Penemuan Kapal Selam Nazi di Perairan Karimunjawa

Kapal Selam Nazi di Karimunjawa
Kapal Selam Nazi di Karimunjawa (Dok. TNI AL)
Jakarta – Kopaska TNI AL melakukan penelusuran kapal selam asal Jerman yang diduga telah karam sejak zaman Perang Dunia II. Kapal selam U-boat itu tenggelam di perairan Laut Jawa dan proses investigasinya baru dilakukan pada Mei lalu.

Tim Kopaska AL menceritakan, awalnya mereka menyadari adanya kapal karam tersebut dari publikasi sebuah media dari daerah Jawa. Saat itu, belum ada berita kelanjutannya lagi. Maka, Kopaska AL memutuskan untuk melakukan ekspedisi kecil pada 30 Mei lalu. U-boat diberitakan tenggelam di dekat Pulau Karimunjawa.

“Saat itu kami berangkat dari Jepara menuju Karimunjawa menggunakan kapal feri. Setelah tiba di Karimunjawa, kami menuju lokasi penelusuran naik kapal kayu,” cerita Mayor Laut Detasemen III Satkopaska Armatim Surabaya, Yudo Ponco Ari.

Tim Kopaska yang berjumlah 10 orang itu berangkat di malam hari pukul 20.00 dan tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 pagi. Mereka menghabiskan waktu 10 jam di atas kapal kayu, karena kecepatan kapal kayu tersebut hanya 7-8 knot saja. Ternyata, lokasi U-boat karam bukan di dekat Karimunjawa, melainkan di atasnya, yakni hampir mendekati pulau Kalimantan.

Kemudian, penyelam dari tim Kopaska langsung terjun ke perairan untuk menelusuri jejak kapal selam itu. Yudo mengaku, di sekitar kedalaman 25 meter mereka menemukan semacam siluet besar yang berwarna gelap.

“Ternyata itu kapalnya. Lumayan besar, sekitar 30 meter panjangnya. Kami pikir, seperti diberitakan, kapal tersebut ‘nangkring’ di atas karang besar, tapi nyatanya kapal tersebut benar-benar menyentuh sampai dasar laut,” lanjut Yudo.

Mereka langsung menelusuri interior kapal selam itu yang sudah lapuk dan penuh reruntuhan. Yudo mengaku banyak lubang di bagian pintu masuk dan kopartemen.

Ada tiga benda yang berhasil ditemukan, yaitu alat makan seperti piring, mangkuk, gelas, dan tiga botol.

“Tiga botol tersebut antara lain, botol parfum, minuman anggur, dan sake Jepang lengkap dengan huruf Kanji di bagian luarnya,” kata Yudo.

Kemudian, di bagian belakang piring, terdapat tulisan berbahasa Jerman dan swastika atau lambang Nazi lengkap dengan tulisan tahun “1939” tertera di samping swastika tersebut, hal ini semakin mengindikasikan bahwa kapal U-boat ini memang berasal dari zaman Perang Dunia II.

Mereka juga temukan dua tengkorak manusia yang terjepit di bagian ruang makan.

“Kami juga temukan submarine escape device, yang diyakini sempat digunakan bagi para awak untuk menyelamatkan diri pada saat tenggelam,” lanjut Yudo.

Dari hasil investigasi dan pengambilan foto, tim Kopaska AL mengecek ulang dengan bentuk asli kapal U-boat secara utuh. Apa yang mereka berhasil telusuri nampaknya baru setengah bagian dari kapal.

Foto yang mereka tangkap pun diidentifikasi dan menghasilkan lubang depan tempat awal para penyelam masuk, ternyata itu adalah haluan kapal di mana pada bagian ujung harusnya terdapat peluncur torpedo.

“Waktu kami menyelam, peluncuran torpedo sudah tidak ada. Karena biasanya terbuat dari bahan kuningan, nampaknya penyelam sebelum kami yang menemukan U-boat mengambilnya. Jika dijual, hasilnya lumayan mahal,” Yudo kembali bercerita.

Situasi di dalam kapal yang serba porak poranda juga dipercaya akibat tembakan torpedo yang dilayangkan oleh kapal milik Belanda.

Kala itu, Jerman dan Jepang adalah sekutu. Jepang meminta pangkalan kapal U-boat di daerah Jakarta dan Surabaya. Selain untuk kepentingan perlindungan maritim Indonesia, konon negara asing memang ingin memanfaatkan bahan baku yang ada di Indonesia seperti karet.

Duta besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel menambahkan, “ada sekitar 13 orang yang tewas dan 20 lainnya berhasil menyelamatkan diri. Kita hidup di dunia serba moderen dan sekarang melihat kejadian ini, langsung menyadari bahwa ini adalah peristiwa sejarah yang besar.”

Benarkah Ada Dua yang Terkubur?
Penyelaman yang dipimpin oleh Mayor Laut Yudo Ponco Ari, Komandan Detasemen III Kopaska Armatim Surabaya, itu telah menemukan kapal selam jenis U-Boat. Tapi penemuan itu ini bukan yang pertama kali?

Pusat Arkeolog Nasional sebelumnya sudah melakukan pencarian kapal selam itu pada 2013. Bersama sejumlah penyelam lokal, Pusat Arkeologi Nasional berhasil mencapai kapal bernama U-168.

Pihak Kopaska membenarkan hal itu. “Konon ada dua kapal selam yang tenggelam. Kami ingin berkoordinasi dengan mereka, apakah yang mereka temukan sama dengan yang kami temukan, atau memang betul ada dua kapal,” kata Yudo.

Kopaska mengatakan belum bisa menetapkan apakah kapal selam yang mereka telusuri itu bernama U-168 atau bukan karena mereka sendiri belum menemukan bukti kuat.

Namun Yudo menekankan, bahwa U-boat tersebut sudah pasti berasal dari zaman Nazi pimpinan Hitler karena bukti yang tertera di balik piring-piring yang mereka temukan.

Diangkat atau Dibiarkan Terkubur di Laut?
Bagaimana ‘nasib’ dari bangkai kapal selam yang terkubur di dasar laut itu? Duta besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel berujar, “Biarlah ini menjadi sebuah pemakaman yang harus dijaga.”

Yudo juga mengungkapkan, selama belum ada perintah untuk mengangkat bangkai kapal tersebut dari pemerintah Jerman, mereka tidak akan melakukannya. Keputusan seputar tindak lanjut kapal selam itu diakuinya merupakan wewenang penuh pihak Jerman karena itu merupakan properti negara Jerman sendiri, walaupun kini mendiami lautan Indonesia.

“Ini akan menjadi heritage. Observasi boleh saja dilakukan, namun anggap saja ini sebuah makam pahlawan yang harus kita hormati,” kata Menko Maritim Indroyono Soesilo. (CNN Indonesia).

0 Comment "Penemuan Kapal Selam Nazi di Perairan Karimunjawa"

Posting Komentar