Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan
Busan, – Selain menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN- Korea, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan juga untuk mempererat kerja sama bilateral kedua negara. Salah satu kerjasama yang akan dijalin yaitu di bidang maritim.

“Negara lain juga ngantri yang mau kerjasama dengan kita, Rusia pengen, masuknya juga industri pertahanan, maritim. Malam tadi presiden Park (Park Geun-Hye) juga ingin kerjasama di industri maritim, China juga ingin,” kata Jokowi dalam dialog dengan WNI, di Universitas Kyusung, Busan, Korsel, Kamis (11/12/2014) malam.

Jokowi menegaskan, ke depan jika Indonesia membeli barang buatan luar negeri, tidak asal beli. Namun harus diketahui bagaimana membuatnya dan dari mana asal usulnya.

“Tadi saya masuk ke perusahaan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), begitu kita masuk, kita pesan kapal selam di situ tiga. Saya bicara kepada Presiden Park, tidak hanya kapal selam, tapi kapal lain, dan hal lain terkait industri pertahanan,” ujar Jokowi.

“Ini kesempatan kita, jangan hanya beli beli beli, uang kita lari ke negara lain, kita hanya pakai tidak produksi. Ini kesempatan bagi mahasiswa dan pekerja kita, sekarang kementerian perguruan tinggi dan riset sudah digabung. Nanti basic riset, inovation riset tempatnya ada, dikoneksikan dengan dunia bisnis dan swasta hingga nyambung, ini perlu waktu, saya juga jadi presiden baru 2 bulan,” lanjutnya. (Detik.com).

 Jokowi Kunjungi Pabrik Kapal Selam Milik Korea Selatan
Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)
Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)
Seoul (MI) : Presiden Joko Widodo meninjau perusahaan pembuatan kapal "Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering" (DSME) di Busan, Korea Selatan. Peninjauan dilaksanakan sebelum menghadiri KTT Perayaan Hubungan ASEAN-Korea Selatan yang memasuki usia 25 tahun.

Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi serta Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman.

Memasuki ruangan yang diperuntukkan untuk memamerkan replika, Jokowi disuguhi informasi berbagai rupa kapal yang telah dibuat DSME. "Bagus, bagus," kata Presiden sambil mengangguk-anggukan kepala saat melihat berbagai replika kapal tersebut, Kamis (11/12).

Presiden dalam kesempatan itu mengisi buku daftar tamu perusahaan yang mengerjakan berbagai rupa kapal, mulai kapal penumpang hingga kapal selam. "Teknologi yang luar biasa," tulis Presiden Jokowi. Dia kemudian melanjutkan peninjauan menuju tempat pembuatan kapal.

Sementara itu, DSME bekerja sama dengan PT PAL tengah mengerjakan tiga kapal selam yang dipesan pemerintah Indonesia dengan total nilai sekitar 250 juta dolar AS. "Dua kapal akan dikerjakan di sini dan satu nanti di Indonesia," kata Kepala Badan Intelijen Marciano Norman di tempat tersebut seperti dikutip Antara.

Kapal selam kelas Changbogo tersebut direncanakan mulai dikirim ke Indonesia pada 2017 dan 2018. Tambahan tiga kapal akan melengkapi armada kapal selam Indonesia menjadi lima. Saat ini terdapat dua kapal selam produksi 1981 buatan Jerman.

"Kita butuh keseimbangan militer," kata Marciano. (merdeka.com)
Berita Terbaru

    0 Comment "Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan"

    Posting Komentar