Turki Lebih Memilih Sistem Rudal Anti Udara Dari China

HQ-9 China
HQ-9 China
Turki tampaknya siap membeli sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh Cina meskipun memiliki ketidakcocokan dengan peralatan NATO.

Turki merupakan salah satu anggota kunci dari NATO, sehingga perusahaan-perusahaan senjata AS dan Perancis sempat bersaing sengit dengan CPMIEC China.

Sistem rudal anti udara China senilai $ 3.4 miliar £ 2.2 miliar) akan digunakan “tanpa mengintegrasikan dengan sistem NATO”, kata Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz.

Laporan mengatakan, NATO dan AS telah mendesak Turki untuk tidak menerima tawaran China.

Menurut seorang pejabat industri pertahanan Turki, Ankara belum mengambil keputusan akhir tentang pembelian sistem pertahanan rudal jarak jauh dan kontrak pembicaraan dengan China masih terus dilakukan, ujar laporan kantor berita Reuters.

Pembicaraan ini muncul setelah Menteri Pertahanan Yilmaz menanggapi pertanyaan anggota parlemen tentang proyek pertahanan rudal Turki. Yilmaz mengatakan Turki telah menyelesaikan proses evaluasi untuk proyek tersebut.

Situs berita Rusia Lenta.ru melaporkan, Turki berencana membeli setidaknya 12 baterai rudal HQ-9 China. Sistem China ini lebih murah dibandingkan dengan sistem saingannya, ujar laporan itu.

Para pesaing lainnya untuk kontrak sistem pertahanan udara Turki, adalah: Patriot buatan Raytheon dan Lockheed Martin, AS. SAMP / T yang dibuat oleh Perancis-Italia lewat konsorsium Eurosam, dan Antey-2500 buatan Rosoboronexport, Rusia. (bbc.com).

0 Comment "Turki Lebih Memilih Sistem Rudal Anti Udara Dari China"

Posting Komentar