

Ancaman diberikan langsung Presiden Prancis Francois Hollande yang memberikan peringatan keras kepada pemerintah Indonesia jika mengeksekusi warga negaranya Sergei Atloui. Hollande mengingatkan Indonesia akan menghadapi konsekuensi diplomatik.

Hollande bahkan mengancam, rencana kerja sama yang telah dibahas antara dirinya dan Presiden RI Joko Widodo saat KTT G20 pada November 2014 lalu, juga bisa ditunda. “Jika dia dieksekusi, akan ada konsekuensi dari Prancis dan Eropa karena kami tak bisa menerima bentuk eksekusi ini,” ujar Hollande kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu 25 April 2015.

Ditambahkan Hollande, konsekuensi sifatnya adalah diplomatik. Hal tersebut disampaikannya kepada para wartawan saat kunjungan kenegaraan ke Baku, Azerbaijan, Sabtu. “Paling tidak, kami akan menarik duta besar kami dari Jakarta,” cetus Hollande seraya menambahkan dirinya tak akan pergi ke Indonesia selama beberapa waktu.

Bahkan Hollande berniat bertemu dengan mitranya dari Australia membahas eksekusi terpidana narkoba. Komunikasi akand ilakukan Senin 27 April 2015. Saat ini dua warga negara Australia juga terancam dieksekusi mati.

“Kami akan mengambil tindakan bersama negara-negara terkait,  Australia dan Brasil untuk memastikan tak ada eksekusi,” tutur Hollande.

“Kami paham bahwa Indonesia ingin memerangi perdagangan narkoba, namun dalam kasus ini, Serge Atlaoui bekerja di laboratorium dan dia tak membayangkan bahwa dia bisa membuat produk ini,” tutur Hollande.

Terpisah Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengampuni duo Bali Nine yang terancam dieksekusi mati atas kasus narkoba. Australia memang yang paling vokal menentang eksekusi mati selama ini.

“Saya khawatir Indonesia akan jadi melakukan eksekusi dua warga Australia. Saya sangat dan benar-benar prihatin akan hal ini,” ujar Bishop seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat 24 April.
Berita Terbaru

    2 Comments

    1. Kalau orang jahat dibelain mati-matian, tapi kalau orang baik mati-matian gak dibelain, ya begini ini politik orang gedean biar bisa tambah tenar dan terkenal

      BalasHapus
      Balasan
      1. lek gak iso dipateni mending dipakakne macan ae ben kapok,.
        mending kenek sanksi tinimbnag indonesia dadi negoro jirih

        Hapus