Super Tucano Mendarat di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang

 EMB-314 Super Tucano

2 September 2012, Pesawat tempur taktis Super Tucano mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, kemarin. Pesawat buatan Embraer Brasil ini akan menggantikan pesawat OV 10-F/Bronco di Skuadron Udara 21.

MALANG – Empat pesawat Super Tucano resmi menghuni Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, kemarin.Pesawat tempur taktis buatan Embraer Brasil itu akan dioperasikan untuk menjaga perbatasan RI. Panglima Komando Operasi TNI AU II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna mengatakan, pesawat Super Tucano memiliki kemampuan tinggi untuk menjalankan operasi taktis.

Pesawat canggih berspesifikasi counter insurgency (coin) atau antigerilya ini sangat cocok untuk medan di Indonesia yang didominasi kawasan pegunungan. ”Pesawat ini bisa langsung dioperasikan untuk menjaga perbatasan di Kalimantan,” ujar Agus seusai upacara penyambutan empat unit Super Tucano di Skuadron Udara 21 kemarin. Agus menjelaskan,pesawat Super Tucano banyak digunakan negara-negara di Amerika Latin.Selain Brasil,pesawat ini telah memperkuat pertahanan udara Kolombia,Cile,Ekuador, dan Republik Dominika.

“Kualitasnya sudah sangat teruji. Indonesia merupakan negara pertama di ASEAN yang menggunakan pesawat jenis ini,” ungkapnya. Seusai menempuh perjalanan panjang dari pabriknya di Gaveao Peixoto San Jose dos Campos, Brasil, 20 Agustus 2012, empat pesawat Super Tucano mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh kemarin. Pesawat bermesin tunggal turboprop ini akan menggantikan OV-10 F/Bronco yang dinyatakan grounded atau tidak lagi dioperasikan Mabes TNI AU.

Super Tucano mendarat pada pukul 10.50 WIB dan langsung menjalani upacara penyambutan khusus, yakni melewati gapura air yang dibuat pasukan TNI AU. “Upacara penyiraman air ini sebagai bentuk ucapan welcome home (selamat datang) bagi empat pesawat baru ini,” ujar Komandan Lanud TNI AU Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama TNI Gutomo. Dia menjelaskan, meski sudah lima tahun mengalami kekosongan pesawat sejak OV- 10 F/Bronco pensiun, kemampuan personel di Skuadron Udara 21 tak berkurang.

Sebaliknya, para penerbang siap mengoperasikan pesawat ”hiu cocor merah” tersebut. “Para calon penerbang, teknisi, dan personel pendukung sudah disiapkan dan dilatih di Brasil,” sebut dia. Komandan Skuadron Udara 21 Mayor Pnb James Singal menambahkan, sebanyak 12 penerbang telah lulus pelatihan di Brasil.Mereka akan digembleng lagi selama empat bulan di Skuadron Udara 21 selama empat bulan sebelum mengoperasikan pesawat tersebut.

” Para penerbang ini memang disiapkan khusus untuk menerbangkan Super Tucano,” kata dia. James mengungkapkan, sebagaimana Bronco, pesawat ini tidak hanya untuk menjaga perbatasan, melainkan juga direncanakan untuk mengawasi alur laut kepulauan, mendukung operasi pasukan darat dan laut serta dukungan pengintaian.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi pada penyambutan Super Tucano di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta,Sabtu (1/9),mengatakan Super Tucano semakin memperkuat pertahanan udara RI.Pesawat yang juga dikenal bernama ALX atau A- 29 ini memiliki kemampuan untuk melawan terorisme. Dengan kemampuan kecepatan yang dimilikinya,Super Tucano juga mampu mendukung operasi pertahanan udara terhadap pesawat black flight berukuran kecil dan berkecepatan rendah seperti helikopter, pesawat propeller, dan pesawat tanpa awak. yuswantoro

Sumber: tribunnews

0 Comment "Super Tucano Mendarat di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang"

Posting Komentar